Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 120 Romantis tiada henti.


__ADS_3

Kayra dan Davin sudah sama-sama selesai mandi. Mereka sudah seperti pengantin baru saja. Yang keluar kamar begitu lama. Di mana Kayra sekarang duduk di pinggir ranjang bersama Davin yang sekarang mengeringkan rambutnya dengan hair dryer. Pasangan suami istri itu juga masih sama-sama memakai bathrobe putih.


Wajah ke-2nya terlihat begitu berseri-seri. Jelas berseri-seri namanya juga sudah sama-sama di berikan servis.


" Sudah jam segini. Apa kita tidak kekantor?" tanya Kayra.


" Hari ini kita tidak kekantor. Aku ingin pergi ketempat sesuatu," ucap Kayra sembari mengeringkan rambut istrinya.


" Kemana?" tanya Kayra.


" Nanti kamu juga akan tau," jawab Kayra


" Berarti aku ikut?" tanya Kayra


" Jika sudah suami istri. Maka tidak pernah berpisah. Jika suaminya kemana. Maka istrinya juga akan ikut. Dan sebaliknya juga seperti itu," ucap Davin dengan lembut memegang dagu Kayra.


" Masa iya seperti itu. Itu artinya kamu akan ikut terus aku kemanapun aku pergi?" tanya Kayra. Davin menganggukan kepalanya.


" Lalu bagaimana. Jika misalnya kamu ada meeting penting dengan klien dan saat itu aku ada kuliah. Jadwalnya bersamaan. Apa kamu akan ikut aku kuliah atau meeting kamu?" tahta Melody.


" Di antara kita berdua. Aku punya kuasa dan walaupun meeting itu penting. Tetapi harus menemani istriku. Maka aku akan mengundurnya dan akan menemani dulu istriku. Baru akan melaksanakan meeting ku. Karena istriku tidak mengundur kuliahnya. Karena dia tidak punya kuasa di sana. Jadi aku yang harus mengalah untuk hal itu!" tegas Davin dengan lembut bicara.


" Tapi itu bukannya berlebihan?" tanya Melody.


" Jika itu membuatmu tetap di sisiku. Maka tidak akan ada yang berlebihan dan itu alasanku untuk memindahkan mu dari Perusahaan sebelumnya ke Perusahaan utama. Agar aku bisa terus menjagamu dan kau tidak akan lari dari ku," ucap Davin dengan lembut. Kayra tersenyum mendengarnya. Manisnya kata-kata Davin membuatnya seakan menjadi orang yang paling beruntung.


" Baiklah kalau begitu. Aku tidak akan pernah lari dari kamu sejengkalpun. Aku akan tetap ada di sisi kamu sampai kapanpun. Dan pastinya akan menjadi penurut seperti yang kamu inginkan," ucap Kayra.


" Aku tidak menginginkan kamu untuk menjadi penurut. Yang aku inginkan kamu itu menjadi apa adanya. Karena bagiku itu yang terpenting. Kamu menjadi diri kamu sendiri dan tanpa tekanan dari manapun," ucap Davin mengusap-usap pipi Kayra.


" Aku tidak pernah menjadi orang lain. Tetapi aku berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk kamu," ucap Kayra yang juga memegang pipi Davin dengan mata mereka yang saling menatap.


Davin mencium lembut kening Kayra. Kayra tersenyum mendapatkan kecupan hangat itu.


" Kita siap-siap. Nanti kita telat," ucap Davin. Kayra menganggukkan kepalanya.


Davin kembali melanjutkan pekerjaannya mengeringkan rambut sang istri.


*********


Reyhan yang menyetiri bosnya itu berhenti di pemakaman. Pemakaman mewah yang Kayra juga pernah ke sana dan bahkan sering ke sana.

__ADS_1


" Kita mau ziarah?" tanya Kayra melihat di sekelilingnya yang memang pemakaman di mana sang mama juga di makamkan di sana.


" Iya. Aku ingin bertemu mama," jawab Davin. Kayra mengangguk-angguk saja dan mereka keluar dari mobil.


