
"Dion!" tegur Davin yang menghampirinya Dion yang sedang mengganti pakaiannya.
"Davin!" sahut Dion sembari memakai kemeja itu.
"Makasih ya kamu sudah menyelamatkan Zoy," ucap Davin yang memang jika tidak ada Dion. Tidak tau apa yang terjadi pada Zoy yang mungkin sampai detik ini juga tidak akan di temukan.
"Sama-sama, dia juga merupakan tanggung jawabku," sahut Dion.
"Iya aku mengucapkan sekali lagi terima kasih dan aku sangat berharap kau terus melindunginya," ucap Davin yang tiba-tiba berbicara serius.
"Kau tau Davin. Aku tidak bisa melakukan itu," sahut Dion yang tidak ingin mengambil tanggung jawab itu.
"Jangan membohongi dirimu. Jika selama ini kau menunggu Zoy. Kau selalu khawatir padanya dan dengan yang terjadi tadi sudah menjelaskan bahwa kau sangat menyukainya dan tidak ingin jauh darinya, sangat takut kehilangannya," ucap Davin.
Selama ini Davin tau dengan hubungan Zoy dan Dion yang memang tidak pernah ada ujungnya. Dia juga tau Zoy menyuapi Dion dan Dion menolaknya. Ya banyak yang di ketahui Davin dari asmara keduanya yang seolah tidak bisa bersatu.
"Dion, aku sangat serius kali ini. Tidak ada yang salah dalam hubungan kalian dan kamu memberikan keyakinan dan penjelasan kepadanya agar apa yang selama ini di pikirnya. Bukanlah kebenarannya," ucap Davin dengan serius.
"Aku pergi dulu, sekali lagi aku mengucapkan terima kasih atas kebaikanmu kamu," ucap Davin menepuk bahu Dion. Lalu Davin pergi begitu saja.
"Aku tidak tau apakah masih ada yang bisa di selamatkan dalam hubungan ini," batin Dion
**********
Akhirnya Zoy sudah berganti pakaian dan sudah beristirahat karena tubuhnya memang masih belum stabil, Kayra, Silvia, Indri dan Giselle keluar dari tenda di mana Zoy beristirahat.
"Bagiamana keadaannya?" tanya Davin.
"Dia sudah jauh lebih baik dan sekarang sedang beristirahat," jawab Kayra.
"Syukurlah kalau begitu, kita juga sebaiknya istirahat," sahut Haykal.
"Ya sudah Brian, ayo kita tidur!" ajak Kayra.
__ADS_1
"Ayo pah," sahut Brian yang mengajak papanya.
"Brian kenapa ngajak papa?" tanya Kayra.
"Kita ber-3 tidur 1 tenda kan mama," sahut Brian yang membuat yang lainnya senyum-senyum. Namun Kayra jadi gugup dengan permintaan Davin.
"Ya mama dan papa kamu memang harus tidur satu tenda bersama dengan Brian," sahut Indri.
"Kalau begitu ayo mama, papa tunggu apa lagi!" ajak Brian menarik tangan ke-2 orangtunya memasuki tenda tersebut. Ya Brian dalam keadaan seperti apapun sangat bisa mengambil kesempatan untuk membuat orang tuanya semakin dekat.
"Brian memang paling tau aja," ucap Haykal geleng-geleng.
"Mudah-mudahan saja usaha Brian tidak pernah sia-sia," sahut Silvia dengan harapannya yang banyak.
"Aku juga sangat berharap seperti itu," sahut Haykal.
"Ya sudah lah sekarang ayo kita istirahat," sahut indri yang lainnya mengangguk dan akhirnya masuk tenda masing-masing
Indri dan Giselle masuk tenda yang ada Zoy nya. Silvia dengan Haykal suaminya dan Reyhan dengan Dion dan Kayra, Davin dan Brian yang sekarang tidur dalam satu tenda yang mana sekarang Brian sudah berbaring di tengah ke-2 orang tuanya itu.
"Brian tidur aja duluan, mama belum mengantuk," sahut Kayra.
"Papa juga belum mengantuk," sahut Davin yang ikut-ikutan.
