
Pernyataan Reyhan membuat semua orang bingung dan Davin perlahan melepas tangan Kayra.
" Rekaman apa yang kau bawa Reyhan?" tanya Kayra.
" Rekaman di lokasi kejadian nona Kayra. Yang menjelaskan jika tuan Davin memang ada di sana. Namun dia meeting bersama klien dan kebetulan nona Silvia dan tuan Lian juga ada di sana," jawab Reyhan dengan sedikit penjelasan.
" Apa yang kau katakan. Kau jangan asal menuduh," sahut Lian yang mulai panik. Bahkan sudah berkeringat dingin.
" Eh Reyhan. Kau itu jangan mengarang -ngarang. Mentang kau itu bawahan kak Davin. Kau membelanya dan menuduh kakakku," sahut Giselle.
" Maaf saya tidak menuduh. Tetapi mari kita lihat buktinya. Siapa yang benar dan siapa yang salah," sahut Reyhan dengan tegas. Tanpa basa-basi Reyhan pun membuka laptop dan langsung memperlihatkan rekaman Cctv yang di dapatkannya di lokasi kejadian.
Semua orang pun melihat rekaman itu termasuk Kayra yang ingin tau kebenarannya. Di sana jelas terlihat Lian dan Silvia memasuki Club dan bahkan mengambil salah satu tempat duduk yang mana ke-2nya sudah minum dengan mesra-mesraan.
Sementara Davin memasuki Club dengan rekan bisnisnya yang berjarak 30 menit dari Lian dan juga Silvia. Namun Davin terlihat jauh hanya berada di meja bar yang mengobrol bersama kliennya.
Cctv itu menjelaskan tidak adanya pertemuan antara Silvia dan juga Davin saat itu. Bahkan Davin pulang lebih awal dan setelah itu Cctv juga menangkap Silvia dan Lian keluar dari Club memasuki mobil yang sama.
Rekaman bukan hanya menunjukkan lokasi di Club saja. Bahkan beberapa foto-foto Silvia dan Lian sering berduaan di luar dan bahkan terlihat sering mendatangi hotel yang sama yang pasti kalau sudah hotel sudah bis menebak arah ceritanya kemana.
Melihat bukti-bukti yang di berikan Reyhan membuat Silvia dan Lian kaget. Sementara Davin tersenyum miring. Padahal dia tidak menyuruh Reyhan untuk mencari tau hal itu dan Davin juga tidak tau kalau dia akan di fitnah saat ini. Namun Reyhan sudah gercep dan ya dia semakin cinta pada asistennya yang menyebalkan. Namun sangat bisa di andalkan.
" Semuanya sudah jelas bukan. Jika bos saya tidak ada hubungan dengan dia," sahut Reyhan menegaskan dengan suara gagahnya.
" Apa semua Lian!" tanya Oma yang sekarang menatap tajam Lian.
" Lian jawab mama. Kau ada hubungan apa dengan wanita ini?" tanya Mesya yang berdiri di depan Lian yang juga marah dan mengintrogasi Lian.
" Kau Silvia. Kau sudah membuat kekacauan di rumahku dengan menuduhku yang tidak-tidak. Membuat istriku harus berpikiran buruk padaku. Jadi kau cepat katakan yang sebenarnya. Sebelum aku melaporkanmu kepada polisi karena kasus pencemaran nama baik," ucap Davin menegaskan dan memberi ancaman membuat Silvia terkejut dan pasti takut.
__ADS_1
" Silvia sebaiknya kau jujur dengan semua ini. Apa yang terjadi sebenarnya. Jangan membuat keluarga ini kebingungan. Benarkan anak yang kamu kandung itu sebenarnya anak dari Lian!" tanya Altarik menekan suaranya.
" Jawab jangan diam saja?" teriak Oma dengan suara menggelegar yang sejak tadi sudah menahan diri.
" I-iya," jawab Silvia dengan mengatakan apa yang sebenarnya. Membuat semua orang terkejut yang ternyata Lian lah dalang dari semuanya.
" Liannnn!" gertak Altarik.
" Tidak pah, mah, Oma itu tidak benar. Wanita ini hanya menuduhku," sahut Lian membantah perkataan Silvia.
