
"Apa enak mama di suapi papa?" tanya Brian.
"Biasa aja," sahut Kayra dengan ketus.
"Mana mungkin biasa aja. Orang mama terus membuka mulut seperti ketagihan. Iya kan papa. Ternyata papa benar. Mama itu gengsian," sahut Brian yang membuat Kayra mati kutu.
Bisa-bisanya anaknya sendiri yang mengospeknya. Namun Davin hanya tersenyum saja. Ya kata-kata anaknya sudah mewakili dirinya.
"Kenapa aku jadi tidak bisa bicara apa-apa," batin Kayra yang seperti orang tidak bisa berbicara.
"Baiklah hadiah papa sudah selesai dan sekarang tinggal hadiah mama," ucap Brian.
"Apa yang Brian mau?" tanya Kayra.
"Hadiah yang harus mama berikan pada Brian. Brian ingin mama cium papa," ucap Brian to the point dan membuat Kayra terkejut dengan matanya yang melotot. Lagi-lagi Davin mengeluarkan senyum. Tidak tau anaknya itu belajar dari mana. Bisa-bisanya mengatakan hal itu.
"Brian!" tegur Kayra yang tidak mungkin melakukan itu.
"Papa sudah menyuapi mama dan mama harus berikan hadiah untuk papa dan sekalian hadiah yang Brian minta," ucap Brian dengan polosnya.
"Tetapi Brian...." protes Kayra.
"Ayo lah mama," sahut Brian dengan mendesak sang mama. Davin hanya senyum-senyum saja ya jelas dia sangat diuntungkan dalam hal itu.
"Mama tidak mau ya memberikan hadiah pada Brian. Ternyata tinggal di rumah kakek memang sangat enak, sama sapi-sapi kakek," ucap Brian dengan lesunya dan bahkan sepertinya memberikan ancaman dengan cara yang menggemaskan.
"Ayo lah mama," desak Brian lagi.
"Lakukan lah, demi Brian," ucap Davin.
Kayra menghela napasnya. "Baiklah," sahut Kayra dengan terpaksa.
Brian tersenyum dengan menutup matanya pastinya. Dan Kayra dengan perlahan memajukan wajahnya untuk mencium pipi Davin. Bukan Davin namanya jika tidak usil yang mana Davin langsung menghadap Kayra dan bibir Kayra tidak tepat sasaran yang langsung mencium bibir Davin yang membuat Kayra melotot.
Brian memang menutup mata. Namun pasti mengintip. Seakan mengerti bisa-bisanya Bria langsung pergi berlari menuju kamarnya yang tidak mau melihat orang tuanya.
Wajah Davin dan Kayra masih saling berdekatan dengan bibir yang masih saling menempel dan wajah panik kaget Kayra masih terlihat. Namun Davin hanya tersenyum menatap Kayra. Kayra pun salah tingkah melepas bibirnya dari Davin dan dengan kesempatan yang ada Davin menahannya dengan memegang pipi Kayra yang akhirnya menempelkan kembali tautan bibir itu.
__ADS_1
Kayra begitu terkejut dengan Davin yang mencium bibirnya. Bukannya mendorong Davin. Kayra malah memejamkan matanya seolah menerima ciuman itu dan Davin semakin bersemangat yang mencium lebih dalam Kayra.
Untung saja Brian sudah pergi. Jadi Davin tidak perlu sungkan dan memberikan sensasi dalam ciuman itu yang sengaja membuat Kayra luluh. Ya semua karena bantuan Brian juga yang memang sangat pintar. Sampai akhirnya membuat orang tuanya berciuman bahkan tadi tidak ada ribut sama sekali.
************
Zoy yang berdiri di depan mobil tersenyum ketikan mendapat pesan.
"Ya ampun keponakan ku ini benar-benar semakin lama semakin pintar," gumam Zoy dengan senangnya. Ternyata Brian baru saja menelponnya dan menceritakan apa yang terjadi.
Sudah di tebak kepintaran Brian yang membuat skenario orangtuanya dekat itu pasti karena ada gurunya yang tak lain adalah Zoy.
"Arggh semoga saja. Kayra dan kak Davin benar-benar bisa baikan," ucap Zoy tersenyum dengan semangat.
"Zoy!" tegur Dion yang membuat Zoy langsung melihat kearah suara itu dengan senyum Zoy yang langsung hilang.
