Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 255


__ADS_3

Apa yang di katakan Pricilla jelas sangat mengejutkan semua orang yang tidak percaya dengan kata-kata itu. Bahkan mereka semua saling melihat.


"Apa yang di katakan Pricilla, Cika anak dari Lian," batin Kayra yang begitu terkejut mendengarnya.


"Mama ada apa ini kenapa Brian mendengar nama teman Brian di panggil," ucap Brian yang bertanya pada sang mama.


"Brian, Brian sekarang kekamar ya. Ini tidak apa-apa. Nanti mama akan cerita pada Brian," ucap Kayra pelan yang memang harus menyuruh putranya untuk pergi. Karena tidak mungkin putranya ada di sini dan mendengarkan apa yang tidak harus di dengarnya.


"Baik mah," sahut Brian yang begitu penurut dan langsung pergi.


"Apa yang kau katakan?" tanya Mesya dengan matanya yang terbelalak kaget yang langsung melangkah mendekati Pricilla berdiri di depan Pricilla, "Pricilla kenapa kamu bawa-bawa nama Lian. Dan Cika. Siapa Cika?" tanya Mesya yang shock plus bingung dengan pengakuan dari Pricilla.


"Cika adalah putriku. Dia berbeda 5 bulan dari Brian anak Kayra dan Davin, aku hamil setelah di perkosa oleh Lian saat aku ingin menemui Davin saat waktu itu Davin mengetahui semua keburukanku," jelas Silvia yang mengejutkan semua orang.


"Eh Pricilla kamu jangan sembarangan menuduh kak Lian. Kamu itu perempuan yang tidak benar dan jangan mengarang cerita," sahut Giselle yang tidak terima dengan Silviana menuduh kakaknya.


"Pricilla kamu jangan membuat Drama lagi. Kemarin kamu mengatakan Cika anak kak Davin dan sampai tes DNA segala dan hasilnya nihil dan jangan karena kamu tidak dapat ayah untuk anak kamu dan sekarang kamu ingin mengarang cerita lagi dengan mengatakan kalau kak Lian ayah dari anak kamu. Apa kamu sebegitu terobsesinya dengan keluarga ini sampai kamu melibatkan semua orang," sahut Zoy yang pasti tidak mudah percaya dengan kata-kata Kayra.


"Aku tau kalian tidak akan percaya dengan apa yang aku ucapkan. Tetapi itu adalah kenyataan jika aku hamil anak Lian dan anak itu sudah lahir dan sekarang sedang sakit dan membutuhkan donor dari ayahnya," tegas Pricilla. Kayra dan Davin saling melihat.


Meski semua orang tidak percaya. Namun dari ekspresi wajah Kayra yang di tunjukkan sangat terlihat jelas kalau Kayra percaya dengan apa yang di katakan Pricilla saat ini.


"Jangan bicara sembarangan kamu. Jangan mengulang kata-kata yang tidak masuk akal itu. Kau pikir kami akan termakan dengan omongan mu. Tidak akan termakan sama sekali dengan omongan mu. Jadi jangan asal bicara," ucap Mesya yang semakin tidak terima dengan pengakuan dari Pricilla


"Mungkin aku banyak melakukan kesalahan, banyak mengatakan ini dan itu. Tapi apa yang aku katakan adalah kebenarannya. Kali aku tidak berbohong dan aku mengakui semua ini karena aku sangat membutuhkan donor untuk anakku. Kalian tanya Kayra, dia sendiri adalah Dokter dari Cika anakku. Jadi aku hanya ingin donor untuk anakku," ucap Pricilla dengan wajahnya yang serius dengan matanya berkaca-kaca.


"Sudah cukup! hentikan drama kamu sekarang kamu keluar dari rumah ini, keluar!" usir Mesya yang sudah emosi yang tidak bisa tahan dengan semua perkataan Pricilla. Mesya menghampiri Pricilla dan langsung mendorong Pricilla yang mengusir Pricilla dari rumahnya


"Tunggu dulu Mesya," sahut Altarik yang menghentikan Mesya yang ingin mengusir Pricilla.


"Mas kamu jangan bilang kalau kamu percaya dengan wanita ini. Apa yang di katakan wanita ini tidak mungkin benar. Dia ini dari dulu suka mencari gara-gara. Membuat keributan dan drama di sana-sini dan kamu jangan percaya begitu saja mas," ucap Mesya.

__ADS_1


"Pricilla tidak mungkin kami percaya pada kamu. Jika kamu tidak mempunyai bukti yang akurat," sahut Kayra.


"Benar apa kata Kayra kalau memang benar Cika adalah anak Lian kamu harus berikan bukti yang akurat agar semua orang di sini percaya dengan kata-kata kamu," ucap Davin.


"Sudahlah kenapa kalian semua mendengarkan apa kata wanita ini. Wanita itu jelas sudah berbohong," sahut Mesya yang tetap tidak akan percaya dengan Pricilla.