" Ini bos," Reyhan memberikan 2 boucket bunga untuk bosnya. Davin dan Kayra sama-sama mengambilnya.


" Kamu tunggu di mobil saja!" perintah Davin.


" Baik bos," sahut Reyhan. Kayra dan Davin pun melangkah untuk berziarah. Reyhan hanya melihat kepergian bosnya itu.


" Begitu kalau sudah baikan. Nempel terus dan saya hanya jadi obat nyamuk saja," batin Reyhan geleng-geleng kepala melihat apa yang terjadi.


Bisa di katakan dia adalah saksi dalam perjalanan hidup dari Kayra dan Davin. Dari sebelum menikah sampai sudah menikah. Bahkan Reyhan yang mencarikan istri untuk Davin dan bertepatan dengan Kayra. Yang akhirnya kisah itu di mulai dari pertemuan pertama di Restaurant Jepang.


***********


Sampainya pada makam mama Davin. Di mana Kayra dan Davin sudah sama-sama berjongkok di samping makam itu dengan Davin meletakkan 1 boucket bunga di atas pusarah makan itu.


" Mah, wanita di samping Davin ini adalah Kayra. Dia istri Davin. Baru hari ini Davin memperkenalkannya pada mama. Maaf jika sebelumnya Davin tidak memperkenalkan Kayra pada mama," ucap Davin yang berbicara pada mesan itu. Kayra mendengarnya begitu terharu.


" Sekarang istri Davin juga sedang mengandung anak kami. Mama doakan ya semoga saja bayi kami baik-baik saja. Semoga tidak terjadi apa-apa pada Kayra dan juga janinnya," ucap Davin dengan tersenyum melihat ke arah Kayra. Yang mana kayra juga tersenyum terharu mendengarnya. Kayra memegang tangan Davin menggenggam erat 5 hari itu.


Davin dan Kayra saling melihat dengan sama-sama tersenyum. Mereka ber-2 benar-benar sangat bahagia. Setelah melewati semuanya.


Setelah cukup berziarah ke makam mama Davin. Mereka berpindah ke makam mama Kayra. Ibu yang tidak pernah di lihat Kayra sama sekali.


Kayra meletakkan boucket bunga di atas pusarah itu dan mengusap mesan mamanya.


" Mah, ini adalah Davin. Pria yang kemarin pernah Kayra katakan. Di mana saat Kayra ingin menikah, Kayra juga meminta izin pada mama dan juga Kayra sering bercerita mengenai Davin dan ini lah Davin mah. Apa yang Kayra ceritakan kemarin ternyata tidak sama dengan apa yang Kayra alami. Mama harus tau. Kayra begitu bahagia karena berada di dekatnya. Kayra merasa wanita yang paling beruntung karena telah di jadikan istri olehnya," ucap Kayra dengan penuh keharuan.


" Mama harus tau. Davin juga banyak membantu Kayra, membantu pengobatan papa sampai papa di tempatkan di tempat yang baik. Davin banyak memujudkan impian Kayra dengan pelan-pelan. Kayra merasa sangat bahagia mah. Dengan kehadiran Davin di dalam kehidupan Kayra," ucap Kayra dengan air matanya yang menetes.


" Jangan menangis," ucap Davin mengusap-usap pundak Kayra, " mama mu akan berpikiran, jika aku menyakiti mu," ucap Davin dengan lembut.


" Mah," sahut Davin yang juga memanggil mama dari istrinya itu dengan sebutan mama.


" Aku harus mengakui putri mu sangat cantik dan mampu memikat ku. Ya dia wanita yang baik dan berhati lembut sampai dengan mudah di manfaatkan. Dia sangat menyayangi suamimu yang membuatnya tidak bisa menolak permintaan jahat ibu tirinya. Dan termasuk dalam pernikahan kami yang membuatnya terjebak. Hanya itu kekurangannya yang sedikit bodoh dalam mengatasi ibu tirinya," ucap Davin dengan melihat Kayra sebentar. Davin memang bicara apa adanya. Bukan sekali dia mengatakan Kayra bodoh. Mungkin beberapa kali. Kalau itu berhubungan dengan ibu tirinya.


