
1 Minggu setelah pernikahan Lian dan juga Pricilla yang sekarang menjelang hari pernikahan Zoy dan juga Dion yang akhirnya cinta mereka bersemi dengan ijab kabul yang di ucapkan Dion dengan lancar dan dengan satu tarikan napas. Ke-2nya tampak bahagia dengan saling melihat dengan penuh cinta yang mana terlihat sama-sama cantik dan sangat tampan.
Zoy dengan kebaya putih yang di pakainya dengan rambutnya yang di sanggul dan Dion juga yang kelihatan sangat tampan dengan stelan jas putih yang melekat tubuhnya. Wajah ke-2nya sama-sama berkarismatik dengan penuh dengan cinta dan kebahagiaan diantara ke-2nya.
Para tamu undangan yang hadir di acara pernikahan itu juga turut bahagia dengan 2 pengantin yang begitu bahagia yang pasti Kayra yang hadir bersama suaminya dan juga Brian putra sangat tampan. Selain itu Pricilla juga hadir bersama suaminya dan juga Cika yang sangat cantik dengan gaun yang di pakaiannya.
Pasti juga keluarga Kayra, Aris, Silvia dan Haykal ikuti menghadiri pernikahan itu, Oma Elishabet, Altarik, Mesya dan Giselle juga terlihat mencuri perhatian yang seperfeck mungkin untuk pernikahan Zoy dan Dion.
Pastinya ada juga Aldo yang sejak tadi berdiri dengan tersenyum melihat pengantin baru yang sedang mengalami para tamu untuk memberikan ucapan selamat pada Zoy dan Dion.
"Kak Aldo!" tegur Giselle yang tiba-tiba menghampiri Aldo.
"Hey Giselle," sahut Aldo yang tersenyum pada Giselle.
"Aku mengambilkan kak Aldo minum! silahkan di minum," ucap Giselle memberikan Aldo minum.
"Makasih ya," sahut Aldo yang langsung mengambilnya dan Aldo kembali melihat pengantin yang berada di sana.
"Mereka sangat bahagia ya," ucap Giselle.
"Siapa yang tidak bahagia dengan pernikahan apa lagi saking mencintai. Jadi jelas mereka sangat bahagia," sahut Aldo.
"Kak Aldo memang benar menikah dengan orang yang tepat adalah kebahagiaan," sahut Giselle.
"Semua saudara mu sudah menikah dan kamu apa akan menyusul Minggu depan?" tanya Aldo membuat Giselle langsung tertawa pelan.
"Kak Aldo ada-ada aja. Bisa-bisanya mengatakan aku akan menyusul Minggu depan itu sang aneh kak," ucap Giselle geleng-geleng.
"Setelah Lian dan Pricilla menikah seminggu kemudian Zoy menyusul yang artinya kamu juga Minggu depan," sahut Aldo yang menduga-duga.
"Itu kalau ada pasangannya. Kalau tidak ada pasangannya ya mana mungkin?" sahut Giselle yang masih merasa lucu.
"Memang kamu tidak punya kekasih?" tanya Aldo.
"Tidak," jawab Giselle.
"Tapi pasti ada yang dekat bukan?" tanya Aldo.
"Tidak juga. Tidak sedang dekat dengan siapa-siapa," jawab Giselle.
"Kalau yang di sukai pasti ada bukan?" tanya Aldo.
"Pertanyaan kak Aldo banyak sekali. Aku juga tidak tau apa sedang menyukai seseorang atau tidak," jawab Giselle.
"Oh iya. Lalu bagaimana dengan kamu yang menyukaiku?" tanya Aldo membuat Giselle kaget mendengarnya.
"Maksud kak Aldo apa?" tanya Giselle dengan matanya yang terbelalak kaget.
"Pricilla bilang kamu sering bertanya mengenai aku kepadanya dan dia juga mengatakan jika kamu menyukaiku," ucap Aldo yang membuat Giselle terkejut mendengarnya yang pasti dia sangat malu sekarang.
"Pricilla menceritakan semuanya?" tanya Giselle memastikan.
