
Hari yang terang sudah kembali menjadi malam. Namun ternyata Davin dan Kayra belum pulang juga mereka berada di pinggir pantai dengan Kayra yang duduk dan Davin rebahan di pahanya. Di mana paha Kayra di jadikan bantal oleh Davin. Tangan Kayra mengelus-elus rambut Davin.
Sementara Davin beberapa kali mengusap, menciumi perut Kayra.
" Kira-kira dia laki-laki atau perempuan?" tanya Davin.
" Bukannya kamu tidak mau mengetahui jenis kelaminnya dulu. Kamu menunggu sampai lahir saja," ucap Kayra.
" Iya sih biar Supraise aja. Karena menurutku mau bayinya laki-laki atau perempuan itu sama saja. Hanya saja kalau dia perempuan pasti akan menyaingi kamu," ucap Davin.
Kayra mengkerutkan dahinya, " maksudnya?" tanya Kayra heran.
" Bayinya akan lebih cantik dari pada kamu," jawab Davin membuat Kayra tertawa.
" Tidak apa-apa. Dia adalah anakku. Jadi kalau lebih cantik dari pada aku. Itu jauh lebih baik. Jadi kalau dia nanti kelak sudah dewasa, orang-orang akan bertanya siapa mamanya dan ketika melihat mamanya mereka akan mengatakan. Hmmm pentes saja secantik ini mamanya juga cantik," ucap Kayra yang percaya dirinya.
Davin hanya tertawa mendengar kata-kata Kayra begitu percaya dirinya.
" Tapi kamu benar sih. Kalau anak kita perempuan terus dia sangat cantik. Itu pasti karena mamanya. Sama dengan kalau anak kita laki-laki dan begitu tampan itu juga karena papanya," sahut Davin.
" Iya-iya, mau anak kita perempuan atau laki-laki itu sama saja. Mereka sama-sama cantik dan tampan," sahut Kayra.
" Oh iya Kayra. Kamu sudah kepikiran tidak nama untuk anak kita nanti?" tanya Davin.
" Davin masih lama lahirnya. Aku mana memikirkan hal sejauh itu," sahut Kayra merasa suaminya itu ada-ada saja.
" Tapi aku sudah memikirkan nama untuk anak kita nanti," ucap Davin.
Kayra mengkerutkan dahinya menatap serius suaminya itu, " benarkah?" tanya Kayra heran.
" Benar. Jika nanti anaknya laki-laki. Aku akan memberikannya nama Brian dan jika anak perempuan aku akan memberikan namanya Marsya," ucap Davin yang ternyata menyiapkan nama untuk anak mereka nanti.
" Hmmm, namanya bagus. Tetapi nanti aku juga pasti punya nama untuk anak kita dan nama yang kamu berikan belum tentu aku setujui," ucap Kayra.
" Hmmm, baiklah tidak masalah untukku. Siapa tau nanti nama yang kamu berikan tidak sebagus yang aku berikan dan itu artinya namaku yang akan di pakai," ucap Davin.
" Iya-iya terserah kamu aja deh. Kamu ini tidak pernah mau mengalah. Jadi suka-suka kamu," sahut Kayra. Davin tersenyum dan menghadapkan kepalanya ke arah perut Kayra.
__ADS_1
" Sayang nama kamu nanti pasti dari papa. Bukan dari mama kamu. Karena nama dari mama kamu sangat jelek," ucap Davin.
"' Issss kamu juga belum tau nama apa yang aku berikan," sahut Kayra.
" Tapi pasti tidak sebagus dengan apa yang aku berikan," sahut Davin dengan percaya dirinya.
Bayinya belum lahir. Tetapi mereka sudah memperebutkan nama bayi.
**********
Dion dan Zoy berada di dalam mobil yang mana seperti biasanya Dion akan mengantarkan Zoy seperti biasa ke Pabri.
" Kamu kenapa bisa ikut-ikutan menyelidiki kecelakaan yang di alami Silvia?" tanya Zoy yang duduk di belakang.
" Davin menyuruhku untuk menyelidikinya dan semua bukti yang kemarin di tunjukkan Davin. Hasil penyelidikan aku dan juga Reyhan," jawab Dion sesekali melihat dari kaca spion.
" Kenapa kak Davin tiba-tiba ingin menyelidikinya. Bukannya dia itu cuek banget ya sebelumnya sama keluarga Silvia?" tanya Zoy.
" Nona Kayra merasa ada yang tidak beres dengan kecelakaan itu dan Nona Kayra juga sebelumnya mendapat ancaman dari Nyonya Mesya. Jadi itu alasannya dia merasa ada yang janggal dalam kecelakaan itu," jelas Dion.
