Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 244


__ADS_3

"Saya senang sekali bisa berkunjung kerumah sakit ini dan bertemu dengan dokter-dokter hebat di sini. Ya sungguh saya sangat senang sekali," ucap Altarik.


"Dan ini Dokter-dokter yang mengikuti tugas menjadi relawan," ucap profesor itu yang lagi-lagi menjelaskan dengan detail.


"Iya saya tau itu dan mereka semua adalah orang-orang yang begitu hebat yang sudah membatu banyak korban. Saya berterima kasih untuk kalian semua yang sudah membanggakan rumah sakit ini," ucap Altarik.


"Terlau lebay mengeluarkan kata-kata seperti itu," batin Bella yang tampak tidak suka mendengar kata-kata itu.


"Dan iya saya juga sangat berterima kasih untuk wanita yang satu ini yang sudah pulang dengan selamat demi cucu saya," ucap Altarik melihat kearah Kayra membuat orang-orang heran.


"Tuan mengenal Dokter Kayra?" tanya profesor itu.


"Ya saya sangat mengenalnya, Dokter cantik ini adalah menantu saya," jawab Altarik yang mengejutkan semua orang. Termasuk Bella dengan matanya yang melotot yang tidak percaya dengan kata-kata Altarik.


"Menantu!" pekik Bella lumayan kuat yang cukup mencuri perhatian orang-orang, "Hmmm maksud saya, apa yang di katakan pak Altarik?" tanya Bella dengan pelan.


"Iya ini adalah menantu saya. Davin dan Kayra sudah menikah sejak lama dan bahkan ke-2nya sudah memberikan saya seorang cucu laki-laki yang sangat tampan," jelas Altarik.


Kayra sendiri sebenarnya lumayan gelisah dengan pengakuan Altarik. Padahal Kayra belum siap untuk hal itu. Tetapi mau bagaimana lagi semuanya sudah tau dan Kayra hanya bisa pasrah.


"Dugaan kita lebih parah, mereka suami istri,"bisik Maya.


"Sungguh tidak terduga," sahut Anggi yang bisik-bisik dengan Maya yang pasti mereka begitu schok dan akhirnya apa yang membuat mereka penasaran selama ini telah terjawab. Kayra dan Davin bukan lagi pasangan kekasih melainkan ternyata suami istri.


"Ya ampun berita ini sangat tidak terduga ternyata selama ini Dokter Kayra adalah istri tuan Davin," sahut Professor tersebut yang tersenyum dan dokter-dokter lain pun sama-sama tidak percaya dengan apa yang mereka dengar untuk Dokter relawan yang ikut bersama Kayra seharusnya sekarang sudah tau dan sangat paham. Karena mereka sebelumnya mereka juga melihat kedekatan Davin dan Kayra.


"Ya ampun Dokter Kayra kenapa tidak pernah mengenalkan suaminya yang ternyata pimpinan rumah sakit ini. Hmmm pasti takut ada ulat bulu ya," ucap Anggi yang menyindir Bella.


"Ternyata Pak Davin tidak jomblo lagi. Kasihan sekali buat orang-orang yang sudah berharap padanya," sahut Maya yang tidak kalah mengeluarkan sindirannya.

__ADS_1


"Memang siapa yang berharap pada saya," tanya Davin.


"Pasti banyak lah," sahut Maya.


"Kalau begitu jangan ada yang berharap lagi pada saya. Karena sekarang saya sudah bersama istri saya dan kami juga mempunyai seorang anak," sahut Davin menegaskan dan bahkan merangkul bahu Kayra membuat Kayra salah tingkah dan pasti gugup dengan perlakuaan Davin.


"So sweet," teriak salah satu Dokter yang bersorak dan Kayra yang adanya bertambah malu dan jangan tanya bagaimana dengan Bella yang sejak tadi mengepal tangannya yang ternyata benar-benar kalah dari Kayra.


