
Kayra dan Davin kembali ke rumah sakit untuk melihat ke adaan Silvia. Silvia sudah siuman dan sudah di pindahkan keruangan perawatan yang mana dalam kondisinya yang parah Silvia harus mendapat omelan dari Susan.
" Kamu kenapa bodoh sekali. Bisa-bisanya kamu hamil dengan laki-laki seperti dia. Sekarang lihat apa yang kamu dapatkan hah! mereka tidak bertanggung jawab yang ada kamu itu mempermalukan keluarga kita. Kamu itu seharusnya tau Kayra ada di sana. Bagaimana karena masalah kamu mereka itu menendang Kayra hah! kamu mau kita jadi miskin dan tidak mendapatkan uang lagi hah!" ucap Susan marah-marah melihat kebodohan Silvia.
Kayra dan Davin masih berada di depan pintu yang mendengar Susan memarahi Silvia. Davin tidak heran dengan kata-kata Susan yang hanya mementingkan uang karena hal itu juga dia sama Kayra menukas sekarang.
" Kamu itu benar-benar bodoh, nggak pernah pintar-pintarnya. Bisa-bisanya kamu berhubungan dengan adiknya Davin," maki Susan.
" Mah, aku melakukan semua itu supaya bisa hidup enak seperti Kayra. Aku sengaja mendekati Lian dan kami berhubungan seperti orang pacaran biasanya. Dan memang kenyataan aku hamil anaknya dia, aku hanya berharap dia menikahiku dan aku bisa menjadi istrinya dan hidup di istana seperti Kayra," sahut Silvia menjelaskan maksudnya.
" Lalu apa yang kamu dapatkan hah! mereka mau tanggung jawab tidak kan dan sekarang kamu sudah keguguran. Lalu apa yang kamu dapatkan lagi. Lihat kebodohan kamu dalam bertindak," ucap Susan benar-benar geram dengan Silvia.
" Semua ini gara-gara mama," sahut Silvia dengan kesal.
" Kamu menyalahkan mama," sahut Susan bertambah kesal.
" Mama itu punya anak kandung. Tetapi kenapa harus menjodohkan Davin yang tampan dan kaya raya dengan Kayra dan aku tidak. Seharusnya mama bertanya dulu padaku sebelum memberikannya pada Kayra," ucap Silvia.
" Anak bodoh!" Susan langsung mentoyor kepala Silvia.
" Selama ini kamu selalu menolak siapa saja yang mama jodohkan dengan kamu dan kenapa menyalahkan mama. Kalau mama tidak bertanya lagi. Bukannya kamu ingin mencari laki-laki pilihan kamu sendiri hah!" ucap Susan.
" Ya kalau orangnya seperti Davin seharunya mama bertanya dulu padaku. Sekarang Kayra yang bersama Davin dan hidup Kayra yang beruntung mendapatkan laki-laki tampan, kaya raya dan bahkan mencintainya. Sementara aku hanya di manfaatkan, setelah mendapatkan segalanya aku hanya di buang," ucap Silvia dengan penuh emosinya.
" Itu karena kebodohan kamu sendiri. Yang berpikiran terlalu jauh," sahut Susan.
" Aku melakukan semua itu juga demi mama. Mama harus tau betapa banyaknya usaha yang aku lakukan. Tapi mama tidak pernah menghargaiku bahkan menyalahkanku memarahiku," ucap Silvia dengan kesalnya.
" Ehemmm!" Davin berdehem di depan pintu membuat pertengkaran ibu dan anak itu berhenti.
" Davin!" lirih Susan dengan tersenyum.
" Lanjutkan saja keributan kalian," sahut Davin dengan santai. Silvia membuang wajahnya kesamping. Pasti Kayra dan Davin mendengar semua pertengkaran dia dan mamanya.
__ADS_1
" Sejak kapan kalian berdua di sana?" tanya Susan dengan senyum-senyum.
" Sejak kalian menyebut-nyebut namaku dan Kayra," sahut Davin dengan santai.
" Hahaha," Susan tertawa kecil, " itu tidak hanya salah paham Davin. Jadi jangan di dengarkan ya," ucap Susan.
" Dia pikir aku bodoh apa," batin Davin mengumpat kesal.
" Aku ingin tanya sesuatu sama kamu Silvia?" sahut Kayra yang langsung pada intinya dan Silvia menoleh ke arah Kayra.
" Mau tanya apa?" tanya Silvia.
