Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 64


__ADS_3

Akhirnya malam hari tiba. Davin dan Kayra akhirnya pergi ke tempat air mancur yang spektakuler yang sudah di impikan Kayra untuk melihatnya dengan jelas dan sekarang nyata di depannya.


Di mana Kayra yang tersenyum lepas saat berdiri tidak jauh dari air mancur itu yang mana di detik berikutnya air mancur itu naik dan yang membuat Kayra takjub dan langsung merekamnya dengan ponselnya untuk mendapatkan kenangan.


Begitu indah membuat wajah cantik itu terus mengeluarkan aura kebahagian. Sampai Davin di sampingnya yang berdiri dengan ke-2 tangan di sakunya mendengus mengeluarkan senyuman saat melihat Kayra yang bisa tertawa lepas tanpa beban.


Ya sangat jarang baginya melihat wajah cantik itu benar-benar bahagia tanpa Beban yang terlihat begitu tulus. Dan entah mengapa jantung Davin terus bergetar dengan kencang.


" Ini indah sekali," ucap Kayra melihat Davin. Davin hanya diam yang tidak bosan memandang wajah cantik itu.


" Tolong foto kan aku!" perintah Kayra yang memberi handphonnya pada Davin begitu saja dan langsung berlari untuk memunggungi air mancur yang kembali naik dan Davin mau tidak mau harus memotret Kayra yang mana dari kamera Davin terus melihat wajah cantik Kayra.


Tiba-tiba Davin harus mengingat wajah cantik yang baru tadi malam mendesah di bawahnya yang mana menikmati percintaan mereka yang begitu panas. Namun hanya sedikit saja waktunya kalau di tanya kurang memang pasti akan kurang.


Pikiran kotor Davin harus menghampiri Davin yang mana Kayra terlihat memancing dirinya. Semenjak kejadian malam itu hasrat Davin sebagai pria normal semakin menjadi-jadi. Dia semakin tidak bisa terkendalikan apa lagi saat melihat Kayra.


" Argggghhh!" Davin menggoyang-goyangkan kepalanya, menyadarkan dirinya sendiri yang berpikiran kotor pada Kayra, " Davin stop kau benar-benar bisa gila Davin. Lupakan kejadian itu Davin," umpatnya di dalam hatinya saat bayangan Kayra terus menganggu nya.


" Bagaimana sudah selesai?" tanya Kayra yang tiba-tiba saja sudah berada di depan Davin, membuat Davin terkejut. Karena tidak menyadari Kayra yang sudah datang saja.


" Oh, sudah," sahut Davin yang dengan gugup. Kayra tersenyum dengan mengambil ponselnya dari Davin dan melihat dengan serius foto-foto yang di ambil Davin.


Davin harus kembali melihat Kayra. Yang mana Kayra tersenyum lepas saat melihat foto-foto itu. Hal itu mampu membuat Davin yang tiba-tiba mengeluarkan senyumnya.


" Foto-foto nya bagus," sahut Kayra tiba-tiba yang melihat Davin dan Davin dengan cepat mengalihkan pandangannya seolah-olah tadi tidak melihat Kayra.


" Ya, sangat bagus," jawab Davin mengangguk-angguk saja yang menutupi kecanggunganya.


" Sial, kenapa aku jadi seperti ini," umpatnya di dalam hatinya yang terlihat keringat dingin yang melihat Kayra.


" Hmmm, kita mau ngapain lagi?" tanya Davin yang mengalihkan rasa kecanggungan.


" Hmmm, tidak tau terserah kau saja," sahut Davin yang memang tidak tau harus berbuat apa.

__ADS_1


***********


Kayra dan Davin masih menghabiskan malam mereka yang duduk di salah satu bangku yang berhadapan dengan air mancur yang sangat cocok dengan suasana malam yang tampak begitu romantis sekali.


Kayra duduk sambil menjilati eskrim yang terasa nikmat. Dengan matanya yang terus melihat ke indahan di depannya yang tidak bisa di jelaskannya.


" Aku tidak percaya bisa sampai ketempat ini," ucap Kayra yang terus menatap lurus yang begitu menggambarkan kebahagiannya.


" Apa ini salah satu tempat yang kau impikan?" tanya Davin melihat ke arah Kayra.


" Iya salah satunya. Dulu papa pernah ingin mengajak ku ketempat ini. Tetapi belum sempat papa sudah koma," jawab Kayra dengan raut wajah sedihnya.


" Bukannya dia sudah mengabulkan permintaanmu," sahut Davin.


Kayra melihat Davin heran, " kenapa bisa?" tanya Kayra heran.


" Kau yang berada di sini dan papamu ada di sini. Bukankah berarti dia secara langsung telah mengajakmu kemari. Hanya saja caranya berbeda. Dia koma dan ada di rumah sakit dan kau ada di sini di tempat yang kau inginkan. Caranya berbeda kalian tidak bersama datang ketempat yang kau inginkan," ucap Davin yang bicara tampak begitu lembut. Bahkan sampai Kayra tidak berkedip sama sekali mendengar kata-kata Davin yang mampu menggetarkan hatinya.


" Makasih Davin!" Kayra tiba-tiba mengucapkan terima kasih yang membuat Davin heran.


" Untuk semuanya. Kau sudah membantu ku mengobati papa, membuat pengobatan papa jauh lebih baik dari sebelumnya. Memberiku waktu untuk terus bersamanya dan kau juga mengabulkan impian ku dan bahkan membuat papa menepati janjinya padaku walau dia tidak bisa berada di sampingku. Aku harus berterima kasih karena kau menikahi ku," ucap Kayra dengan tulus bicara dengan matanya yang berkaca-kaca.