"Isssss, alasan aja," Brian langsung menarik paksa ke-2 tangan orang tuanya itu dan membuat Kayra dan Davin mau tidak mau saling harus berbaring di sisi Brian dengan keduanya yang sama-sama gugup.
"Mama dan papa harus tidur di sini," tegas Brian meletakkan ke-2 tangan orang tuanya di atas dadanya dan melihat orang tuanya dengan secara bergantian.
"Ayo pejamkannya mata mama dan papa. Tidak boleh melakukan apa-apa lagi," tegas Brian.
"Iya Brian ya sudah Brian juga sebaiknya tidur," ucap Kayra.
"Mama dan papa janji ya tidak akan pergi saat Brian sudah tidur," ucap Brian.
__ADS_1
"Iya Brian jangan takut mama dan papa janji," sahut Kayra.
"Baiklah kalau begitu selamat malam mama dan papa," ucap Brian mencium bergantian ke-2 orang tuanya. Lalu dia pun memejamkan matanya dengan tangannya menahan tangan Kayra dan Davin di atas dadanya. Brian sudah seperti ibu kos saja yang menahan ke-2 orang tuanya.
"Ya Allah biarlah mama dan papa Brian tetap seperti ini," batin Brian yang berdoa dalam tidurn nya.
Namun Kayra tetap saja tanggung dengan tangannya yang di pegang putranya menyatu dengan Davin. Kayra yang berusaha tenang. Namun langsung melihat Davin ketika merasa tangannya di genggam dan benar Kayra melihat Davin menggenggam tangannya di atas dada Brian.
"Tidurlah!" ucap Davin dengan lembut. Kayra menganggukkan kepalanya yang sangat penurut pada Davin. Davin tersenyum dan memejamkan matanya dengan perlahan. Kayra pun mengeluarkan senyum tipis dengan memejamkan matanya juga. Mungkin Kayra juga pelan-pelan membuka hati pada Davin. Hanya saja tidak terlalu terburu-buru dan Davin juga tidak memaksa masuk.
**********
Mentari pagi kembali tiba di dalam tenda terlihat Davin dan Kayra yang hanya tinggal berdua saja yang sekarang tertidur dalam posisi yang berbeda yang mana Davin memeluk Kayra dan tidak tau di mana Brian.
Suara teriak Brian yang sepertinya bermain-main membuat Kayra terbangun dan dan membuka matanya dengan perlahan. Kayra sudah merasakan berat di pinggangnya seperti ada lengan yang memeluknya membuat Kayra membuka matanya sempurna.
Kayra langsung di kagetkan dengan Davin yang memeluknya dan Brian sama sekali tidak ada.
"Di mana Brian!" batin Kayra yang panik di peluk dengan erat. Namun Kayra berusaha untuk tenang dengan menyinggirkan tangan Davin dengan perlahan-lahan agar Davin tidak bangun. Namun apa yang terjadi Davin akhirnya terbangun membuat Kayra kaget.
"Hmmm, aku hanya ingin keluar," ucap Kayra dengan gugup.
"Di mana Brian?" tanya Davin.
"Aku juga tidak tau di mana Brian. Kayaknya Brian sudah bangun dan pasti yang kita seperti ini karena ulahnya," ucap Kayra dengan gugup berbicara.
"Kamu benar pasti ini ulah Brian. Anak itu benar-benar," ucap Davin dengan menghela napasnya.
"Hmmm, kalau begitu lepaslah tanganmu," ucap Kayra dengan pekan. Davin melihat tangannya yang memeluk Kayra langsung melepasnya dari Kayra.
Kayra menghela napasnya dan langsung duduk dengan rasa canggung saat bersama Davin. Davin juga ikut menyusul Kayra yang duduk di samping Kayra.
Kayra yang tidak mau lama-lama bersama Davin di dalam tenda memilih untuk keluar dengan dengan cepat dari pada semakin canggung. Namun bersamaan dengan Davin yang alhasil membuat kepala mereka sama-sama kejedot karena sama-sama ingin keluar.
__ADS_1
Bersambung