Baru saja mau mendekat calon papa mertua eh sudah di ulti sendiri dengan memperkenalkan menantunya. Benar-benar Bella nasibnya sangat tidak berpihak padanya dan Kayra memang adalah istri Davin. Tidak perlu juga Davin menjelaskan panjang lebar tentang yang lainnya.


***********


Davin dan Kayra makan siang bersama di kantin rumah sakit. Meski orang-orang rumah sakit mereka itu tau pasangan suami istri masih aja ada yang berbisik-bisik. Mungkin mereka tidak menyangka Kayra menikah dengan pimpinan rumah sakit.


"Mereka masih saja menceritaiku," ucap Kayra dengan kesal yang melihat di sekelilingnya yang merasa di ceritai.


"Siapa yang menceritai mu, kami itu kepedean mana ada yang menceritai mu," ucap Davin.


"Kamu ini bicara apa sih, jangan berbicara asal seperti itu, tidak ada yang mengatakan itu. Apa perlu aku menegaskan pada mereka untuk berhenti bergosip," sahut Davin yang ingin berdiri. Namun langsung di cegah oleh Kayra.


"Issss, jangan kamu ini ya benar-benar," cegah Kayra yang tidak mau ada keributan. Davin ini kadang-kadang ada gila-gilanya dan bisa saja Davin melakukan hal itu.


"Ya sudah kalau begitu jangan memikirkan apa yang tidak perlu di pikirkan, ayo cepat lanjutkan makannya," ucap Davin yang tidak mau Kayra kepikiran dengan hal yang tidak penting.


"Iya-iya," ucap Kayra, "oh iya Brian bagaimana siapa yang menjemputnya?" tanya Kayra baru teringat dengan putranya itu.


"Aku sudah menyuruh Dion menjemputnya dan mengantarkannya kemari," jawab Davin.


"Kenapa bukan kamu yang jemput?" tanya Kayra.

__ADS_1


"Memang tidak boleh Reyhan?" tanya Davin.


"Alah bisanya juga kamu yang jemput Brian. Bahkan aku bilang tidak usah kamu tetap ngotot sekarang aja mentang-mentang kita mau nikah mulai deh sudah asal-asal sama Brian pakai di suruh-suruh Reyhan yang menjemputnya," ucap Kayra dengan sewot


"Apa dari kesimpulan dari keluhan kamu ini ingin mengatakan kalau aku ini sudah mendapatkan ibunya. Lalu lupa pada anaknya?" tanya Davin dengan ke-2 alisnya terangkat.


"Ya lalu," sahut Kayra.


"Tapi kamu benar sih, aku sudah dapat ibunya. Jadi sudah," sahut Davin membuat Kayra kesal dengan menatap Davin horor dan memukul Davin.


"Keterlaluan ya kamu, benar-benar ya," geram Davin.


"Sakit Kayra, ampun," keluh Davin pertengkaran manis itu bikin baper orang-orang saja.


"Syukurin, menyebalkan sih," sahut Kayra dengan kesal.


"Bukan begitu sayang. Aku hanya ingin berduan dengan kamu saja dan Brian pasti mengerti itu. Bukannya dia yang selalu mempunyai ide untuk hubungan kita," ucap Davin dengan santainya.


"Siapa memberi izin untuk panggil-panggil sayang," ucap Kayra dengan kesal.


"Ya memang harus panggil sayang," sahut Davin yang memang spontan memanggil Kayra dengan panggilan manis itu.


"Issss dasar menyebalkan," geram Kayra.


"Sudahlah sayang jangan marah-marah mulu. Aku hanya bercanda. Brian itu anak kita berdua. Mana mungkin aku muluapkan nya," ucap Davin.


"Sudah jangan di pikirkan lagi, sekarang ayo kamu makan lagi," ucap Davin yang menyodorkan makanan kemulut Kayra untuk Kayra menerima suapan itu. Kayra pasti malu dengan tindakan Davin di depan umum. Tetapi ketika Kayra melihat Bella. Kayra langsung membuka mulutnya.


Kayra sekarang sengaja membuat Bella kepanasan dengan menunjukkan keromantisannya dan memang sekarang terlihat begitu romantis.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2