Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 63


__ADS_3

Akhirnya Kayra dan Davin sarapan pagi bersama. Mereka sarapan tidak jauh dari hotel tempat mereka menginap. Sarapan mereka juga sudah terhidang di sana. Di mana mereka yang tampak begitu romantis dengan Viu air mancur spektakuler yang menjadi puncak penomenal di Dubai.


Kayra yang sarapan sesekali melihat ke air mancur itu yang mana di begitu takjub melihat air mancur itu.


" Kau pernah ke sana?" tanya Davin sembari makan. Kayra menoleh ke arah Davin.


" Tidak. Justru ini pertama kalinya aku melihatnya secara dekat, walau masih jauh. Selama ini aku melihatnya dari internet dan terlihat spektakuler. Apa lagi kalau malam. Akan terlihat cahaya-cahaya yang indah di air tersebut," ucap Kayra dengan wajahnya yang tampak berseri-seri.


" Kau benar. Kalau malam memang jauh lebih indah," sahut Davin.


" Hmmm, orang-orang di Dubai ini benar-benar beruntung bisa di sajikan pemandangan indah seperti itu. Kenapa tidak di Jakarta saja ada seperti ini," ucap Kayra.


" Kau mau kesana?" tanya Davin yang tiba-tiba ingin menawarkan Kayra.


" Kesana?" sahut Kayra yang heran.


" Iya. Jika kau mau aku akan membawa mu kesana. Kebetulan hari ini pekerjaanku tidak banyak. Jadi aku akan mengajakmu ke sana nanti malam," ucap Davin yang memperjelas ajakannya pada Kayra yang tidak main-main.


" Kau serius ingin mengajakku ke sana," sahut Kayra yang tampak tidak percaya, jika Davin pikiran akan mengajaknya kesana.


" Aku bisa berubah pikiran. Jika kau membuat ulah," ucap Davin yang memberi peringatan.


" Baiklah, aku mau dan tidak akan membuat ulah," sahut Kayra dengan cepat yang tidak ingin Davin berubah pikiran.


" Bagus kalau begitu. Kau harus mengingat apa yang harus kau lakukan," sahut Davin yang terlihat cuek. Namun terlihat menahan senyumnya.


Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt.


Tiba-tiba ponsel Kayra berdering dan Kayra langsung membuka tasnya untuk mengangkat panggilan itu. Yang mana ternyata itu adalah Aldo.


Kayra melihat Davin yang tetap makan dan Kayra terlihat ragu mengangkat telpon itu. Namun karena Aldo adalah bosnya Kayra pun mengangkatnya.


" Iya pak Aldo!" ucap Kayra. Davin yang tadinya memotong daging dengan pisau dan garfu seketika berhenti ketika mendengar nama Aldo dan langsung melihat ke arah Kayra.


" Baik pak Aldo," sahut Kayra yang terlihat gugup mematikan telpon itu. Karena sudah mendapat tatapan tajam dari Davin.


Davin menghela napasnya dengan mengaduk-ngaduk minuman dengan sedotan yang kelihatanya Davin sudah mulai kehilangan mood.


" Davin Pak Aldo ingin bertemu denganku," ucap Kayra yang tumben-tumbennya harus mengatakan itu pada Davin.

__ADS_1


" Lalu!" sahut Davin terlihat ketus.


" Tolong antarkan aku," ucap Kayra dengan hati-hati membuat Davin melihat ke arahnya dengan 1 alisnya yang naik.


" Kau menyuruhku untuk mengantarkanku?" tanya Davin lagi. Kayra menganggukkan kepalanya.


" Untuk apa?" tanya Davin heran.


" Ya supaya kau tau jika kau benar-benar hanya bertemu dan mendengar apa yang ingin di sampaikannya dan setelah itu pulang. Jadi kau tidak memikirkan hal buruk kepadaku," ucap Kayra santai.


" Kau pikir aku peduli kau mau apa atau tidak dengannya," sahut Davin.


" Ya kan aku hanya tidak mau bertingkah. Yang mana kau akan menggagalkan rencanamu nanti mengajakku ke sana," sahut Kayra yang kali ini benar-benar harus hati-hati yang tidak mau mencari gara-gara dengan Davin.


" Tetapi aku tidak peduli!" tegas Davin.


" Ya sudah berarti aku pergi sendiri dan jangan nanti apa-apa harus menyalahkanku," sahut Kayra mengingatkan terlebih dahulu.


" Di mana tempatnya," sahut Davin yang terlihat tidak rela. Jika Kayra harus pergi berduaan dengan Aldo. Kayra tersenyum tipis mendengarnya.


