Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 137 Kembali menyatakan.


__ADS_3

Rumah sakit


Giselle mendatangi rumah sakit dengan membawa kantung plastik yang di pastikan berisi makanan.


" Aku harus memberikan makanan ini pada Kayra sesuai dengan apa yang di katakan mama. Biar setelah itu Kayra akan mengalami sesuatu hal yang dashyat," batin Giselle dengan senyum liciknya yang sudah berada di depan ruangan Kayra dan tangannya memegang kenopi pintu untuk membuka pintu.


Namun tiba-tiba tangan itu terhenti ketika ada yang menahannya dan menahannya langsung melihat ke arah yang pemilik dari tersebut.


" Kak Davin!" lirih Giselle begitu terkejutnya.


" Kamu mau ngapain?" tanya Davin menatap tajam Giselle.


" Hmmmm, ini, aku, aku mau nganterin makanan untuk Kayra. Kasihan dia pasti belum makan sama sekali, jadi aku inisiatif untuk memberinya ini," jawab Giselle yang berusaha untuk tenang.


" Insiatif kamu untuk ini atau untuk yang lain?" tanya Davin dengan menaikkan 1 alisnya.


" Maksud kakak apa ya. Giselle tidak mengerti," sahut Giselle dengan tertawa-tawa menutupi kegugupannya.


" Giselle kita ini saudara. Hanya saja kamu lahir dari perut wanita yang berbeda. Kamu masih muda. Jangan menyia-nyiakan hidup kamu dengan hal konyol yang kamu tidak tau apa-apa dan tidak tau keuntungan apa yang kamu dapatkan," ucap Davin.


" Apa maksud kak Davin?" tanya Giselle.


" Adikku. Kamu sangat mengerti apa maksud dari kakakmu ini. Jadi kamu bawa makanan itu kembali dan titip salam pada yang memberinya dan iya kakak tidak akan membantumu. Jika kau mendapat masalah. Jadi mulai sekarang jadilah adik yang baik supaya suatu saat. Kalau kamu ada masalah kakak bisa membantumu mengeluarkan mu dari masalahmu," ucap Davin tersenyum menepuk bahu Giselle. Lalu Davin memasuki ruangan perawatan istrinya.


Sementara Giselle harus menahan napasnya yang naik turun karena mendengar ucapan Davin. Jantungnya berdetak kencang yang menjadi takut dengan apa yang barusan di hadapinya.


" Apa kak Davin tau makanan ini?" Giselle bertanya-tanya dengan penuh kegugupan dan langsung meninggalkan tempat itu sebelum Davin semakin mencurigainya.


*********


Davin memasuki ruangan Kayra. Di mana Kayra tertidur. Davin menghela napasnya. Lalu menghampiri Kayra. Duduk di samping Kayra dengan menatap nanar wajah Kayra.


Davin meraih tangan Kayra dan menggengamnya erat, Davin juga mengusap-usap pipi istrinya lembut. Lalu membungkuk untuk mencium lembut kening Kayra. Saat itu juga Kayra terbangun dan posisi Davin masih tetap membungkuk membuat mata mereka saling bertemu. Davin langsung mencium mata Kayra membuat Kayra kembali memejamkan matanya dan Davin kembali pada posisi duduknya.

__ADS_1


" Kamu mau makan?" tanya Davin dengan lembut. Kayra menggelengkan kepalanya.


" Lalu mau apa?" tanya Davin.


" Mau pulang. Aku bosan di rumah sakit," jawab Kayra.


" Dokter belum mengijinkan kamu pulang," jawab Davin. Wajah Kayra tampak lesu yang memang sudah ingin sekali pulang.


" Bagaimana kalau kita keluar saja. Kita ketaman rumah sakit, supaya kamu mendapat udara segar. Supaya tidak bosan," ucap Davin. Kayra menggelengkan kepalanya yang tidak bersemangat melakukan apa-apa selain ini pulang.


Davin menghela napasnya. Lalu berdiri dan terlihat melepas gantungan infus Kayra yang membuat Kayra bingung. Lalu Davin menghampiri Kayra dan menggendong Kayra ala bridal style membuat Kayra kaget.


" Davin apa yang kau lakukan?" tanya Kayra heran yang begitu panik.


" Aku ingin ke taman?" jawab Davin mulai melangkah.


" Tapi aku tidak mau. Aku mau istirahat saja," jawab Kayra menolak.


" Tapi aku mau," jawab Davin yang tidak peduli jika istrinya memberontak. Dia akan tetap membawa istrinya ke taman dan akhirnya sampailah mereka di taman. Davin mendudukkan Kayra di salah satu kursi yang ada di sana.


" Aku sudah bilang tidak mau kemari. Kenapa tetap membawaku kemari?" tanya Davin dengan kesal.


" Karena aku ingin kamu mengatakan apa yang mengganjal di hatimu," ucap Davin menatap Kayra dengan serius.