"Sudah cukup. Pricilla kami memberikan kamu kesempatan untuk membuktikannya," sahut Oma Elisabeth yang akhirnya memberi kesempatan Pricilla untuk membuktikannya.


"Tapi mah," sahut Mesya.


"Mesya sudahlah," sahut Oma dengan tegas.


Flashback.


5 tahun lalu.


Pricilla keluar dari rumah sakit begitu Davin mengetahui semua yang telah di lakukannya. Bahwa dia hanya berbohong jika dia sakit. Pricilla pun berusaha mengejar Davin yang pasti ingin menjelaskan. Namun saat berlari mobil kencang melaju tepat di depannya.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya sang pengemudi yang langsung keluar dari mobil itu untuk mengecek siapa orang yang di tabraknya.


"Bagaimana tidak apa-apa," sahut Pricilla memegang dahinya yang berdarah sampai darahnya mengenai matanya dan membuat pandangannya tidak terlalu jelas saat melihat pria di depannya.


"Kau bukannya pacarnya kak Davin?" tanya Lian yang mengenali Pricilla. Ya Lian sang pengemudi mobil yang menabrak Pricilla.


"Kau!" lirih Pricilla yang pasti mengenali Lian.


"Maaf aku benar-benar tidak sengaja," sahut Lian.


"Kau itu mabuk ya," sahut Pricilla yang mencium aroma alkohol dari Lian, "seharusnya kalau tidak bisa mengemudi jangan mengemudi kau itu sangat keterlaluan," ucap Pricilla dengan emosi yang terluka gara-gara Lian.


"Sorry-sorry aku benar-benar tidak sengaja aku akan membawamu kerumah sakit. Aku akan bertanggung jawab," ucap Lian.

__ADS_1


"Tidak perlu kerumah sakit, aku ingin mengejar Davin. Aku harus bicara padanya," sahut Pricilla yang berusaha untuk berdiri. Namun terlihat begitu sulit dan langsung di bantu oleh Lian.


"Kondisi kamu sangat tidak baik. Jadi aku akan membantumu. Kita kerumah sakit," ucap Lian yang memegang tangan Pricilla.


"Aku bilang tidak mau. Aku harus menemui Davin," tegas Pricilla


"Baiklah aku akan membantumu mencari Davin," sahut Lian yang berniat membantu Pricilla.


"Kau sungguh ingin membantuku?" tanya Pricilla ragu.


"Anggap saja aku bertanggung jawab kepadamu. Sekarang ayo masuk mobilku," Lian pun akhirnya membawa Pricilla memasuki mobilnya dan Pricilla pun menuruti Lian yang langsung masuk kedalam mobil Lian.


*********


Lian memang membantu Pricilla mencari Lian. Dengan Lian yang mengemudi dan sudah begitu lama mereka tidak menemukan Davin entah di mana sampai mobil itu berhenti di pinggir jalan dengan jalanan yang sangat sepi.


"Sudahlah sebaiknya kita pulang. Kepala ku sakit. Kita juga tidak menemukan Davin," sahut Lian yang memijat kepalanya yang terasa semakin berat.


"Bukannya kamu tadi mengatakan akan mencarinya sampai ketemu dan sekarang kenapa kamu berubah pikiran," ucap Pricilla dengan kesal.


"Aku sudah berusaha untuk mencarinya. Lagian untuk apa sih kamu itu mencari-cari Davin tidak ada gunanya. Dia juga tidak peduli kepadamu," sahut Lian.


"Aku menyuruhmu hanya untuk menemaniku untuk mencari Davin bukan untuk menceramahi ku. Jadi jika tidak mau mencarinya ya sudah jangan mengatai ini dan itu aku sebaiknya pergi dan kau urus dirimu. Kau saja tidak pernah benar menjadi orang lain sok-sokan mau mengataiku," ucap Pricilla yang emosi yang keluar dari mobil Lian. Namun mendengar kata-kata Pricilla membuat Lian kelihatannya sangat emosi dan begitu Pricilla Ingin keluar dari mobil.


Lian langsung menarik tangannya dan menindihnya di jok mobil yang membuat Pricilla kaget.


"Apa yang kau lakukan Lia lepaskan aku!" berontak Pricilla saat Lian yang bertindak kurang ajar kepadanya.


"Kau jangan membandingkan ku dengan Davin. Aku jauh lebih baik dari padanya dan kau lihat bagaimana aku jauh lebih baik. Kau sudah membuatku tersinggung," ucap Lian dengan emosi yang berusaha memperkosa Pricilla.


"Lepas! lepas! lepas!" Pricilla berusaha memberontak, berteriak. Namun apa daya Lian jauh lebih kuat dari padanya dan kondisi Pricilla yang juga masih lemah dan Lian juga mabuk dan Pricilla tidak bisa apa-apa yang selesai di tangan Lian.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2