Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 101 Kenapa aneh?


__ADS_3

Beberapa hari belakangan ini. Kayra menjalani kehamilannya dengan sendirian yang mana dia masih merahasiakan kehamilannya dari Davin. Tidak tau sampai kapan dia akan menyembunyikan kehamilannya yang mungkin akan sampai dia siap menerima konsukuensinya saat dia akan kehilangan anaknya.


Kayra sering mengalami ngidam dan untuk mual-mualnya agak berkurang. Karena dia mengkonsumsi obat dari Dokter. Namun ngidam memang sangat aneh-aneh saja. Tetapi Kayra tetap meminta pada Davin. Dia layaknya wanita hamil yang di ketahui suaminya dan dengan mudahnya meminta semua pada Davin.


Namun belakangan ini sikap Davin sangat aneh pada Kayra. Dia sangat suka memegang perut Kayra. Bahkan saat tidur saja Davin memeluknya dengan memegang perut Kayra dan bahkan sering mengusap-usap perut Kayra saat ingin tidur.


Tidak tau juga kenapa Davin seperti itu. Namun Kayra tidak ambil pusing dan membiarkan begitu saja yang mana Kayra berpikiran positif saja.


*********


Hari ini Kayra dan keluarga Davin sedang sarapan bersama. Lengkap semuanya dengan Oma, Altarik, Mesya, Zoy, Giselle, Lian Davin dan Kayra sendiri.


" Bagaimana Lian. Apa kamu sudah melakukan tes DNA dengan janin yang ada di kandungan Silvia?" tanya Eyang.


Kayra mendengarnya menelan salivanya yang menghentikan makannya sejenak. Karena masalah itu menyangkut dirinya. Karena berhubungan dengan keluarganya.


" Jadi masalah itu belum selesai," batin Kayra.


Kenapa kamu diam Lian?" tanya Oma.


" Belum Oma," jawab Lian sembari sarapan dengan santai.


" Kenapa belum. Kamu ingin berlama-lama untuk melakukan hal itu?" tanya Oma tampak kesal.


" Lian. Mau sampai kapan kamu menunggu-nunggu hal penting itu," sahut Altarik.


" Mas, tes DNA tidak bisa di lakukan begitu saja. Dan janin di dalam kandungan wanita itu tidak bisa di lakukan tes DNA. Jadi harus menunggu bayinya lahir," sahut Mesya yang mengambil alih untuk bicara.


" Itu artinya kak Lian tidak akan melakukan apa-apa. Sampai anak itu lahir," sahut Giselle menegaskan. Davin menoleh kearah Kayra. Kayra terlihat sangat tidak nyaman ketika membicarakan Silvia saat ada dia.


" Kalian uruslah masalah kalian. Aku dan Kayra mau kekantor dulu!" sahut Davin menghentikan sarapannya dan langsung berdiri. " ayo Kayra!" ajak Davin, Kayra menganggukkan kepalanya.


" Kayra pergi dulu Oma!" ucap Kayra berpamitan pada Oma.


" Hati-hati Kayra," sahut Oma. Kayra juga berpamitan dengan Altarik. Hanya itu yang memang yang di hargai Kayra. Dengan yang lainnya Kayra begitu acuh dan bahkan tidak mau tau. Karena dia tau yang lainnya begitu jahat kepadanya.


***********


Perusahaan.


Seperti biasa Kayra akan bekerja di mejanya. Menjadi istri Davin. Karya memang mendapatkan posisi sebagai karyawan yang sama saat dia berada di Perusahaan tempatnya yang lama. Namun di tempat ini pasti jauh lebih baik. Karena pekerjaannya jauh lebih ringan dan bahkan pulangnya juga sangat cepat.

__ADS_1


Sama dengan hari ini yang sudah waktunya pulang kerja. Kayra mulai beres-beres di mejanya merapi- rapikan mejanya.


Ting.


Notif pesan berbunyi membuat Kayra melihat ponselnya.


" Keruanganku sekarang," tulis Davin.


" Untuk?" tanya Kayra.


" Jangan bertanya. Cepat!" Davin.


Kayra menghela napasnya melihat pesan itu.


" Apa salahnya membiarkanku bersantai-santai sebentar. Memang dasar sangat menyebalkan dan sekarang menyuruhku ke ruanganku yang tidak ku ketahui apa yang di inginkannya," batin Kayra mengumpat kesal di dalam hatinya.


