Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 270


__ADS_3

"Ini semua sangat tiba-tiba. Apa-apaan kalian berdua yang tidak ada hubungan apa-apa. Tiba-tiba saja mau menikah. Ini tidak masuk akal," sahut Mesya yang kelihatan masih sangat kaget dan merasa semuanya tidak masuk akal.


"Hubungan Zoy dan Dion bukan hal yang tiba-tiba. Mereka sudah saling menyukai sejak Zoy masih remaja dan sebenarnya kisah Zoy dan Dion jauh lebih panjang dari hubunganku dan Kayra," sahut Davin yang sekarang serius berbicara.


"Maksud kak Davin apa?" tanya Giselle.


"Mah dan untuk semuanya yang ada di sini, Zoy sudah menyukai Dion saat Zoy masih sekolah dan hubungan mereka berbelit-belit dan pasti banyak yang mereka alami dan hubungan mereka tidak bisa bersatu, dari Dion pergi sampai kembali dan akhirnya Zoy yang pergi dan kembali lagi dan sampai hari ini dan itu di perkirakan hubungan mereka sudah sampai bertahun-tahun dengan perasaan yang tidak terungkap," jelas Davin dengan singkat dan padat.


"Mana mungkin seperti itu," sahut Mesya dengan memijat kepalanya yang terasa berat dengan pengakuan Zoy dan Mesya.


"Maaf Tante jika apa yang saya katakan membuat semuanya kaget. Tetapi itu kenyataan. Itulah kenyataannya untuk hubungan kami yang memang benar apa adanya. Jika aku dan Zoy saling menyukai dan mencintai," ucap Dion dengan wajahnya yang serius yang mengatakan apa adanya.


"Mah, apa yang di katakan kak Dion ber itu kenyataan dalam hubungan kami dan aku berharap mama, papa yang lainnya tidak keberatan dengan hubungan kami," ucap Zoy yang hanya menginginkan Restu.


"Jelas keberatan kak Zoy kan kita sama kak Dion tidak se sederajat," sahut Giselle.


"Giselle!" tegur Oma membuat Giselle langsung diam.


"Aku tau mungkin aku tidak sebanding dengan keluarga kalian dan mungkin aku terlalu berani untuk mencintai Zoy. Namun Zoy kamu juga harus tau salah satu keraguanku untuk tetap diam tanpa mengungkapkan perasaan ku kepadamu itu hanya karena aku memikirkan status ini yang jujur sangat membebaniku. Namun sekarang aku memberanikan diri dan percaya diri. Karena aku benar-benar serius dan ingin berjuang untukmu," ucap Dion yang dengan tulus dan sangat serius dalam bicara.


Zoy jelas sangat tersentuh dengan kata-kata Dion yang sangat bijak.


"Kamu jangan tersinggung Dion. Keluarga ini tidak pernah memandang status dalam pernikahan," sahut Altarik yang memang bicara apa adanya.


"Benar Dion dan aku contohnya. Aku juga hanya gadis biasa yang di nikahi oleh Davin dan aku melihat keluarga ini tidak pernah merendahkan status ku," sahut Kayra yang meyakinkan Dion.


"Iya aku tidak tersinggung dengan apa yang di katakan Giselle dan aku benar-benar ingin serius pada Zoy. Aku benar-benar ingin menjadikannya istriku dan akan bertanggung jawab sepenuhnya untuk Zoy," sahut Dion dengan penuh penegasan.


"Mah apa yang membuat mama ragu aku mengenal Dion dan Oma juga aku yakin akan setuju," sahut Davin yang melihat Mesya masih diam dalam keraguannya yang tidak mengatakan apa-apa dan bolak-balik hanya memijat kepalanya saja.


"Davin benar saya itu sangat mengenal Dion sangat lama dan dia bekerja pada kita juga sudah sangat cukup lama dan mungkin Davin pikir hanya Davin saja yang mengetahui hubungan Zoy dan Dion. Tetapi pada kenyataannya tidak sama sekali. Karena selama ini saya juga tau hubungan Zoy dan Dion," ucap Oma yang membuat Dion dan Zoy terkejut.


"Maksudnya?" tanya Dion dan Zoy serentak.


"Iya Dion dan Zoy Oma tau hubungan kalian dan Oma tau bagaimana kalian berdua yang berhubungan dengan status yang tidak jelas dan sekarang Oma bahagia dengan kalian berdua yang akhirnya bisa seperti ini dan ini merupakan kabar baik," ucap Oma yang setuju dengan kabar dari Dion.