" Kau berterima kasih kerena aku menikahimu?" tanya Davin yang ingin mendengarkan apakah Kayra salah bicara atau tidak.


Kayra menganggukkan kepalanya, " tidak dapat aku pungkiri. Jika bukan karena menikah denganmu aku tidak akan bisa berada di sini bersama papa di kota yang dulu aku dan papa bicarakan berdua. Hal itu tidak akan terjadi jika bukan karena kamu menikahi ku," ucap Kayra yang benar-benar tulus mengucapkan rasa terima kasih itu pada Davin.


" Aku sangat benar-benar sangat berterima kasih padamu Davin," ucap Kayra lagi yang tidak terasa meneteskan air matanya.


Tidak tau apa yang di rasakan Davin yang tiba-tiba begitu tersentuh mendengar kata-kata Kayra. Davin mendekatkan dirinya pada Kayra, tangannya refleks mengusap air mata yang jatuh di pipi itu.


" Hanya karena hal sekecil itu. Kau sampai mengeluarkan air mata seperti ini," ucap Davin yang menyeka lembut air mata itu dengan jarinya.


Sentuhan di pipi Kayra mampu membuat perasaan Kayra tidak menentu yang mana sentuhan lembut itu membuat darahnya berdesir hebat dengan matanya yang sekarang di tatap Davin dengan dalam.

__ADS_1


" Aku baru mengetahui jika kau sangat cengeng Kayra. Lebih satu Minggu berada di Dubai dan aku sudah beberapa kali melihat mu meneteskan air mata. Aku tidak percaya kau yang begitu pemarah dan suka mengoceh ternyata begitu lemah dan murah mengeluarkan air mata," ucap Davin tersenyum yang terlihat mengejek Kayra.


" Issss!" Kayra tampak kesal dengan memukul manja dada Davin, " kau itu selalu mencari kelemahan ku," ucapnya dengan kesal.


" Kau yang menunjukkan sendiri betapa lemahnya dirimu," sahut Davin kembali mengejek Kayra.


" Issss kau," Kayra yang kesal ingin memukul Davin. Namun dengan tangannya yang sebelahnya yang tidak iya sadari jika iya sedang memegang eskrim dan terakhir membuat eskrim itu mengenai jas Davin. Kayra terkejut melihatnya dengan matanya yang melotot dan mulutnya yang menganga dan langsung di tutupnya.


" Maaf," ucap Kayra yang panik dan Davin harus melihat pakainnya yang motor akibat ulah Kayra.


Davin mengangkat kepalanya melihat Kayra. Saat Davin ingin bicara yang mungkin memerani Kayra. Dengan cepat Kayra langsung membersihkan pakaian yang sudah ternoda itu.


" Aku benar-benar minta maaf, aku tidak sengaja," ucap Kayra dengan panik yang terus membersihkan kemeja itu.


Bukannya marah Davin malah tersenyum melihat paniknya Kayra. Ya biasanya Kayra pasti tidak mau di salahkan dan dirinya pasti balik di salahkan. Tetapi ini beberapa kali minta maaf dan sekarang membersihkan jasnya dengan wajahnya yang begitu panik. Dan wajah itu begitu cantik membuat Davin tidak mengedipkan matanya sama sekali.


" Aku harus mengakui. Jika kau memang sangat cantik. Pantes saja ibu tirimu berani mengancamku untuk membawamu pergi. Karena meskipun kau seorang janda. Di luar sana banyak laki-laki yang menginginkan mu. Ya aku harus mengakui kesempurnaan tubuhmu yang membuatku harus mengakui Kayra masih menginginkanmu," batin Davin yang tiba-tiba saja ingin mengucapkan hal itu.


Terus memandangi Kayra yang sibuk membersihkan jasnya perlahan tangan Davin membelai rambut Kayra. Membuat Kayra mengangkat kepalanya dan melihat Davin yang jarak wajah mereka sudah begitu dekat.


Debaran jantung kembali berdetak 10 kali lipat lebih kencang dari biasanya dengan situasi kedekatan mereka yang wajah Davin semakin dekat padanya membuat Kayra begitu gugup.


Cup.


Seketika benda kenyal menempel di bibirnya yang membuat Kayra kaget dengan matanya yang refleks terpejam.


Davin hanya mengecup bibir merah merona yang menjadi candunya itu sudah membuat Kayra memejamkan matanya yang kelihatan tidak menolak. Jika Davin harus melakukan sesuatu lagi kepadanya.


Karena mendapatkan ijin dari pemilik bibir Davin kembali menautkan bibirnya. Mencium kembali bibir itu dengan dalam memasukkan lidahnya yang menelusuri di dalam mulut wanitanya.


Hal itu mampu membuat Kayra hanyut dalam ciuman yang begitu menuntun dan begitu lembut, Davin memegang ke-2 tengkuk Kayra yang semakin memajukan wajah wanitanya kepadanya. Agar dia bisa mencium lebih dalam lagi, membawa Kayra terbang atas awan yang tinggi sampai ke langit ke 7.


Tempat, situasi yang begitu romantis membuat Kayra dan Davin mabuk asmara. Layaknya pasangan yang saling jatuh cinta yang berciuman dengan romantis di depan air mancur yang sejak tadi naik dan memberikan cahaya lampu-lampu yang indah.

__ADS_1


Saking saling menikmati ciuman itu Davin tidak menyadari jika handphonnya berdering sejah tadi yang panggilan masuk dari Pricilla. Ya dia sedang menikmati kebersamaannya dengan istrinya.


Bersambung.


__ADS_2