Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab27 Melakukan percobaan.


__ADS_3

Otak Davin bercabang-cabang dan sudah traveling kemana-mana dengan melihat Kayra yang begitu cantik. Davin melangkah perlahan lebih memasuki memasuki kamar dengan pintu yang sudah di tutupnya.


Kayra yang mendapatkan apa yang di carinya berlalu dari meja rias kembali berjalan menuju kamar mandi. Namun matanya fokus melihat benda yang di pegangnya tanpa sadar ada Davin menghalangi jalannya dan....."


" Brukkkk!" terjadi tabrakan antara Davin dan Kayra. Kayra menabrak dada bidang Davin sehingga tubuhnya rapat pada Davin dengan ke-2 tangan Davin memegang ke-2 bahunya di mana wajah Kayra masih mencium dada Davin.


Kayra perlahan mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Davin yang membuat ke-2nya saling melihat melihat. Mata ke-2nya sama-sama berkeliling mengamati wajah masing-masing dengan hembusan napas berat yang saling menerpa dan ada getaran-getaran kecil di dalam sana yang tidak tau apa itu artinya.


Harumnya tubuh Kayra seakan memabukkan Davin yang membuatnya diam tak berkutik yang tidak melepas pandangan pada wanita cantik di depannya yang tak lain adalah istrinya.


" Papa memperkosa mamamu. Papa memproduksi kamu dengan sedikit paksaan. Karena denga mamamu melahirkan seorang anak. Maka Perusahaan akan menjadi milik papa," Lintasan perkataan papanya teringat di dalam benak Davin yang otak Davin mulai bekerja dan dengan cepat dia malah menjatuhkan Kayra keatas ranjang yang membuat Kayra kaget.


" Davin!" Pekik Kayra. Davin yang berdiri lurus di depan Kayra langsung membuka jasnya yang membuat Kayra heran dengan apa yang di lakukan pria itu.


" Apa yang kau lakukan Davin?" tanya Kayra panik dengan tingkah Davin yang sepertinya kesetanan. Setelah jas itu terlempar kesembarang tempat. Davin menindih tubuh Kayra dengan ke-2 tangan Kayra yang di cengkramnya yang sejajar dengan kepala Kayra.


Kayra semakin kaget dengan tindakan Davin yang kurang ajar kepadanya. Dan Davin tanpa berpikir panjang langsung ingin mencium leher jenjang Kayra. Kayra dengah cepat langsung menendang barang berharga Davin.


" Auhhhhhhh!" teriak Davin yang langsung bangkit dari atas tubuh Kayra dan langsung memegang barang berharganya dengan ke-2 tangannya dengan kesakitan dan Kayra langsung duduk dengan wajah Kayra yang panik.


" Kayra kau benar-benar gila!" teriak Davin.


" Kau yang gila. Apa yang kau lakukan kepadaku," sahut Kayra yang tidak peduli dengan Davin yang kesakitan dia juga memaki Davin karena perbuatan mesum Pria itu.


" Tapi apa kau harus menendang ku. Kau tidak tau sakit!" bentak Davin marah-marah.


" Itu bukan salahku, makanya jangan kurang ajar kepadaku," sahut Kayra dengan santai yang pasti akan melawan Davin.


" Ahhhhhh, kau itu benar-benar," geram Davin masih kesakitan asetnya pasti terluka gara-gara Kayra.


" Kau jangan menyalahkanku. Kau ingin macam-macam kepada ku, ingat kita hanya menikah kontrak. Jadi kau jangan aneh-aneh kepadaku, apa lagi punya pikiran untuk menyentuhku," sahut Kayra menegaskan.


" Aku juga tidak Sudi menyentuhmu," sahut Davin menyangkal.

__ADS_1


" Tidak sudi katamu. Lalu yang kau lakukan tadi apa namanya. Dasar mesum," sahut Kayra mengumpat dengan kesal.


" Heh, asal kau tau saja. Aku juga melakukan itu terpaksa. Karena aku harus mempunyai anak," sahut Davin yang asal bicara. Berarti dia memang ingin melakukannya dan tertarik mengikuti cara papanya.


" Lalu apa urusannya denganku. Kau pikir aku pabrik apa yang harus memproduksi anak untuk mu," sahut Kayra kesal dengan menautkan ke-2 alisnya.


" Aku harus mendapatkan warisan dengan cepat dan itu artinya kau harus hamil," ucap Davin yang ingin bernegosiasi dengan Kayra.


" Enak, aja kau asal bicara. Kau pikir aku apaan, itu bukan urusanku. Ingat tidak ada perjanjian untuk hal itu. Jadi kau jangan macam-macam padaku," sahut Kayra yang langsung bangkit dari duduknya dan langsung pergi kembali kekamar mandi.


" Argggghhh, wanita sialan, berani sekali dia menyakitiku, dia juga mengingatkan ku masalah kontrak itu. Dia pikir aku bernafsu apa dengannya. Ini juga salah papa. Malah menceritakan pengalamannya. Argggghhh!" teriak Davin dengan emosi.


Sudah jatuh tertimpa tangga pula sungguh malang nasib Davin. Aset berharganya telah di tendang istrinya tanpa dosa. Ya Davin memang mewarisi sifat papanya yang begitu ambisi dalam pekerjaan.


**************


Karena perbuatan Davin sendiri dia harus menahan rasa sakit. Sementara Kayra sudah keluar lagi dari kamar mandi dan melihat Davin sepintas yang duduk di sofa dengan wajah Davin yang begitu masam yang seolah ingin membalaskan dendam untuk Kayra.