"Oma kenapa sih sangat mudah menyetujui suatu hal apa nggak mikir-mikir dulu apa," sahut Giselle yang kesal sendiri dengan Omanya.


"Giselle kamu ini jangan mulai lagi, Oma sudah mengatakan stop bicara yang tidak perlu di bicarakan. Kamu ini benar-benar ya," ucap Oma yang benar-benar tegas menegur Oma.


"Aku lagi yang di salahkan," sahut Giselle dengan kesal.


"Bagaimana tidak di salahkan, kamu itu terus saja banyak protes tidak masalah Lian dan Pricilla dan sekarang Dion sama Zoy. Giselle yang menjalani itu mereka bukan kamu. Jadi kamu stop banyak komplain. Kamu juga belum tau nanti siapa yang menjadi jodoh kamu," sahut Davin yang bicara dengan tegas.


"Tuh dengarin, nggak usah ikut campur deh Giselle masalah kehidupan orang," sahut Zoy.

__ADS_1


Giselle hanya bisa diam setelah mendapatkan banyak teguran.


"Sudah-sudah jangan membahas masala Giselle. Sekarang Dion sudah menyampaikan niat baiknya dan Oma setuju dengan niat baik Dion dan sekarang tinggal mama dan papa bagaimana," sahut Kayra yang dengan bijak yang langsung mengambil jalan tengah. Agar tidak terjadi wacana yang panjang lebar.


"Benar apa kata Kayra sekarang ini masalahnya hanya ada pada papa dan mama," sahut Davin menambahi.


"Kalau papa menyerahkan semua pada Zoy. Jika itu pilihan Zoy. Maka papa tidak bisa mengatakan apa-apa. Karena nanti yang menjalani itu hanya Zoy dan Dion dan untuk Dion papa rasa tidak ada keraguan. Karena papa sendiri juga mengenal Dion dengan baik," jawab Altarik dengan jawabannya yang apa apa adanya yang sama sekali tidak membuat ribet apa-apa.


"Makasih pah sudah memberi kepercayaan pada Zoy dan mama sekarang bagaimana?" tanya Zoy yang ingin jawaban dari sang mama dan Mesya sejak tadi hanya memijat kepalanya yang semakin berat dengan anaknya yang tadi Lian dan sekarang Zoy.


"Mah jawablah kenapa diam aja," ucap Zoy yang butuh kepastian.


Mesya Zoy sudah dewasa dan seharusnya kamu tidak perlu ragu dalam hal apapun Dion juga orang yang bertanggung jawab," ucap Altarik yang meyakinkan istrinya.


"Entahlah, kepala mama sakit," ucap Mesya yang masih Ragu.


"Saya tau keraguan Tante seperti apa. Tapi yakinlah pada saya. Jika apa yang saya katakan sungguh-sungguh," ucap Dion yang lagi-lagi mencoba meyakinkan Mesya.


"Mesya mama rasa tidak ada yang perlu kamu ragukan," sahut Oma Elishabet.


"Baiklah kamu bisa menikah dengan Zoy," sahut Mesya yang akhirnya setuju yang membuat Dion dan Zoy merasa lega dan yang lainnya juga lega.


"Tapi kamu dengar Dion. Zoy ini adalah putri saya dan jika kamu berani untuk menikahinya, maka bertanggung jawab sepenuhnya untuknya dan jika kamu berani menyakitinya atau mengecewakan saya maka kamu akan berhadapan dengan saya," ucap Mesya dengan penuh penegasan dan penekanan kepada Dion.


"Asal apa yang kamu katakan itu benar saja dan bisa di percaya," ucap Mesya yang tidak butuh omongan dan hanya butuh kepercayaan.


"Percayalah jika saya akan benar-benar sungguh-sungguh," sahut Dion.


"Kami percaya pada kamu Dion dan termasuk aku," sahut Davin.


"Baiklah Oma rasa semauanya sudah jelas. Pricilla dan Lian akan menikah dan Zoy dan Dion juga dan itu artinya keluarga tidak perlu menunggu yang lain-lain. Hanya perlu langsung pada intinya kapan acaranya dan itu yang akan di bahas kedepannya," ucap Oma menegaskan.