"Sial, kenapa juga aku harus peduli dan sekarang harus mengikuti dirinya, untuk apa juga aku harus mengantarnya, " batin Davin.


**********


" Ini semua gara-gara mama. Mama itu keterlaluan. Mama bisa-bisanya melakukan hal itu kepadaku. Lihatlah apa yang terjadi. Davin begitu marah dan bahkan menjaga jarak dariku," ucap Pricilla yang terus marah-marah pada Wulan yang menyalahkan Wulan dengan apa yang terjadi.


" Mama mana tau kalau akhirnya Davin bisa tau dan dia juga tau dari mana," sahut Wulan.


" Aku mana tau dia tau dari mana. Tetapi pada intinya dia tau semuanya dan itu sudah jelas membuat rencana mama tidak ada gunanya sama sekali. Yang adanya hubunganku dan Davin berantakan. Dan mama apa mama pikir setelah ini Davin akan percaya lagi pada mama," ucap Pricilla.


" Cukup Pricilla!" gertak Wulan, " kamu jangan terus menyalahkan mama atas apa yang terjadi. Itu semua karena kamu yang tidak bisa mendekati Davin dan semuanya masalah semakin melebar," sahut Wulan yang tidak mau di salahkan dan sekarang menyalahkan Pricilla.


" Mama sekarang menyalahkanku setelah apa yang terjadi. Sekarang aku tidak tau bagaimana hubunganku selanjutnya dengan Davin," ucap Pricilla yang bertambah kesal.


" Ya kamu harus meminta maaf padanya dan membujuknya, katakan ini hanya salah paham. Ya pintar-pintar kamulah harus mengatakan apa kepadanya. Agar dia kembali padamu," sahut Wulan yang seenaknya bicara.


" Mama selalu gampang bicara. Aku yang menjalani semuanya," sahut Pricilla kesal dan langsung keluar dari ruangan perawatan Wulan.


Percuma bicara pada mamanya. Mama tidak akan perduli dan bahkan dirinya yang di salahkan dan disuruh untuk berusaha menghadapi Davin.

__ADS_1


Tidak tau bagaimana selanjutnya hubungannya dengan Davin. Davin jika marah. Akan begitu murka dan Pricilla pasti kehabisan cara untuk mengembalikan ke dekatan nya dengan Davin.


************


Kayra dan Davin sudah selesai sarapan dan sekarang Davin benar-benar mengantarkan Kayra untuk menemui Aldo.


" Di mana dia?" tanya Davin ketika memberhentikan mobil itu di depan gedung besar.


Kayra tidak menjawab dan melihat-lihat keluar yang mencari-cari Aldo.


" Itu pak Aldo!" tunjuk Kayra yang melihat Aldo duduk di salah satu kursi.


" Ya sudah sana. Jangan lama-lama. 10 menit," ucap Davin dengan memberikan tenggang waktu.


" Iyaaaa," sahut Kayra dengan kesal yang langsung membuka pintu mobil untuk menemui Aldo.


Dan Davin harus menunggu seperti supir. Namun pasti matanya begitu jeli melihat ke arah depan yang mana Kayra sudah sampai pada Aldo dan dengan manisnya Aldo mempersilahkan Kayra untuk duduk.


" Sok romantis," desis Davin yang tampak kesal.


Dia terus mengawasi 2 orang itu yang penasaran apa yang di bicarakan Kayra dan juga Aldo. Karena tidak mungkin Davin dapat mendengarnya. Kalau tadi ada waktu yang sempat maka dia akan memasangkan alat pendengar pada Kayra. Agar dapat mendengar pembicaraan itu.


Namun Davin tidak sempat melakukannya dan mana mungkin juga harus melakukan hal itu.


" Lama sekali dia," gerutu Davin yang terus melihat arloji di tangannya. Dan melihat Kayra dan Davin yang berbicara serius dengan Aldo yang membuatnya penasaran.


Akhirnya lama menunggu Kayra pun kembali ke mobil dan pasti sebelumnya Davin mengganggunya dengan terus menelon Kayra.


Kayra sudah memasuki mobil terlihat begitu gelisah dan sepertinya ada yang di pikirkannya.


" Lama sekali," umpat Davin.


" Maaf," sahut Kayra yang memakai sabuk pengamannya.


" Kenapa wajahmu seperti itu. Memang apa yang di sampaikannya padamu?" tanya Davin yang melihat perubahan pada istrinya.


" Tidak apa-apa," jawab Kayra sembari memakai sabuk pengamannya.


" Hmmm begitu," sahut Davin yang terlihat tidak ingin memaksa Kayra harus tau apa yang di pikirkan Kayra. Namun memang terlihat Kayra begitu berpikir setelah melakukan pertemuan dengan Aldo.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2