***********


Karena Davin sudah menyuruhnya untuk Keruangannya. Kayra pun tidak banyak tanya lagi dan langsung memasuki ruangan Davin tanpa mengetuk pintu dan saat Kayra memasuki ruangan itu. Tidak ada Davin sama sekali di sana.


" Di mana dia?" tanya dengan penuh kebingungan yang tidak melihat suaminya.


Mata Kayra melihat pintu ruangan Davin. Pintu rahasia tempat nya pernah beristirahat. Kayra dengan spontan membuka pintu dan ternyata benar Davin ada di sana yang terbaring lurus di pinggir ranjang dengan 1 tangannya yang berada di kepalanya.


" Davin!" ucap Kayra.


" Hmmmm," Davin menjawab hanya dengan deheman.


" Aku sudah ada di sini. Ada apa memanggilku?" tanya Kayra.


" Kemarilah!" panggil Davin. Kayra menghela napasnya dan langsung memasuki saja ruangan itu.


Kayra langsung mendekati Davin duduk di samping Davin.


" Kenapa memanggilku? dan kau kenapa?" tanya Kayra yang menyinggirkan tangan Kayra dari dahinya.


" Kau sedang sakit?" tanya Kayra merasa tubuh Davin tidak sehat. Davin membuka matanya dan melihat Kayra.


" Aku tidak apa-apa. Aku hanya lelah saja," jawab Davin meraih tangan Kayra dan meletakkan pada kepalanya.


" Pijitlah!" perintah Davin.

__ADS_1


" Jika lelah. Kenapa tidak pulang saja. Kita bisa beristirahat di rumah," ucap Kayra yang sudah memijat kepala Davin. Bahkan kepala Davin berada di pangkuannya.


" Aku hanya ingin di sini?" jawab Davin melihat ke arah Kayra.


" Hmmm begitu rupanya," sahut Kayra yang tetap melanjutkan memijat suaminya yang katanya begitu lelah.


Sudah beberapa menit Kayra memijat Davin yang mana mata Davin terpejam dan sepertinya begitu tenang dan rasa lelahnya yang sudah di pijat istrinya.


Melihat Davin yang tertidur. Membuat Kayra perlahan mengangkat kepala Davin dengan perlahan dari atas pahanya dan langsung meletakkannya di atas bantal dengan sangat hati-hati. Jangan sampai Davin bangun.


Setelah selesai melakukan hal itu. Kayra langsung beranjak dari tempat tidur. Namun saat ingin pergi. Tiba-tiba tangannya sudah di tarik dan dengan cepat tubuhnya sudah berbaring di atas ranjang yang mana Davin sedang menindihnya.


" Davin!" pekik Kayra begitu terkejutnya dengan Davin yang berada di atasnya.


" Kenapa mau pergi begitu saja?" tanya Davin.


" Ya aku ngapain lagi ada di sini?" tanya Kayra balik.


Davin mencium lembut kening Kayra dan juga mengecup bibir Kayra.


" Aku menginginkan mu," ucap Davin yang pasti ingin menghabiskan waktu dengan Kayra dalam kata ke intiman. Mengingat mereka berdua sudah lama tidak melakukannya.


" Apa aku boleh memintanya?" yang Davin dengan permisi yang menatap Kayra dengan tulus yang dengan cepat di penuhi gairah dan Kayra sendiri bingung harus menjawab apa


" Kayra!" tegur Davin lagi.


" Di sini?" tanya Kayra.


Davin menganggukan kepalanya, " Apa ada yang salah dengan tempat ini?" tanya Davin.


" Tidak ada memang," jawab Kayra.


" Kalau begitu katakan. Apa aku boleh memintanya?" tanya Davin lagi yang memastikan.


" Baiklah. Tetapi pelan-pelan," ucap Kayra dengan suara pelannya membuat Davin tersenyum.


" Memang aku pernah bermain kasar padamu? apa aku pernah memaksamu?" tanya Davin. Kayra menggelengkan kepalanya.


Dia sedang hamil muda dan sebelumnya Dokter mengingatkan adanya resiko berbahaya dalam hal itu. Jadi Kayra ingin wanti-wanti sebelum terjadi sesuatu pada janinnya. Karena Davin yang menyentuhnya yang pasti Kayra juga tiba-tiba merasa di rindukan sentuhan oleh Davin.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2