" Saat kecelakaan itu mobil kamu parkir di mana?" tanya Kayra.
" Parkir di depan toko. Yang di mana banyak kendaraan juga parkir di sana," jawab Silvia mengingat hal itu. Kayra dan Davin saling melihat.
" Memang ada apa Kayra?" tanya Susan.
" Tidak pernah. Tetapi sebelum kecelakaan sebelum aku keluar rumah Tante Mesya menelpon dia mengatakan masalah ku dan Lian akan selesai. Aku tidak mengerti apa maksudnya yang aku beranggapan jika Lian akan bertanggung jawab dengan kandunganku. Karena kata penyelesaian itu," sahut Silvia.
Kayra dan Davin semakin mencurigai sesuatu yang hanya mereka ber-2 yang dapat memikirkannya.
" Kayra sebenarnya ada apa?" tanya Susan semakin penasaran.
" Seharusnya kamu itu pikir-pikir lagi. Kalau mau mencari masalah dengan keluargaku. Lihat akibatnya untung aja kamu masih hidup," sahut Davin membuat Susan semakin tidak mengerti dan Silvia sepertinya sudah mulai paham.
" Ayo Kayra kita pulang. Biar Reyhan yang menyelesaikan semuanya!" ajak Davin menggenggam tangan istrinya dan pulang begitu saja tanpa berpamitan dengan Susan atau Silvia.
" Apa mungkin Lian yang melakukan semua ini. Dia sengaja mencelakaiku untuk melenyapkan bayi di kandunganku," batin Silvia yang bisa menarik kesimpulan.
" Silvia ada apa sih?" tanya Susan. Namun Silvia hanya diam yang terlihat sedih dengan keadaan yang di dapatkannya.
***********
__ADS_1
Kayra dan Davin akhirnya sampai rumah setelah seharian mencoba menyelidiki kecelakaan Silvia yang ujung-ujungnya Reyhan juga yang mengerjakannya.
" Kamu kenapa?" tanya Davin melihat kecemasan di wajah Kayra.
" Aku hanya memikirkan Silvia. Jika memang dugaan kita benar. Mereka itu sungguh sangat kejam," jawab Kayra.
Davin memegang ke-2 bahu Kayra dengan mendudukkan Kayra di pinggir ranjang.
" Itu yang aku hadapi selama ini dan menghadapi orang-orang seperti itu juga hanya dengan kekuatan. Kamu mungkin menganggap aku terobsesi Kayra dengan harta sampai harus menikah dengan wanita yang baru aku kenal. Namun aku melakukan semua itu hanya untuk mempertahankan hak ku. Karena jika kita di kelilingi orang-orang seperti itu. Maka kita juga harus siap untuk mengorbankan banyak hal," ucap Davin.
" Apa kamu tidak lelah dengan semua ini?" tanya Kayra.
Davin tersenyum dengan memegang lembut pipi Kayra, " Aku tidak pernah lelah, walau berkorban banyak dan kali ini pengorbanan ku tidak sia-sia. Karena aku mendapatkan mu yang membuatku jauh lebih bahagia dan merasa tujuan ku ada," ucap Davin dengan menatap mata Kayra dalam-dalam.
Kayra tersenyum mendengarnya. Yang lagi-lagi dia selalu dianggap sebagai orang special.
" Kamu jangan memikirkan masalah Silvia. Biar Reyhan menyelesaikannya. Sekarang yang penting kamu itu hati-hati dan jangan jauh-jauh dariku," ucap Davin. Kayra menganggukkan kepalanya.
Davin menunduk pada perut Kayra dan mencium perut rata itu membuat Kayra geli.
" Kamu juga harus menjaganya," ucap Davin mengangkat kepalanya melihat ke arah Kayra. Kayra mengangguk dengan tersenyum.
" Kita sama-sama menjaganya," jawab Kayra.
" Itu pasti," jawab Davin.
" Hmmmm, tiba-tiba saja aku ingin sekali makan soto ayam," sahut Kayra yang tiba-tiba ingin makan soto.
" Kamu mau makan soto?" tanya Davin. Kayra mengangguk dengan semangat.
" Baiklah aku akan membelikannya untuk kamu," ucap Davin. Kayra tersenyum mendengarnya. Davin memang selalu berusaha untuk dirinya. Bahkan tidak akan membuatnya tidak mendapatkan keinginannnya.
Bersambung
__ADS_1