Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 76 Mengubah surat perjanjian.


__ADS_3

Mereka berdua masih saja makan bersama dengan lahap. Karena keduanya memang terlihat begitu lapar. Davin melihat ke arah Kayra dan seperti ingin mengatakan sesuatu.


" Ehemmm... kita harus membahas sesuatu," ucap Davin tiba-tiba membuat Kayra melihat ke arahnya.


" Membahas apa!" tanya Kayra menautkan ke-2 alisnya yang mulutnya masih terus mengunyah.


" Ehmmmm, masalah surat perjanjian yang harus kita ubah," ucap Davin.


Kayra menautkan kedua alisnya mendengar pernyataan Davin yang membingungkan.


" Maksudnya?" tanya Kayra heran.


" Kita harus mengubah surat perjanjian kontrak pernikahan kita," ucap Davin menjelaskan sedikit.


" Kenapa harus di ubah?" tanya Kayra heran.


" Kita banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran di antara kita ber-2. Termasuk masalah urusan ranjang yang kita berdua lakukan sengaja dengan sadar dan tanpa ada penolakan," sahut Davin masih terlihat basa-basi pada Kayra.


" Lalu apa yang harus di ubah dan Masalah urusan ranjang kau yang memulai Dan aku....."


" Kau menikmatinya," sahut Davin memotong pembicaraan Kayra yang melanjutkan kalimat Kayra.


Kayra diam dan tidak tau mau bicara apa lagi. Davin mungkin benar dia yang menikmati semua itu dan tidak menolak sama sekali.


" Aku benar bukan?" tanya Davin menggoda Kayra.


" Terserahmu," sahut Kayra yang tidak bisa mengucapkan apa-apa lagi.


" Baiklah. Langsung pada intinya saja Kayra. Di mana pada intinya kita harus mengubah surat perjanjian dalam kontrak itu," sahut Davin.


" Baiklah. Apa yang ingin kau ubah?" tanya Kayra.


Davin berdiri dan terlihat berjalan menuju nakas dan Kayra hanya melihat saja apa yang di lakukan Davin. Davin terlihat mengambil sesuatu berupa map.


" Apa yang di ambilnya," batin Kayra heran yang hanya melihat pergerakan Davin saja. Setelah mendapatkan apa yang di inginkan Davin, Kayra langsung kembali duduk di samping Kayra.


" Kau bisa membacanya!" titah Davin.

__ADS_1


Wajah Kayra hanya penuh tanya saja yang masih melihat map tertutup itu.


" Apa ini?" tanyanya dengan bingung.


" Surat perjanjian kita yang baru," jawab Davin.


" Kapan kau membuatnya?" tanya Kayra.


" Bukan aku yang membuatnya. Tapi Reyhan," jawab Davin santai, " kau baca saja jangan bertanya. Kita harus menyelesaikan sarapan kita dan setelah itu kita ruang perawatan papa. Makanya baca. Agar masalah kita selesai," ucap Davin.


Kayra menghela napasnya dan langsung membuka map itu. Membaca surat perjanjian itu.


...Surat perjanjian revisi....


Wajah Kayra mengkerut baru hanya membaca judulnya saja.


..." Selama pernikahan tidak boleh dekat dengan lawan jenis. Siapapun itu. Baik dari pihak wanita dan maupun pria. Hanya boleh seperlunya saja dan harus saling meminta izin jika ingin bertemu di luar dan di manapun. Saling memberi informasi, Pap, kasih kabar dan share lokasi dan yang lainnya....


" Kau yakin menuliskan ini?" tanya Kayra melihat ke arah Davin.


" Memang kenapa?" tanya Davin, " bukankah yang membuat kita ribut selama ini hanya itu. Yang apa lagi jika bukan masalah pertengkaran kita yang selalu salah paham," sahut Davin.


" Ke-2 belah pihak sudah di jelaskan Kayra," tegas Davin.


" Aku tidak yakin padamu. Jangan-jangan ini hanya berlaku untukku saja," sahut Kayra meragukan Davin.


" Kayra itu berlaku untukku dan juga kau," tegas Davin.


" Masa iya," sahut Kayra yang tetap tidak percaya. Davin terlihat menghela napasnya kembali.


