Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 109 memutuskan


__ADS_3

" Davin apa yang mau lakukan?" tanya Pricilla begitu terkejut dengan sikap Davin yang begitu kasar.


" Kau masih bertanya seharusnya aku yang bertanya. Apa kau puas membuat semuanya berantakan! kau membuat kekacauan di rumahku!" teriak Davin dengan suaranya yang menggelegar.


" Apa maksudmu aku datang ke sana mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Memang itu kenyataan jika aku dan kau menjalin hubungan. Apa aku salah mengatakan kebenarannya pada Oma," sahut Pricilla dengan suara yang tidak kalah kuatnya dengan matanya yang terbuka lebar


" Kau masih bertanya itu salah atau tidak. Sekarang aku bertanya pada mu kebenaran apa yang kau katakan. Kau dengar aku Pricilla. Apa yang kau lakukan sudah merusak semuanya. Kau itu terlalu lancang kerumah ku dan membuat Oma marah, membuat kekacauan di sana. Aku sudah mperingatkanmu untuk tidak datang kesana. Tetapi kau sudah merusak semuanya!" teriak Davin menunjuk tepat di wajah Pricilla.


" Davin aku melakukan ini demi hubungan kita. Oma harus tau jika selama ini kita punya hubungan. Kita telah kembali seperti dulu itu adalah kebenaran yang harus di ketahui Oma dan kamu datang kemari pasti untuk aku. Aku tau marah dengan semua yang aku lakukan. Tetapi juga pasti kedatangan kamj untuk memperbaiki segalanya iya kan," ucap Pricilla merendahkan suaranya dan mendekati Davin. Bahkan memegang tangan Davin.


Davin langsung menepisnya kasar membuat Pricilla terkejut.


" Kau salah Pricilla. Aku dan kau tidak punya hubungan apa-apa. Mungkin iya aku ingin memperbaiki segalanya dan aku rasa tidak ada salahnya kita mulai semuanya dari awal lagi. Tetapi saat kau melakukan hal murahan bersama ibumu. Di sana aku sudah mulai ragu dan tidak ada kesempatan untukmu. Meski kau berubah dan sangat terbaik di depan mataku. Aku tidak mungkin kembali kepadamu," tegas Davin yang membuat Pricilla terkejut.


" Apa yang kau katakan Davin?" tanya Pricilla dengan suaranya yang tertahan, suaranya yang bergetar dengan matanya berkaca-kaca dan perasannya tidak menentu dengan debaran jantungnya yang semakin berdetak kencang.


" Kedatangan ku langsung menemuimu untuk mengatakan kepadamu. Jangan pernah menggangguku. Aku dan kau tidak ada hubungan apa-apa lagi. Bahkan kita sudah selesai 5 tahun lalu. Bahkan tidak ada yang tersisa di perasanku kepadamu!" tegas Davin mengejutkan Pricilla yang membuat Pricilla shock dengan dadanya kembang kempis yang tidak percaya Davin mengatakan itu. Air matanya bahkan mengiringi arti perasaannya.


" Davin apa yang kau katakan kau memutuskanku?" tanya Pricilla dengan suaranya tertahan yang mendekati Davin dengan linangan air matanya.

__ADS_1


" Kau jangan bercanda Davin. Davin kau jangan seperti ini. Aku minta maaf karena sudah lancang datang kerumahmu dan membuat keributan di sana. Maafkan aku Davin aku melakukan semua ini untuk kebaikan kita. Aku sungguh menyesal. Kau tidak bisa memutuskan begitu saja Davin," ucap Pricilla tidak terima yang menagis sengugukan di depan Davin dengan memegang tangan Davin.


" Pricilla aku dan kau tidak ada hubungan apa-apa. Hubungan kita sudah selesai beberapa tahun yang lalu dan saat kau kembali. Kita juga tidak ada hubungan apapun. Jadi tidak ada yang memutuskanmu. Karena kita memang tidak pacaran sama sekali," tegas Davin.


" Davin apa yang kau bicarakan. Jadi maksudmu selama ini apa. Kita dekat dan menjalankan hari-hari. Bahkan kamu rela menantang Oma dan kita bersembunyi dalam hubungan kita. Apa itu tidak menandakan jika selama ini kita ada hubungan yang special. Lalu kenapa Davin. Kamu tiba-tiba harus seperti ini seolah tidak terjadi apa-apa di antara kita," ucap Pricilla marah-marah sembari menangis.


