Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 204


__ADS_3

Davin keluar dari kamar Kayra setelah mengganti pakaiannya yang tadi di belikan Kayra, sangat simple hanya Hoodie berwarna coklat yang cocok untuk Davin yang membuat Davin terlihat jauh lebih santai.


"Sangat pas pakaiannya. Aku tidak percaya kau masih ingat ukuran baju ku," ucap Davin.


"Aku hanya memilih asal saja," sahut Kayra kembali judes. Davin hanya mengangkat ke-2 bahunya. Ya Kayra memang tidak akan mungkin mengatakan mengingatnya.


"Sarapanlah!" ajak Kayra. Davin mengangguk dan langsung menyusul Kayra untuk sarapan bersama. Davin dan Kayra duduk berhadapan dan bahkan Kayra mengambilkan nasi goreng untuk Davin. Dia sudah seperti istri saja yang kembali melayani suaminya.


"Terima kasih!" ucap Davin saat menerima piring yang sudah berisi nasi yang sudah di siapkan Kayra. Kayra hanya menganggukkan kepalanya saja dan dia juga ikut sarapan. Karena memang dia belum sarapan sama sekali.


"Kau jauh lebih baik sekarang," ucap Davin sembari mengunyah makananya.


"Aku dari dulu memang baik," sahut Kayra.


"Iya aku tau itu," sahut Davin. Kayra tidak menanggapi lagi dan ikut makan bersama Davin. Mereka sarapan bersama dan tidak ada lagi obrolan di antara ke-2nya baik dari Kayra dan juga Davin.


Tidak lama selesai sarapan dan juga sudah mencuci piring. Kayra dan Davin pun akhirnya keluar dari Apartemen yang pasti langsung menuju sekolah Brian yang mereka berdua akan menemani Brian dalam pelaksanaan hari pekan olahraga di sekolah Brian.


Davin dan Brian berada di dalam mobil. Sama saja tidak ada obrolan di antara ke-2nya, Davin fokus menyetir dan Kayra duduk di sebelahnya yang juga punya kesibukan sendiri. Ya kesibukannya hanya diam dengan melihat ke luar jendela melihat ke ramaian kota Jakarta.


Sepanjang perjalanan Davin dan Kayra tidak ada pembicaraan sampai akhirnya tiba di sekolah Davin. Yang juga banyak orang-orang tua murid berdatangan yang pasti untuk mendukung anak-anak mereka.


Kayra dan Davin pun langsung turun dari mobil dan sebelum memasuki arena sekolah. Davin dan Kayra mengisi data-data dulu bahwa mereka orang tua dari siapa. Setelah bergantian menyelesaikannya. Mereka berdua pun akhirnya memasuki sekolah untuk mencari di mana Brian.


Ternyata Brian sedang bermain dengan teman lelakinya.


"Brian!" panggil Kayra.

__ADS_1


"Mama, papa," sahut Brian yang terkejut melihat kedatangan orang tuanya, "ayo aku kenali sama mama dan papaku!" ajak Brian pada temannya dan temannya mengikut saja. Brian pun langsung berlari dengan temannya menghampiri Kayra dan Davin.


"Mama, papa!" Brian dengan semangatnya langsung memeluk ke-2 orangnya itu di mana Kayra dan Davin duduk dengan bersebelahan.


"Ternyata mama dan papa benar-benar datang, Brian senang sekali," ucap Brian.


"Pasti datang dong Brian kan ingin melihat Brian yang pasti sangat hebat," ucap Davin yang melepas pelukan itu dengan memegang pucuk kepala Brian.


"Papa bisa aja," sahut Brian, "oh iya pah, mah, ini teman Brian, namanya Brandon. Brandon ini mama dan papa Brian," ucap Brian dengan pintarnya memperkenalkan orang tuanya.


"Hallo Tante, Hallo Om, aku Brandon," ucap Brandon.


"Hallo anak tampan, salam kenal ya," sahut Kayra.