" Iya," sahut Dion.
" Mama benar-benar keterlaluan yang main ancam- ancam saja. Tetapi semoga saja dengan semua kejadian ini mama benar-benar sadar. Karena bagaimanapun mama tidak bisa seperti ini terus," ucap Zoy yang hanya bisa berharap.
Dion yang menyetir di depan hanya mengangguk saja.
" Dan iya Dion. Kamu hati-hati ya. Mama sangat marah dengan kamu yang ikut membantu Davin dan Reyhan. Aku sangat mengenal mama dan aku sarankan untuk kamu berhati-hati lagi," ucap Zoy yang tiba-tiba sangat khawatir pada Dion.
Dion dari kaca spion mengangguk dengan tersenyum, " terima kasih sudah mengkhawatirkan saya," ucap Dion.
" Bukan mengkhawatirkan hanya mengingatkan saja," sahut Zoy sedikit ketus.
" Bagi saya itu mengkhawatirkan," sahut Dion.
" Terserah kamu deh," sahut Zoy. Dion hanya tersenyum kembali melihat wajah Zoy yang terlihat ketus.
" Kenapa dia senyum-senyum," batin Zoy yang terlihat kesal.
__ADS_1
*********
Kayra dan Davin berada di supermarket yang sedang berbelanja bahan makanan. Tidak tau kenapa Kayra ingin belanja. Padahal mereka tinggal di rumah istana yang banyak pelayannya dan urusan dapur itu urusan pelayan.
Namun Kayra tiba-tiba ingin berbelanja bahan makanan dan harus di temani Davin. Padahal Davin ada pekerja penting mengecek proyek di Palembang. Namun demi istrinya dia rela ikut dan pasti ini pertama kali bagi Davin melakukan hal itu mendorong troli belanjaan dan Kayra yang memilih-milih bahan makananya dan di masukkan kedalam keranjang.
Mereka sekarang berada di bahan ikan-ikanan dan Kayra begitu serius melihat jenis ikan. Seperti sudah ada saja yang ingin di masaknya.
" Kamu cari ikan apa. Ikan hiu?" tanya Davin dengan sindiran mengingatkan Kayra pada permintaan Kayra yang aneh waktu itu.
" Iya cari ikan duyung," sahut Kayra dengan kesalnya menatap Davin horor. Davin hanya mendengus dengan senyum tipis.
" Aku hanya bercanda kenapa istriku ini begitu serius," ucap Davin.
" Sudah ah. Kamu itu jangan bawel. Kamu ikutin saja aku mau beli apa," sahut Kayra.
" Memang kamu mau masak apa sih?" tanya Davin.
" Ada deh. Aku ingin memasak banyak hari ini. Kamu harus cobain apa yang aku masak," sahut Kayra.
" Baiklah, aku akan melihat dan akan mencoba apa yang kamu masak. Awas saja jika tidak enak. Aku sudah capek-capek menemani kamu berbelanja," ucap Davin.
" Kamu itu terlalu meremehkan ku. Kamu lihat saja nanti. Kamu akan ketagihan dengan masakanku," ucap Kayra dengan percaya dirinya.
" Kita lihat saja nanti," sahut Davin.
**********
Setelah selesai berbelanja Kayra dan Davin sampai kerumah dan Kayra langsung melaksanakan acara masak-memasak yang mana di dapur itu hanya ada dia dan Davin semua pelayan di usir Kayra dia ingin menguasai dapur.
Davin hanya menonton saja dengan apa yang di lakukan Kayra. Tetapi bukan namanya Davin jika tidak jahil. Lelah menunggu Kayra dia beberapa kali menggoda Kayra. Kayra yang murah kesal membalas Davin dengan menepungi wajah Davin dan yang adanya pasangan suami istri itu saling mengerjai dan membuat kekacauan di dapur dengan kejar-kejaran dan saling balas membalas. Tidak tau kapan masakan mereka akan selesai.
Keromantisan pasangan itu di saksikan oleh Oma Elishabet. Pasti Oma begitu bahagiannya melihat cucunya yang cuek itu ternyata bisa semanis itu.
" Terima kasih Kayra. Kamu wanita yang baik yang hadir di kehidupan Davin dan memberikan Davin kebahagiaan. Aku berharap pernikahan kalian akan terus di penuhi dengan kebahagiaan," batin Oma dengan bahagianya melihat cucunya yang tersenyum penuh ketulusan.
Bersambung.
__ADS_1