"Iya dia menceritakan semuanya," sahut Aldo yang apa adanya membuat Giselle memejamkan matanya yang membuatnya benar-benar malu dan melihat ke lain arah yang tak lain arah Pricilla dan Lian yang mana Pricilla langsung tersenyum pada Giselle.
"Isssss Pricilla mulutnya benar-benar," gumam Giselle yang terlihat salah tingkah di depan Aldo.
"Jangan malu seperti biru Giselle. Suka itu bukan dosa dan ada yang salah," ucap Aldo dengan santai. Giselle hanya tersenyum tipis menutup rasa malunya yang mana Pricilla membongkar rasa kagumnya pada Pria yang sekarang tersenyum kepadanya.
Sementara Pricilla yang juga tersenyum melihat kedekatan Giselle dan Aldo.
"Apa ada sesuatu di antara mereka?" tanya Lian.
"Kita doakan saja yang terbaik yang jelas aku sangat bahagia. Jika Aldo yang pada akhirnya menemukan kebahagiannya," ucap Pricilla.
"Aku juga turut bahagia jika kamu ikut bahagia," sahut Lian dengan tersenyum membuat Pricilla juga tersenyum.
Dion dan Zoy yang ada di pelaminan saling melihat dengan tatapan penuh dengan kebahagiaan.
"Aku mencintaimu Zoy," ucap Dion.
"Aku juga mencintaimu," jawab Zoy dan mereka yang saling menatap langsung berciuman dengan romantis yang mendapatkan tepuk tangan yang meriah.
"Cika jangan lari!" Brian mengejar Cika yang memegang balon yang sedang berlari mengelilingi Kayra dan Davin.
"Awas nanti jatuh Brian!" tegur Kayra.
"Nanti Cika juga jatuh," sahut Davin yang geleng-geleng dengan kelakuan anaknya itu.
Namun Cika dan Brian terlihat saling kejar-kejaran. Yang terkadang Cika ketempat Kayra dan Davin dan terkadang ketempat Pricilla dan Lian ya mereka juga kadang manja-manjaan dengan Oma Elishabet, Mesya dan Altarik. Namanya anak kecil pasti kerjanya buat usil saja.
**********
__ADS_1
Rumah sakit.
Kayra di tarik Anggi dan juga Maya yang membuat Kayra heran kemana temannya itu membawanya.
"Anggi Maya! pelan-pelan kalian mau bawa aku kemana sih?" tanya Kayra heran dengan wajah bingungnya.
"Sudah kamu ikut aja, jangan banyak tanya ayo!" ajak Anggika yang memaksa Kayra dan mau tidak mau Kayra pun harus pasrah dan ternyata Anggi dan Maya membawa Kayra ke mading untuk melihat pengumuman dan ada juga beberapa Dokter di sana.
"Untuk apa mengajak ku kemari?" tanya Kayra dengan wajah herannya dan penuh kebingungan.
"Kamu lihat itu Dokter Kayra!" tunjuk Maya pada mading dan Kayra di kejutkan dengan namanya yang lulus ujian dan artinya menjadi Dokter yang tetap yang membuat Kayra benar-benar terkejut.
"Ini sungguhan?" tanya Kayra yang tidak percaya.
"Iya Dokter Kayra selamat ya," Anggi dan Maya yang ikut bahagia langsung memeluk Kayra yang terharu bahagia. Ada juga di sekelilingnya dokter-dokter yang mengucapkan selamat kepadanya.
"Ya Allah aku tidak menyangka. Jika kerja kerasku membuahkan hasil. Terima kasih ya Allah," air mata Kayra menetes ketika mendapat rasa haru atas keberhasilannya.
"Mama!" tiba-tiba suara khas putranya terdengar membuat Kayra menoleh kebelakang di mana Davin yang membawa boucket dan Brian ada di sampingnya yang mereka langsung menghampiri Kayra.
"Mama selamat ya sudah menjadi Dokter hebat," ucap Brian.
"Makasih sayang," sahut dengan memegang pipi Brian.
"Selamat ya sayang!" ucap Davin memberikan boucket bunga tersebut dan Kayra langsung mengambilnya dengan memeluk suaminya dan Davin juga mencium kening Kayra yang membuat orang-orang yang ada di sana jadi iri dengan keromantisan pasangan itu.