" Apa maksud kamu?" tanya Kayra bingung.


Davin menghadapnya, menatapnya dengan intens dengan memegang pipi Kayra.


" Pricilla sudah tidak berada di kantor lagi!" ucap Davin.


Kayra terkejut mendengarnya, " kenapa?" tanya Kayra.


" Karena dia telah mengganggumu. Membuat masalah saat aku tidak ada dan salah satu penyebab kamu masuk rumah sakit," jawab Davin.

__ADS_1


Kayra hanya menanggapi dengan ekspresi tidak percaya. Namun mengalihkan wajahnya dari hadapan Davin. Davin memegang dagu Kayra dan meluruskan kembali wajah Kayra tepat berhadapan dengannya.


" Apa yang di tunjukkannya padamu. Itu hanya masa lalu Kayra. Masa lalu yang sudah berakhir," ucap Davin yang berusaha meyakinkan Kayra.


" Aku tau itu masa lalu Davin. Tapi aku tidak tau kenapa aku harus memikirkannya dan membandingkan dengan diriku. Di mana kamu dengan jelas berhubungan dengannya. Status yang jelas dengan ungkapan perasaan dan aku....."


" Karena aku tidak mengatakan cinta kepadamu," sahut Davin melanjutkan kalimat Kayra. Dia seolah tau apa yang di pikirkan Kayra.


Kayra mengalihkan kembali wajahnya ke samping yang tidak ingin melihat Davin. Karena Davin bisa membaca apa yang di pikirkannya.


" Kayra apa ungkapan cinta begitu penting untukmu?" tanya Davin memegang pipi Kayra. Namun Kayra tidak menjawab pertanyaan itu.


" Lalu bagaimana jika aku katakan sekarang. Kayra aku mencintaimu. Apa yang kamu pikirkan setelah itu. Kamu hanya berpikiran jika aku mengatakan itu karena terjadi insiden yang kamu lihat," ucap Davin. Kayra hanya diam saja yang tidak menanggapi kata-kata Davin dan bahkan masih tidak melihat Davin.


" Lihat aku Kayra!" ucap Davin. Kayra pun akhirnya melihatnya.


" Semenjak malam itu. Malam aku mengakui mu sebagai istriku di depan semua orang. Semua sudah menjelaskan bagaimana perasaan ku kepadamu. Untuk cinta aku jujur padamu Kayra. Apa yang aku rasakan tidak sebesar saat itu. Namun setelah aku mengakui semuanya dan kemudian setelah itu semakin aku dekat denganmu perasaan ku semakin besar padamu. Ungkapan kata cinta ingin di katakan. Tetapi sekarang itu akan terkesan aneh jika aku mengatakannya. Karena apa yang aku katakan nanti seolah-olah hanya ingin menyamakan kamu dengan Pricilla," jelas Davin dengan matanya yang tidak lepas menatap Kayra.


" Aku hanya ingin kamu menjadi satu-satunya wanita di hidupku dan berbeda dengan yang lain. Aku tidak ingin ada kesamaan dengan yang lain, aku rasa kamu mengerti dengan perasaanku kepadamu," tegas Davin yang sudah menjelaskan semuanya cinta yang di ucapkannya itu sebenarnya. Namun dengan cara kata yang panjang dan begitu bermakna.


" Apa kamu meragukan perasaanku Kayra?" tanya Davin.


Air mata Kayra menetes dan dengan menggelengkan kepalanya dan memegang pipi Davin.


" Maafkan aku Davin. Aku tidak pernah meragukanmu. Aku hanya tidak mengerti dengan diriku. Aku jelas sudah menjadi milikmu. Kau jelas sudah milikku. Tapi aku selau goyah, takut jika masa lalu kembali padamu. Seperti yang kamu katakan. Aku selalu ingin kamu memperlakukan seperti Pricilla. Namun aku sadar jika kamu punya cara sendiri untuk membuktikan perasaan mu. Maafkan aku Davin aku yang salah dan tidak bisa memahaminya. Aku selalu terkecoh dengan Pricilla. Maafkan aku," ucap Kayra yang sekarang menyadari jika dia itu sangat mudah di pengaruhi Pricilla untuk meruntuhkan perasaannya dan meragukan Davin.


Davin tersenyum dan langsung memeluk Kayra dengan erat. Davin sangat paham dengan Kayra yang seperti itu.


...🌹Para readers ku jangan lupa ya mampir ke Novel terbaru aku. Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah....


...Menceritakan kisah Asyifa yang sudah dewasa. Kalau kalian membaca novel Tertulis Dalam Imamku. Ada sepenggallan cerita Asyifa saat kecil. Asyifa anak dari Rania dan Rendy. 🌹🌹🌹...


...Jadi yang menunggu-nunggu ceritanya sekarang sudah di up ya. Tinggalkan jejak, komet dan vote sebanyak-banyaknya ya. Terima kasih untuk semuanya....

__ADS_1



Bersambung


__ADS_2