" Kau bilang aku menuduhmu. Aku tidak menuduhnya. Justru memang Davin yang aku tuduh dan semua itu rencananya," sahut Silvia menegaskan menunjuk ke arah Lian yang membuat Lian terkejut dan Davin mendengus kasar.
" Jaga bicaramu!" sahut Lian membantah.
" Aku punya hubungan dengan dia. Kamu sering melakukannya sampai akhirnya aku hamil. Aku meminta pertanggung jawaban kepadanya. Tetapi dia malah mengancamku akan membunuhku jika aku aku mengatakan semuanya pada keluarga ini. Dia juga menyuruhku untuk memutar balikkan fakta agar Davin yang tertuduh. Semua drama malam ini dia yang menyusunya," jelas Silvia tanpa ada basa-basi.
" Lian kamu sebaiknya jujur. Dia sudah mengatakan semuanya dan kamu masih mau membantah," sahut Altarik.
" Pah, dia menjebakku. Dia hanya ingin menjadi menantu di rumah ini. Makanya dia menjebakku lah," sahut Lian yang membela dirinya.
" Aku tidak seperti itu," sahut Silvia yang juga mencari pembelaan.
" Alah sudahlah kau pikir aku tidak tau. Niat burukmu itu!" sahut Lian.
" Cukup semuanya!" bentak Oma yang membuat semuanya diam.
" Mesya kamu lihat kelakuannya hah! dan kamu bisa mengatakan sesuatu untuk semua ini?" tanya Oma yang pasti Mesya yang akan kenak imbasnya. Mesya sejak tadi sudah menahan dirinya. Begitu kesal dan marah pada Lian yang lagi-lagi mempermalukan dirinya.
" Belum tentu Lian juga sepenuhnya bersalah mah. Mungkin Lian juga benar jika wanita itu hanya menjebaknya," sahut Mesya yang berusaha membela Lian.
__ADS_1
" Benar Oma, aku juga melihat wanita ini sewaktu pernikahan kak Davin. Suka cari-cari perhatian. Dia saja yang kegatelan untuk mendekati kak Lian dan sengaja menjebak kak Lian," sahut Giselle yang juga mencari pembelaan untuk Lian.
" Aku tidak menjebaknya. Jadi jangan menuduhku sembarangan," sahut Silvia menegaskan.
" Kalian uruslah masalah kalian ini. Aku mau istirahat. Semua ini benar-benar membuang waktuku saja," sahut Davin yang tidak mau ambil pusing dan melangkah ingin pergi.
" Oh Reyhan thanks sudah melakukan apa yang seharusnya kamu lakukan..
Kau sangat bisa di andalkan. Kamu sebaiknya pulang dan beristirahat biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka," ucap Davin.
" Baik bos," sahut Reyhan mengambil laptop dan langsung pergi yang sebelumnya menundukkan kepalanya untuk menghormati orang-orang yang ada di sana.
Setelah banyak bicara Davin pun meninggalkan tempat itu untuk beristirahat, sementara Kayra bingung harus melakukan hal apa.
" Kak, aku tidak percaya. Jika kakak bisa menuduh Davin melakukan semua ini dan lihat perbuatan kakak. Kakak harus tanggung sendiri dan jangan melibatkan ku apa lagi Davin," ucap Kayra menegaskan dan langsung pergi meninggalkan tempat itu.
" Mesya aku tidak mau tau. Kamu urus masalah ini. Jangan mencemarkan nama keluarga ini. Dan kamu Lian harus bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan," tegas Oma.
" Tapi aku hanya di jebak Oma. Aku tidak mungkin bertanggung jawab," tegas Lian.
" Jika memang kamu di jebak. Maka buktikan dan tetap mau kamu di jebak atau tidak kamu sudah membuatnya hamil dan bertanggungjawab lah untuk semua perbuatan yang kamu lakukan," ucap Oma menegaskan.
" Dan kamu Silvia. Aku berharap kamu juga konsisten untuk kejujuran kamu," sahut Oma menegaskan lagi.
Setelah mengatakan apa yang ingin di katakannya. Oma pun meninggalkan tempat itu dan pergi dari tempat itu.
Mesya dan Giselle melihat sinis me arah Silvia yang mana Silvia juga tidak takut dengan orang-orang yang menatapnya tajam itu.
Bersambung
__ADS_1