"Kamu Dokter yang sangat hebat, aku sangat bangga padamu," ucap Davin.
"Makasih sayang, kamus selalu membantuku, mensupport ku dan saat aku ujian kamu juga menjaga Brian, makasih," ucap Kayra yang tidak melupakannya jasa suaminya dalam keberhasilannya.
"Sama-sama sayang," sahut Davin yang kembali memeluk istrinya dan mendapat tepuk tangan dari rekan-rekan Kayra.
"Kayra selamat ya," Kayra dan Davin saling melepas pelukan ketika Kayra mendapat ucapan selamat dari suara yang asing yang ternyata adalah Bella.
"Bella," sahut Kayra yang heran dengan Bella mengucapkan selamat kepadanya. Maya dan Anggi juga saling melihat yang pasti juga heran.
"Selamat untuk kamu. Kamu sangat pantas dengan gelar kamu dan sangat layak, aku minta maaf ya selama ini sudah jahat pada kamu. Aku banyak iri pada kamu yang seharusnya aku tidak perlu iri," ucap Bella dengan yang tampak tulus meminta maaf pada Kayra.
"Aku sudah memaafkan kamu kok," sahut Kayra yang tidak perlu waktu lama untuk memberi maaf. Dia tersenyum bahagia dengan permintaan maaf Bella.
"Ya sudah kalau begitu jangan nyiyir ya Dokter Bella," sahut Maya.
"Kita juga sudah memaafkan kamu kok," sahut Maya dan Anggi tersenyum.
"Brian Tante juga minta maaf ya pernah galak pada kamu," ucap Bella yang juga mengaku salah.
"Tidak masalah Tante. Brian juga jahil kok. Yang penting Tante tidak boleh jahat pada mama Brian lagi ya," ucap Brian.
"Pasti," sahut Bella.
Kayra dan Davin tersenyum dan Davin kembali mencium kening istrinya itu.
"I love you," ucap Davin pelan.
"I love you too," sahut Kayra tersenyum.
"Terima kasih ya Allah untuk kebahagiaan yang engkau berikan, engkau memberikan suami dan anak yang sangat baik," batin Kayra yang tidak lupa bersyukur pada Tuhannya.
***********
Beberapa bulan kemudian.
Restaurant.
Davin, Kayra, Silvia, Haykal, Lian, Pricilla, Zoy, Dion, Altarik, Mesya, Aris, Cika, Brian, dan Oma Elishabet sedang makan di Restaurant out door yang mana mereka menikmati makanan dengan nikmat yang sepertinya di Restaurant itu hanya ada mereka saja.
"Ayo Brian makan ikan yang banyak, supaya cepat tinggi," ucap Mesya yang menaruh pada piring Brian.
"Kamu juga Cika makan yang banyak," sahut Mesya yang juga menaruh di piring Cika.
"Necan selalu menyuruh kita untuk makan ika yang banyak lama aku sama Cika bisa bersisik," protes Brian.
"Brian nggak boleh gitu sayang. Kalau di kasih tau itu jangan membantah," sahut Kayra.
"Benar Brian kamu ini. Cika aja tidak protes," sahut Davin.
"Karena Cika memang suka ikat Om. Kalau Brian kan tidak suka," sahut Cika.
"Dan Cika juga makan sayuran yang banyak jangan hanya ikan saja," sahut Altarik.
"Baik kakek," sahut Cika
__ADS_1
"Iya Cika harus banyak makan sayuran, dengar kata kakek dan nenek dan juga mama papa. Karena orang yang makan sayuran itu tubuhnya sehat," ucap Pricilla.
"Tapikan Cika tidak suka semua sayuran," sahut Cika.
"Cika harus mencobanya dulu baru bilang tidak suka," sahut Lian.
"Tapi memang tidak semua orang harus menyukai semua jenis sayuran. Jadi tidak apa-apa Cika pelan-pelan do coba ya," sahut Zoy.
"Baik Tante Zoy," sahut Cika.
"Kamu juga Brian harus makan ikan dan tidak harus semua jenis ikan," sahut Zoy.
"Tapi Om Dion juga tidak suka ikan," sahut Brian.
"Brian kalau di kasih tau jangan protes terus sayang," ucap Kayra.