Melihat Davin membuat Kayra ngeri-ngeri sedap dan langsung mengalihkan pandangannya dari Davin yang terus menatapnya penuh emosi dia juga harus hati-hati lain kali yang mana Davin bisa melakukan hal itu lagi.


Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt.


Tiba handphonenya Kayra berdering membuat Kayra mengambil handphonenya yang ada di atas nakas. Kayra melihat panggilan masuk dari mamanya. Kayra sangat lama mengangkatnya dan akhirnya pun mengangkatnya.


" Hallo ma," sahut Kayra.


" Kamu kirim uang malam ini juga 50 juta," ucap Susan seenak jidatnya yang meminta uang pada Kayra.


" Untuk apa ma?" sahut Kayra menekan suaranya lumayan keras. Namun Kayra memelankan suaranya ketika menyadari Davin memperhatikannya.


" Untuk apa lagi jika bukan membayar hutang papa kamu," jawab Susan.


" Hutang apa?" tanya Kayra bicara pelan-pelan yang begitu shock dengan pernyataan mamanya.

__ADS_1


" Heh, Kayra. Papa kamu itu punya hutang di sana sini. Dan mama sudah membayar selama ini pontang panting dan sekarang mama sudah kehabisan uang. Jadi kamu kirim malam ini juga untuk membayar hutang papamu," tegas Susan.


" Mana mungkin ma, Kayra mana ada uang sebanyak itu dan lagian papa juga bukannya hutangnya sudah lunas semuanya," sahut Kayra yang sepengetahuannya papanya tidak meninggalkan hutang apapun.


" Jadi kamu pikir mama bohong gitu. Apa perlu mama suruh rentenir itu untuk kerumah kamu sekalian agar dia yang minta sendiri hutang papa kamu sama kamu. Biar sekalian aja keluarga dari Davin tau," ucap Susan memberikan ancaman.


" Tidak perlu seperti itu ma. Tapi Kayra memang tidak ada uang," ucap Kayra apadanya. Tiba-tiba Davin sudah ada di sampingnya dan menarik handphone Kayra dari tangan Kayra yang membuat Kayra kaget.


" Davin!" Lirih Kayra. Davin menjauhkan tangan Kayra yang ingin mengambil handphone tersebut. Davin meletakkan handphone itu di telinganya.


" Kamu jangan alasan ya Kayra. Mama tidak mau tau kamu harus kirim malam ini juga. Lagian suami kamu itu orang kaya. Uang 50 juta tidak akan ada artinya untuk dia. Jadi kamu jangan bertingkah. Lakukan apa yang mama perintahkan. Kamu peras suami kamu itu. Ingat kamu juga menikah dengan orang kaya untuk uanganya. Jadi jangan di makan sendiri uanganya," ucap Susan yang bicara seenaknya tanpa sadar jika dia bicara pada Davin langsung.


" Kirimkan no rekeningnya," sahut Davin dengan suara beratnya. Susan yang menelpon di sana langsung kaget mendengarnya. Dan Kayra hanya pasrah saja.


" Hmmm, mantuku," sahut Susan yang suaranya berubah menjadi lembut.


" Hmmm, mama hanya panik, makanya suka bicara asal-asalan. Ya mantuku mama memang seperti itu kalau bicara," sahut Susan mencari alasan agar Davin tidak berpikir yang tidak-tidak padanya.


" Langsung kirimkan no rekeningnya. Aku akan langsung mengirimnya," sahut Davin yang tidak ingin basa-basi.


" Oh, iya-iya, pasti, makasih ya mantuku. Kamu itu memang menantu yang....."


Tut-tut-tut-tut-tut Davin langsung mematikan panggilan dari Susan sebelum Susan mengeluarkan pujian-pujian yang membuat telinga Davin sakit.


" Isssss, kok di matikan sih. Tapi tidak apa-apa yang penting 50 jutanya dapat. Lagian Davin orangnya santai. Dia tidak akan mengambil hati dengan kata-kata ku," batin Susan dengan tersenyum lebar dan langsung mengirim Nomo rekening itu.


Davin yang masih berdiri di depan Kayra dengan memegang ponsel Kayra langsung mendapatkan notif dan Davin langsung mengeluarkan handphonenya dari dalam sakunya. Jarinya bergerak cepat yang mungkin langsung mentransfer apa yang di minta mertuanya yang serakah itu.


Setelah selesai melakukan transaksi. Davin langsung melempar handphone Kayra ke atas tempat tidur tepat di samping Kayra. Kayra tidak bicara apa-apa dan Davin langsung beralih dari hadapan Kayra menuju kamar mandi.


" Hhhhhhhhh!" Kayra menghembuskan napasnya kedepan dengan mengusap wajahnya kasar sampai mengusap kepalanya sampai belahan rambutnya.


" Mama benar-benar keterlalu. Aku baru menikah dengan Davin dan dia sudah meminta uang. Padahal semua uang dari Davin sudah di terimanya. Bahkan maharku sekalipun sudah di terimanya. Kemana uang itu. Seharusnya kalau papa punya hutang sudah di lunasi sejak awal. Tapi apa yang di lakukan mama. Aku tidak tau lagi apa sebenarnya. Aku tidak tau apa yang benar dan sampai kapan semua ini akan seperti ini," batin Kayra dengan wajahnya sendu.

__ADS_1


Davin memang langsung gercep mengirim, sebelum Kayra meminta dan seandainya Davin tidak taupun. Kayra pun pasti tidak akan memintanya pada Davin ya tidak tau ala yang di lakukan Kayra. Tapi pasti dia tidak mungkin meminta pada Davin.


Bersambung


__ADS_2