"Iya Tante. Brian mama dan papa kamu sangat cantik dan tampan. Kamu enak sekali Brian mama dan papa kamu tidak tinggal serumah. Tetapi bisa datang bersamaan. Sementara aku hanya mama saja yang datang," ucap Brandon.


"Karena papa aku bilang mama dan papa aku tidak divorve beda dengan mama dan papa kamu," sahut Brian dengan lancarnya bicara. Kayra pasti kaget mendengar kata-kata Brian yang sudah sejauh itu. Namun tidak dengan Davin. Karena sebelumnya Brian sudah menanyakan hal itu kepadanya dan memang Davin mengatakan apa adanya. Jika dia dan Kayra tidak bercerai dan bahkan berjanji pada Brian akan tinggal serumah lagi.


"Apa maksudnya?" tanya Kayra pelan pada Davin saat mendengar dia orang anak kecil yang bicara. Namun pembahasan mereka sangat dewasa.


"Nanti aku jelaskan. Brian sempat menayakan masalah kepadaku dan mungkin ini teman dekat Brian yang orang tuanya berpisah dan makanya Brian mengerti masalah Divorce," jelas Davin dengan singkat.


"Kamu tenang saja Brandon. Nanti juga mama dan papa kamu akan sama-sama lagi. Sama dengan aku. Aku juga dulu hanya sama mama. Tetapi papa tiba-tiba datang dan sekarang mereka juga menemani aku untuk mengikuti pekan olahraga," ucap Brian.


"Iya sih," sahut Brandon.


"Brian ayo nak kita masuk, jangan cerita terus. Brandon mama kamu di mana?" tanya Kayra.

__ADS_1


"Di sana Tante ayo Brandon kenalin," sahut Brandon menunjuk di tempat keramaian.


"Baik sayang," sahut Kayra.


Kayra, Davin, Brian, Brandon akhirnya pun pergi ke tempat keramaian yang para orang tua murid-murid sedang menunggu yang mungkin sebentar lagi acaranya akan di mulai.


Tibalah acara di mulai dan Brian dan anak-anak lainnya sedang berada di lapangan yang mengikuti perlombaan lari estafet. Sementara Kayra dan Davin duduk di bangku penonton bersama orang tua lainnya yang memberikan suport dan pasti menjadi suporter yang heboh.


"Ayo Brian kamu pasti menang!" teriak Kayra dengan semangatnya sampai berdiri untuk melihat lebih dekat putranya itu.


"Brian cayo!" teriak Kayra dengan hebohnya dan Davin di sampingnya juga ikut memberikan semangat. Namun tidak seheboh Kayra.


"Baiklah dalam hitungan 3 kita mulai. 1, 2,3," ucap panitia yang memberikan arahan dan anak-anak kecil itu langsung berlari agar menjadi pemenangnya.


"Brian cayo, Brian semangat, lari yang kencang," teriak Kayra. Brian memang lari sangat kencang dan menunjukkan kempuan nya dan dengan kelincahannya sampai Brian maju ke garis finish.


"Yeeeee!" teriak Kayra dengan hebohnya yang putranya menjadi pemenang Davin. Juga terlihat sangat bahagia sampai berdiri bertepuk tangan. Kayra saking bahagianya memegang ke-2 tangan Davin.


"Brian menang!" ucap Kayra yang refleks dengan apa yang di lakukannya pada Davin dan Davin tersenyum. Namun Kayra langsung cepat menyadari dan melepas tangannya tersebut dan kembali fokus melihat kedepan dengan bertepuk tangan. Walau Kayra sudah mulai canggung dengan apa yang di lakukannya barusan kepada Davin.


Davin hanya tersenyum. Terkadang spontanitas itu jauh lebih indah. Dan mungkin itu awal yang baik.


"Mama papa, Brian menang!" teriak Brian pada orang tuanya. Kayra dan Davin mengangguk dengan melambaikan tangan dan juga memberi acungan jempol yang bangga dengan Brian.


Selain permainan estafet sekarang Brian juga mengikuti permainan lain bersama teman-temannya yang sekarang lomba lompat karung seperti 17 Agustusan aja. Namun tetap Brian mengikuti dengan semangat.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2