"Papa juga setuju dengan apa yang di katakan Oma. Kita bisa berdiskusi selanjutnya dan Dion kamu juga harus mendatangkan keluarga kamu," ucap Altarik.


"Baik Om. Intinya saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih untuk semuanya. Saya benar-benar bahagia yang di beri kepercayaan untuk semua ini," ucap Dion.


"Aku juga berterima kasih dengan Oma dan yang lainnya yang sudah memberiku dukungan untuk menikah dengan Pricilla," sahut Lian.


"Dan aku juga berterima kasih untuk keluarga ini yang membuka pintu maaf pada ku termasuk Kayra dan sudah menerima ku," ucap Pricilla.


"Dan Zoy juga makasih untuk mama dan papa yang sudah merestui Zoy dan kak Dion," sahut Zoy.


Yang lainnya tampaknya bahagia dengan tersenyum yang mana sama-sama memiliki kebahagiaan sendiri.


********

__ADS_1


Setelah pembahasan lamaran yang selalu dua yang awalnya mengejutkan dan juga banyaknya ketegangan. Dan akhirnya setuju semuanya dengan keputusan yang di ambil para anak muda itu.


Davin dan Kayra sekarang berada di dalam mobil yang mana mereka pasti pergi kerumah sakit.


"Melihat Lian dan Dion tadi yang begitu serius mempersunting wanita mereka aku jadi ingat kamu yang dulu juga begitu serius untuk memperjuangkan ku," ucap Kayra yang sejak tadi bermanja dengan suaminya.


"Jika laki-laki sudah jatuh cinta maka mereka akan memperjuangkan banyak hal untuk wanitanya," sahut Davin.


"Benarkah?" tanya Kayra. Davin menganggukkan kepalanya.


"Huhhhh aku berharap kamu juga akan terus memperjuangkan ku sampai kapanpun," ucap Kayra.


"Pasti walau aku sudah mendapatkan. Tetapi pasti aku akan memperjuangkan mu terus," ucap Davin tersenyum dan mencium pucuk kepala istrinya dan Kayra hanya tersenyum.


Pasti Kayra merasa sangat bahagia dengan keluarga suaminya yang sekarang jauh lebih positif di bandingkan dulu. Kalau dulu tidak ada positif-postifnya sama sekali dan sekarang banyak berubah, baik Mesya, Zoy dan Lian. Mungkin Giselle masih labil jadi harap maklum.


********


Zoy dan Dion yang berada di taman belakang yang mana mereka berdiri saling berhadapan dan mereka saling tersenyum dengan tangan mereka yang saling bergandengan.


"Aku bahagia dengan kita berdua yang sebentar lagi akan menikah," ucap Dion.


"Sama aku juga sangat bahagia dengan pernikahan kita dan aku tidak menduga jika mama akhirnya setuju," ucap Zoy.


Dion tersenyum dan langsung memeluk Zoy dengan erat, "aku akan mencintaimu Zoy dan pasti akan menjadi yang terbaik untukmu," ucap Dion.


"Aku juga mencintai kak Dion," jawab Zoy yang juga memeluk dengan erat yang mana mereka begitu sama-sama bahagia dengan pernikahannya.


Mesya melihat dari teras rumahnya dan melihat Dion dan Zoy yang berpelukan.


"Aku hanya berharap Dion benar-benar bertanggung jawab pada Zoy," batin Mesya yang mau tidak mau harus merestui anaknya dan harus percaya pada pilihan anaknya.


Mesya pun meninggalkan tempat itu yang ingin pergi dari tempat itu yang membiarkan Dion dan Zoy tetap berpelukan.


Setelah kepergian Mesya Dion dan Zoy saling melepas pelukan dengan mereka yang saling melihat dengan tangan Dion memegang ke-2 pipi Zoy dan mengecup bibir Zoy dengan lembut. Hanya mengecup sekilas saja.


"Aku mencintai Zoy," ucap Dion lagi yang mengatakan cinta pada calon istrinya itu.


"Aku juga sangat mencintai mu kak Dion," jawab Zoy.


"Makasih ya kamu sudah mau menerima ku aku janji akan membahagiakan mu," ucap Dion dengan janjinya pada Zoy.


"Iya kak Dion, aku juga akan memberi kebahagiaan untuk kak Dion," ucap Zoy yang tersenyum pada Dion dan mereka kembali saling berpelukan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2