" Seperti yang aku katakan. Mungkin aku masih ingin berharap sedikit untuk hubungan itu. Mengelolah kembali perasaanku kepadamu. Tetapi ternyata aku tidak merasakan apa-apa bersamamu dan aku rasa memang kita bukan di takdirkan untuk bersama. Karena perasaanku sudah tidak ada kepadamu lagi!" tegas Davin.


" Tidak mungkin Davin. Kita saling mencintai. Aku tau itu. Alasanmu tidak masuk akal. Katakan kepadamu apa yang membuat perasaanmu hilang. Katakan apa sudah ada wanita lain di hatimu?" tanya Pricilla memastikan yang merasa begitu terluka.


" Kau benar ada wanita lain di hatiku," jawab Davin. Pricilla semakin shock mendengarnya.


" Dia yang selama ada di hatiku yang menguasai diriku. Dia protitas utamaku dan pasti aku mengatakan ini kepadamu untuk mengakhiri apa yang tidak terjadi padamu. Karena aku tidak ingin melukainya," tegas Davin.


" Aku minta maaf sudah memberimu banyak harapan. Aku berharap kau mengerti dan bisa menemukan laki-laki yang terbaik untukmu dan bukan aku. Karena aku juga ingin menjadi laki-laki yang terbaik untuk dia. Jangan menggangguku Pricilla!" tegas Davin yang sudah selesai menyampaikan semua keinginan yang ingin di bicarakannya dan setelah itu Davin pun meninggalkan Pricilla.


" Davin!" panggil Pricilla yang berharap Davin menghampirinya dan merubah keputusannya.


" Aku mencintaimu Davin, kau tidak bisa melakukan semua kepadaku Davin!" Pricilla berteriak-teriak. Namun apa Davin tidak mempedulikannya.

__ADS_1


***********


Sementara di rumah. Kayra sejak tadi menangis karena dia merasa begitu sakit hati dengan apa yang terjadi. Kayra berdiri di depan wastafel dan mencuci wajahnya di wastafel lalu melihat ke cermin.


" Aku tidak pernah sadar dengan diriku yang seperti apa. Semua ini terjadi begitu saja. Apa itu juga salahku. Jika akhirnya aku melibatkan perasaanku ke dalam hubungan ku dan Davin. Seharusnya aku aku tidak melibatkan perasaanku. Seharusnya aku sadar dan tidak berharap terlalu banyak untuk semua ini. Ini ternyata sangat menyakitkan," ucap Kayra yang terasa begitu terluka dengan apa yang terjadi.


"Sudahlah Kayra kau tidak bisa berharap untuk hal lain. Hentikan semua ini Kayra, sebaiknya kau sadar agar semua tidak semakin sakit," ucap Kayra dengan menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.


Kayra memegang perutnya. Air matanya hanya menetes saat menyadari di masa kehamilannya mengalami hal yang begitu berat. Namun Kayra mencoba tenang dan menyeka air matanya. Lalu langsung keluar dari kamar mandi. Sejak kejadian tadi Davin sama sekali belum menemuinya dan Kayra berharap Davin menemuinya. Namun hanya sia-sia yang mungkin itu tidak terjadi dan Kayra pun mengambil tasnya dan ponselnya lalu ke luar dari kamar.


Saat menuruni anak tangga Kayra berpapasan dengan Mesya dan Giselle juga Zoy yang menghalangi jalannya.


" Buru-buru amat mau kepengadilan," celetuk Giselle membuat Kayra melihat ke arah Giselle.


" Hmmm, aku salah bicara ya. Ya kalau dalam situasi seperti ini ya apa lagi kalau bukan langsung ke pengadilan aja," lanjut Giselle lagi


Mesya hanya tersenyum mendengarnya.


" Ya tau dirilah makanya jangan mimpi mau jadi tuan rumah di rumah ini," sambung Mesya yang tampak menyusukan Kayra. Kayra tidak mau meladeni orang-orang itu dan langsung pergi.

__ADS_1


" Kabari ya lalai sudah cerai," teriak Giselle yang tertawa-tertawa dengan Mesya. Namun Zoy terlihat tidak menikmati lelucon itu. Bahkan hanya diam dan tidak bicara, atau tidak tertawa sama sekali.


Bersambung


__ADS_2