" Aku tidak akan berhubungan dengan Pricilla selama pernikahan kita dan kau juga tidak boleh berhubungan dengan siapapun termasuk Aldo selama pernikahan kita. Kau tidak menyukaiku melakukan hal itu dan termasuk aku yang tidak menyukaimu melakukan hal itu. Hal ini supaya tidak ada keributan di antara kita lagi," tegas Davin.


" Bagaimana dengan pekerjaanku. Jika aku tidak bertemu Pak Aldo itu tidak mungkin dan kau sendiri. Dia adalah mantanmu dan aku melihat kau dan dia masih ingin melanjutkan hubungan kalian dan juga mungkin saja setelah hubungan kontrak kita selesai mungkin kalian akan bersama. Jadi mana mungkin kau tidak menemuinya," sahut Kayra yang merasa Davin tidak mungkin bisa mentaati janji yang dibuatnya sendiri.


" Di sana di jelaskan hanya seperlunya dan harus saling meminta izin dan pasti saling memberi kabar. Yang artinya jika kau ingin menemui siapapun termasuk Aldo. Kau harus meminta ijin padaku dan begitu juga aku jika ingin bertemu wanita manapun termasuk Pricilla akan meminta izin terlebih dahulu padamu dan akan memberikan informasi keberadaan dan sebagainya," jelas Davin menegaskan pada Kayra dengan wajah seriusnya


" Apa tidak terlalu berlebihan?" tanya Kayra.

__ADS_1


" Menurutku tidak. Agar tidak terjadi saja perselisihan di antara kita berdua," sahut Davin dengan santai yang kembali melanjutkan makannya.


Kayra hanya diam sejenak yang terlihat berpikir.


" Oke baiklah, bisa di terima. Awas saja jika kau mengingkarinya," ucap Kayra yang tidak keberatan sama sekali. Namun tetap tidak percaya pada Davin.


" Aku tidak akan mengingkarinya," sahut Davin mengangguk-angguk santai.


" Aku menambahinya. Jika saling mengingkari. Akan mendapatkan sangsi dari ke-2 belah pihak. Jika itu kau. Aku berhak melakukan apapun dan jika itu aku. Kau juga sama berhak mau melakukan apapun," sahut Kayra.


" Oke baiklah. Tidak masalah. Nanti aku menyuruh Reyhan untuk menambahkannya," sahut Davin yang tidak keberatan. Kayra mengangguk-angguk dan melanjutkan untuk membacanya.


...2 jika terjadi hubungan di luar kendali. Itu dianggap biasa....


" Maksudnya apa ini?" tanya Kayra heran.


" Hmmm, itu contohnya seperti hubungan kita barusan. Ya saling menyentuh, berciuman hubungan ranjang dan sebagainya. Jika tidak ada yang keberatan. Kenapa harus di permasalahkan," jelas Davin dengan santai. Kayra mendengarnya sudah menelan salivanya saja yang justru ngeri mendengarnya.


"Kalau aku menolak?" tanya Kayra.


" Sejauh ini kau tidak pernah menolak dan malah menikmatinya," sahut Davin dengan mengejek dan Kayra kesal melihatnya sampai menatap horor.


" Kau!" geram Kayra dengan wajahnya memerah.


" Sudahlah setujui saja. Tidak ada yang salah di sana. Apa yang kita lakukan juga bukan dosa. Lagian hidup itu penuh reflesing dan hubungan intim seperti itu. Aku rasa wajar-wajar saja untuk membuat kita berdua-duaan sama-sama fress," sahut Davin dengan tersenyum miring.


" Tapi ini bukan permintaan sepihak," sahut Kayra.


" Maksudnya?" tanya Davin bingung.


" Ya aku tau kau itu bagaimana. Aku yakin kau nanti pasti mau suka-suka untuk melakukan itu. Jadi kau tidak bisa memaksaku sesukamu," sahut Kayra mengingatkan terlebih dahulu.


" Kayra aku tidak mengatakan itu suatu kewajiban. Kau tidak bisa apa membacanya. Jika terjadi di luar kendali. Ya kalau tidak terjadi ya sudah," sahut Davin.


" Semuanya karena kendalimu," sahut Kayra.


" Terserahmu. Sudah jangan banyak protes setujui saja," sahut Davin dengan menghela napasnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2