
Akhirnya Kayra dan Davin pun tiba di Dubai, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 8 jam dengan sekali transit. Mereka sampai di salah satu kota termewah yang berada di muka bumi yang berada di semenanjung Arab. Tepatnya yang berada di teluk pantai Persia.
Kota indah yang terbesar di Uni Emirat Arab. Yang memiliki gedung pencakar langit yang mendominasi seluruh wilayah itu yang melebihi kota Jakarta. Kota Dubai juga di kenal sebagai primadona pariwisata di bagian timur tengah yang menyajikan ke indahan dan kemewahan kelas dunia.
Ini pertama kali bagi Kayra menginjakkan kaki di kota Dubai tersebut. Di dalam mobil yang berada di kursi penumpang yang di setiri oleh Reyhan. Kayra yang membuka jendela di sampingnya tidak hentinya melihat keluar jendela melihat keindahan kota tersebut.
Jejeran bangunan yang tinggi dan mewah yang begitu indah membuat wajah wanita itu tidak henti-hentinya mengeluarkan senyum lebar yang mengagumi tempat itu. Angin yang bertiup membuat rambutnya menari-nari dan beberapa kali tangannya harus menyinggirkan anak rambut yang ada di wajahnya itu.
Kayra begitu takjub dengan kota yang di kunjungi nya itu. Jika pun Davin di sebelahnya mau mengatakan dia kampungan ya terserah nya. Karena mungkin orang yang mensyukuri ciptaan Tuhan akan sangat kampungan sama dengannya yang bahkan tidak malu untuk mengambil handphone dan memotret bangunan-bangunan yang indah itu.
Davin tidak protes dan hanya membiarkan saja apa yang di lakukan Kayra. Dia juga tidak mau mengganggu kesenangan Kayra.
**********
Setelah melakukan perjalanan dari bandara dan menuju penginapan mereka. Akhirnya mereka pun sampai di hotel yang begitu mewah. Reyhan sudah memasukkan koper Kayra kedalam terlebih dahulu. Kamar mewah itu mampu membuat Kayra kembali takjub dan langsung melangkah masuk yang langkah itu langsung menuju jendela yang lebar di sana yang tertutupi horden putih.
" Wauuuu!" Kayra semakin takjub saat melihat dari ketinggian betapa indahnya kota itu. Air mancur yang sering di lihatnya di TV yang mana begitu indah nyata di depannya sampai Kayra tidak bisa berkata apa-apa dengan takjubnya yang menutup mulutnya yang menganga dengan ke-2 tangannya.
" Aku akan tinggal di sini?" tanya Kayra tanpa melihat Davin yang berdiri di depan pintu.
" Iya kau akan tinggal di sini. Ini dekat dengan rumah sakit di mana papamu di rawat. Dan kau bisa melihatnya kapan yang kau mau," jawab Davin.
" Oh iya memang di mana papa?" tanya Kayra berbalik badan yang serius bertanya pada Davin.
__ADS_1
" Tidak jauh dari sini. Gedungnya ada di depan Hotel ini," jawab Davin.
" Hmmm, begitu rupanya. Ya sudah aku ingin melihat papa," sahut Kayra yang memang tujuannya pasti ingin bertemu papanya.
" Baiklah Reyhan akan mengantarkan mu nanti," jawab Davin.
" Oke," sahut Kayra. " Ehemmm, lalu kau akan tinggal di mana?" tanya Kayra.
Karena tidak mungkin Davin 1 kamar dengannya. Karena di sini hanya ada mereka berdua. Tidak ada keluarga Davin dan itu artinya mereka akan berpisah.
" Di kamar sebelah," jawab Davin.
" Baiklah kalau begitu," sahut Kayra dengan santai yang tanpa masalah. Justru dia bisa bebas. Karena Davin tidak bersamanya. Jadi mereka tidak perlu ribut.