" Tapi tenang saja dengan bersamaku. Aku akan mengurangi kebodohannya. Agar dia tidak seperti itu lagi. Aku juga sudah berjanji dengan Pak Haris untuk menjaganya dan memberinya kebahagiaan dan semua itu pasti aku lakukan. Aku tidak akan pernah meninggalkannya dalam ke adaan apapun dan jika dia sendiri yang lari. Maka akan aku kejar sampai ke ujung dunia," ucap Davin benar-benar tulus dalam bicaranya.


Kayra sudah seperti seorang ratu di hati Davin. Sangat istimewa bagi Davin. Bagaimana tidak Kayra begitu beruntung.

__ADS_1


" Terima kasih sudah melahirkannya dan sekarang biarkan aku yang menjaganya dan pasti menjaga pak harus juga," ucap Davin dengan janjinya di depan makan mama Kayra. Air mata Kayra menetes lagi. Tidak tau apa yang di lakukannya sampai bisa mendapat perlakuan seperti ini dari Davin. Sekarang Davin benar-benar miliknya. Pernikahan yang tadinya kontrak itu sudah berakhir dan tidak ada lagi sekarang.


********


Setelah ziarah ke makam mama Davin dan Kayra. Mereka kembali melanjutkan langkah mereka untuk menuju mobil dengan tangan mereka yang saling bergandengan.


" Kita mau kemana setelah ini?" tanya Davin.


" Kemana ya," sahut Kayra dengan wajahnya yang penuh pemikiran.


" Hmmm, ke Mall," sahut Kayra dengan cepat. Membuat Davin menoleh ke arahnya.


" Mall?" tanya Davin heran.


" Hmmm, aku ingin belanja yang banyak," jawab Kayra. Davin menghentikan langkahnya dengan mengkerutkan dahinya menghadap istrinya. Davin bahkan meletakkan punggung tangannya di kening Melody.


" Ada apa?" tanya Melody heran menyinggirkan tangan suaminya itu.


" Kamu tidak sakit," sahut Davin.


" Memang tidak," sahut Kayra heran.


" Aku heran saja kenapa kamu tumben-tumbenan nya ke Mall. Biasanya juga tidak pernah. Bahkan kartu yang aku berikan tidak kamu gunakan sama sekali dan malahan di serahkan pada wanita mata duitan itu?" ucap Davin yang wajar begitu heran.


" Memang kenapa. Tidak boleh berbelanja kan hanya sekali-sekali saja. Lagian kapan lagi. Aku harus menghabiskan uang kamu," sahut Kayra.


" Jadi ceritanya sekarang sudah mulai matre," sahut Davin mencolek hidung Kayra.


" Harus belajar menjadi wanita matre," sahut Kayra dengan berbisik. Davin mendengus kasar napasnya dengan geleng-geleng.


" Baiklah aku ingin melihat se matre apa istriku ini," sahut Davin


" Kamu menantangku," sahut Kayra. Davin mengangkat ke-2 bahunya.


" Baiklah kita lihat saja nanti aku akan membuatmu miskin," ucap Kayra. Davin hanya mengangguk-angguk saja. Lalu merangkul istrinya untuk melanjutkan berjalan menuju mobil yang mana mereka akan berbelanja di Mall.


Bagi Davin tidak masalah sama sekali. Uangnya tidak akan habis sama sekali, bahkan Mall itu pun bisa di beli Davin. Jika itu membuat Kayra bahagia. Memang aneh sih Kayra yang tiba-tiba ingin berbelanja. Namanya juga bayinya bayi sultan jadi keinginannya yang aneh-aneh dan harus yang mahal-mahal.


Masih di dalam kandungan saja sudah royal. Bagaimana nanti kalau sudah keluar. Ya Davin harus kerja lebih ekstra lagi. Karena junior sultannya akan segera lahir dan pasti hidup penuh dengan kemewahan. Karena masih di kandungan saja. Permintaanya tidak ada yang masuk akal.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2