"Iya," sahut Zoy.
"Ayo masuk mobil. Bukannya kita harus pulang," ucap Dion.
"Oh iya," sahut Zoy dengan mengangguk. Saat Dion ingin memasuki mobil Zoy menghentikannya.
"Kamu dan Kayra bekerja sama untuk mencari kebenaran mengenai Pricilla?" tanya Zoy.
"Kayra meminta bantuanku?" jawab Dion.
"Begitu rupanya," sahut Zoy.
"Memang ada apa?" tanya Dion.
"Tidak ada apa-apa," sahut Zoy.
"Ya sudah ayo masuk!" titah Dion. Zoy mengangguk dan langsung memasuki mobil.
*********
Malam semakin larut. Kayra berdiri di depan jendela Apartemennya yang melihat keindahan kota malam dari ketinggian dengan ke-2 tangannya yang di lipatnya di dadanya.
__ADS_1
Krekkk.
Pintu kamar Brian terbuka yang mana Davin keluar dari kamar itu yang sebelumnya Davin menidurkan Brian. Davin melihat Kayra yang terlihat melamun. Davin langsung menghampirinya.
"Kamu juga membantuku untuk kebenaran yang ada yang artinya kamu juga berharap untuk kita kembali bersama," ucap Davin membuat Kayra hanya melirik Davin saja.
"Apa maksudmu?" tanya Kayra tanpa membalikkan tubuhnya.
"Kayra jika bukan karena bantuanmu. Pasti sekarang semua orang mempercayai jika Cika anakku dan akan kembali aku masuk dalam jebakan Pricilla dan kamu datang membantu ku," ucap Davin.
"Aku hanya ingin tau saja apa yang benar," sahut Kayra.
"Karena kamu juga sangat berharap untuk hubungan kita bukan," sahut Davin.
Kayra membalikkan tubuhnya, "jangan kepedean," bantah Kayra.
"Kamu jelas tau syaratnya apa dan jika kamu tidak ingin memenuhi syarat itu. Kamu seharusnya tidak membantuku dan membiarkan Pricilla yang menang karena dengan itu aku tidak akan menggangu kamu dan Brian. Tetapi kamu membantuku yang sudah terjawab. Jika kamu juga ingin hubungan kita kembali ada. Aku tidak tanya perasaan kamu dan mungkin demi Brian," ucap Davin dengan lembut.
Kayra diam saja menanggapi apa yang Davin katakan, "aku mau istirahat," ucap Kayra yang tidak ingin bicara terlalu banyak dan memilih untuk pergi dari hadapan Davin.
Namun baru beberapa langkah Kayra berjalan tiba-tiba Davin memeluknya dari belakang dengan kedua tangan Davin di dadanya dan memeluk Kayra dengan erat membuat Kayra memejamkan matanya.
"Beri aku satu kesempatan Kayra, aku akan menebus semua kesalahanku. Aku akan membayar semua luka yang kamu dapatkan," ucap Davin yang berbicara tepat di telinga Kayra.
Mata Kayra berkaca-kaca mendengar kata-kata Davin.
"Aku tau Kayra kamu sedang ragu dan penuh kebingungan. Tetapi aku berjanji akan selalu berusaha untuk membahagiakan mu dan juga Brian," ucap Davin yang berusaha membujuk Kayra untuk kembali kepadanya.
Kayra hanya diam saja dalam mendengarkan kata-kata Davin yang sangat tulus.
"Aku mencintaimu Kayra," ucap Davin mampu membuat air mata Kayra jatuh.
Suku berkali-kali dia mengatakan cinta pada Davin. Bahkan saat dia ingin pergi saat itu. Namun tidak sekalipun di jawab Davin, sehingga Kayra merasa hanya memiliki cinta sendirian dan semuanya sangat menyakitkan untuk Kayra.
"Aku mohon tolong kasih aku sempat untuk menyembuhkan lukamu, untuk kembali berani untuk mencintaiku," ucap Davin yang benar-benar begitu tulus ingin memperbaiki segalanya. Namun Kayra hanya diam yang saja yang perasaannya masih sangat bergejolak..
Jika di tanya apakah masih mencintai Davin atau tidak pasti Kayra masih sangat mencintai nya. Namun keraguan masih banyak dan mungkin masih butuh pembuktian untuk meyakinkan Kayra.
__ADS_1
Bersambung