*******
Karena ingin bertemu papanya. Kayra tidak menunggu-nunggu waktu lama untuk beristirahat di hotel. Walau sebenarnya dia juga sangat lelah dan ingin tidur-tidur. Tetapi untuk papanya. Kayra langsung meminta Reyhan untuk mengantarnya ke rumah sakit dan Reyhan menurutinya.
Yang sekarang Kayra sudah berada di ruangan papanya. Ruangan yang pasti jauh lebih baik dari pada sebelumnya saat di Jakarta dan untuk di Singapura. Kayra memang belum sempat melihatnya.
Kayra begitu bersyukur dengan ruangan itu yang begitu lengkap dengan alat medis papanya yang Kayra bisa jamin papanya pasti banyak perkembangan.
Sebelumnya Kayra memang bertemu dengan profesor Han. Dokter yang pernah di kenalkan Davin. Dokter itu menjelaskan perkembangan Aris yang membuat Kayra merasa lega.
__ADS_1
Wanita itu sekarang sedang duduk di samping papanya dengan menggenggam tangan itu dengan erat meletakkan di pipinya.
" Kayra senang benget pa. Akhirnya Kayra bisa menemani papa di sini. Dan Davin mengatakan. Waktunya sangat lama. Kayra berharap. Kayra tetap bisa terus menerus menjaga papa. Kayra sangat berharap papa bisa sadar sebelum Kayra kembali ke Jakarta. Semoga ada mukjizat untuk papa," ucap Kayra yang berbicara pada Aris.
" Papa jangan khawatir ya. Karena Kayra akan selalu di sini papa. Kayra akan tetap di sini menemani papa. Kayra kangen banget sama papa. Kayra sayang banget sama papa. Papa sebenarnya rindu tidak sama Kayra. Kayra yakin papa pasti merindukan Kayra dan pasti akan secepatnya bangun untuk Kayra. Kita akan seperti dulu lagi yang saling bercerita dan pasti saling berpelukan karena sama-sama merindukan," ucap Kayra dengan matanya berkaca-kaca yang melihat wajah papanya yang tetap tertidur dan tidak bergerak sama sekali.
" Ini sudah sore, sebaiknya aku ke hotel untuk mandi dan beres-beres dan setelah itu akan kembali ke sini lagi," ucap Kayra yang melihat jam di handphonenya.
" Pah, Kayra pulang sebentar ya," ucap Kayra berpamitan. Sebelum pergi. Kayra mencium kening papanya dan sangat berat hati untuk meninggalkan papanya di sana.
Davin yang mendengar dari Reyhan jika Kayra sudah menemui papanya. Davin pun menyusul Kayra kerumah sakit. Sekalian dia juga harus bertemu Dokter yang di percayainya ya dia harus menanyakan perkembangan kondisi mertuanya itu.
Davin melangkah sambil memegang handphone yang melusuri rumah sakit.
" Davin!" tiba-tiba suara yang tidak asing bagi Davin memanggil dirinya yang membuat langkahnya terhenti dan Davin membalikkan tubuhnya dan ternyata Pricilla dengan wajahnya tersenyum lebar. Pricilla bersama dengan Aldo.
Pricilla langsung berlari menghampiri Davin dan langsung memeluk Davin dengan erat.
" Aku senang bisa bertemu kamu di sini," ucap Pricilla yang memeluk Davin erat dan ternyata Kayra yang sudah keluar dari ruangan papanya meliaht jelas suaminya yang di peluk oleh wanita di kenalnya.
Seperti biasa perasaan Kayra pasti tidak karuan yang seperti tidak menerima pelukan Davin dan wanita itu.
" Jadi ini alasannya di pergi ke Dubai. Dia hanya ingin bebas bertemu mantannya. Ini pekerjaan penting katanya dan membuat ikut bersamanya agar Oma tidak mencurigainya dan dengan alasan aku bertemu papa. Tapi apa dia memang tidak pernah ada niat baik. Dia hanya memanfaatkan ke adaan hanya untuk bersama mantannya itu," batin Kayra yang tiba-tiba marah dengan menggebu-gebu kepada Davin.
__ADS_1
Bersambung