"Tapi Brian benar kok," sahut Dion.
"Baiklah kalau begitu Brian akan makan ikan, tapi tidak semua ya," ucap Brian.
"Terserah anak mami yang tampan ini," sahut Silvia dengan mencubit pipi Brian.
"Mami selalu gitu deh, Brian kan sudah besar, jangan di cubit seperti anak kecil," protes Brian.
"Sok dewasa kamu," sahut Haykal.
"Sudah-sudah kita makan lagi," sahut Aris.
"Selamat malam semuanya," sapa Aldo yang tiba-tiba datang bersama Giselle.
"Lama sekali kalian berdua, dari mana aja?" tanya Zoy dengan menatap dua orang itu penuh selidik.
"Apa sih kak Zoy pertanyannya," sahut Giselle.
"Sudah-sudah ayo Aldo dan Giselle kalian duduk bergabung dengan kami," sahut Oma Elishabet.
"Baik Oma," sahut Giselle dan Aldo yang mengambil tempat duduk.
"Kalian langsung makan aja," ucap Altarik.
"Iya pah," sahut Giselle, "sini kak biar Giselle yang ambilkan," ucap Giselle yang melayani Aldo.
"Makasih Giselle," sahut Aldo.
"Uluh-ukuh kalian berdua ini sudah melebihi pasangan suami istri aja romantisnya," sahut Kayra menggoda dan yang lain hanya tersenyum dengan geleng-geleng.
"Jangan gitu dong ngomongnya kan aku jadi malu," sahut Giselle.
"Ohhh punya malu juga," celetuk Zoy.
"Kita ambil moment untuk foto-foto," sahut Haykal yang langsung berdiri dan melakukan foto bersama.
Banyak gaya-gaya foto yang beberapa kali di lakukan dan bahkan melibatkan pelayan Restaurant. Semuanya tampak bahagia dengan pasangan masing-masing. Begitu juga dengan Kayra dan Davin yang tidak henti-hentinya saling menatap di antara keduanya yang terlihat saling bahagia. Pricilla dan Lian juga yang tidak menyangka jika mereka sudah menikah dan bisa sama-sama membesarkan Cika.
Dion dan Zoy juga yang cinta begitu lama dan baru bisa bersatu dan untuk pasangan baru Giselle dan Aldo yang sepertinya lagi bucin- bucinnya.
Altarik juga sangat bahagia bersama Mesya dan pasti Aris juga yang bahagia melihat anak-anaknya kuat bahagia. Haykal dan Silvia yang sangat bahagia. Senyum Brian dan Cika yang terlepas indah membuat kebahagiaan bertambah dan Oma Elishabet yang sangat bersyukur dengan umurnya yang panjang yang masih di berikan kehidupan sampai sekarang ini dan melihat, anak nya, menantunya, cucunya dan cicitnya yang bahagia.
...Kebahagiaan itu datang dari ketulusan dan cinta apakah akan memudar. Jika cinta itu tulus tidak akan pernah pudar, mau berapa tahun hitungan lamanya tapa memandang waktu yang lama dan semoga kebahagiaan keluarga itu sampai akhir hayat....
Terima kasih untuk para readers yang sangat setia dalam membaca Novel saya yang berjudul Pernikahan dalam ikatan Surat Kontrak akhirnya hari ini Tammat.
Untuk yang ingin kisah Brian dewasa harap bersabar ya. Saya sebagai penulis akan berusaha untuk membuat cerita yang menarik. Mau itu dari kisah Brian yang mudah-mudahan bisa di buat maupun Novel yang terbaru yang akan saya muat.
Terima kasih banyak untuk para readers setiaku. Terima kasih, komennya, like nya, Votenya dan terimakasih banyak sebanyaknya untuk kalian semua.
Akhirnya Novel Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontra selesai juga. Terimakasih dengan kesetiaan kalian semauanya.
๐น๐น๐น๐น๐น๐นTammat ๐น๐น๐น๐น๐น
...Jangan lupa untuk membaca novel terbaru saya ya. Di tunggu vote, like , subscribe dan komen pastinya yang sebanyak-banyaknya ya. Terimah kasih pada readers semoga berkah....
...
...
__ADS_1