Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 110 Mencari.


__ADS_3

Davin berada di dalam mobil yang di setiri oleh Reyhan.


" Aku harus menemui Kayra secepatnya. Aku harus bicara kepadanya," batin Davin yang sudah tidak sabaran ingin bertemu Kayra. Karena tadi dia meninggalkan Kayra dalam keadaan menangis.


Tidak lama akhirnya sampai rumah dan langsung memasuki rumah dengan terburu-buru dan berpapasan dengan Oma. Davin tidak mau ribut dan melanjutkan langkahnya. Oma hanya menghela napas melihat kelakukan cucunya itu.


" Kayra!" panggil Davin saat membuka pintu kamar dan ternyata tidak ada Kayra di sana.


" Di mana dia?" tanya Davin bingung setelah melihat kosong di kamarnya.


Dia mencari ke kamar mandi dan juga tidak ada. Davin pun keluar kembali dari kamar sembari menelpon yang di pastikan menghubungi Kayra dan lagi-lagi Davin yang menuruni anak tangga berpapasan dengan Oma dan lagi-lagi Davin memilih pergi dari pada mencari masalah dengan Oma.


" Apa sih tuh anak, naik turun, naik turun," gumam Oma geleng-geleng melihat Davin keluar rumah.


Davin pun masih terus menghubungi Kayra dan tidak di angkat sampai menuju mobilnya.


" Kita cari Kayra!" titahnya pada Reyhan yang masih menunggu di sana.


Reyhan mengangguk dan memasuki mobil menuruti kemauan tuannya. Davin pasti khawatir karena Kayra tidak pernah pergi begitu saja tanpa berpamitan.


**********


Kayra turun dari taxi yang berhenti di sebuah rumah. Rumah siapa lagi kalau bukan rumahnya yang pasti ada Silvia dan Susan di sana. Kayra menghela napasnya dan turun dari taxi. Dia mungkin penat dan ada sebaiknya menghindari Davin dari pada makan hati. Kayra mau tidak mau harus pulang. Walau rumahnya seperti meraba baginya. Sudah lama dia tidak kerumahnya.


Begitu memasuki rumahnya ada Susan di ruang tamu yang cukup terkejut dengan kedatangan Kayra.


" Wau aku tidak salah lihat. Untuk apa kamu datang kemari? tanya Susan berdiri dari duduknya dan menghampiri Kayra.


" Hebat ya kamu, baru menunjukkan diri sekarang, liburan seenaknya, di telpon nggak pernah di angkat dan sekarang...."


Susan terdiam saat Kayra mengeluarkan kartu limited edition dari tasnya, " Davin pernah memberikannya padaku. Jadi gunakan saja semau mama. Aku mau istirahat!" ucap Kayra to the point.


" Ini serius?" tanya Susan pasti tidak percaya. Namun tangannya langsung mengambilnya dari tangan Kayra, " tumben sekali kamu main kasih aja. Apa kamu sudah kelebihan uang sampai-sampai sudah tidak tau mau di buat apa. Biasanya juga mama harus marah-marah dulu dan suami kamu itu ikut-ikutan, sekarang malah main kasih-kasih aja," ucap Susan dengan terkejut. Namun pasti senang.


" Mama pakai seja semau mama. Aku mau istirahat," ucap Kayra yang meninggalkan mamanya dan langsung menaiki kamarnya.


" Aneh sekali anak itu," gumam Susan heran melihat Kayra, " bodo amat, sekarang waktunya shoping," ucap Susan yang langsung senang-senang. Dia bagai mendapat durian runtuh. Mungkin memang hanya dengan cara itu agar menutup mulut mamanya yang merocos terus.


***********

__ADS_1


Davin masih terus mencari istrinya entah di mana.


" Bos kayaknya Nona Kayra belanja," ucap Reyhan tiba-tiba yang melihat di layar handphonenya di mana mobil mereka yang terparkir di pinggir jalan.


" Belanja!" pekik Davin.


" Benar tuan!" sahut Reyhan.


" Tau dari mana kau, tumben-tumbenannya dia belanja," ucap Davin merasa tidak mungkin.


" Saya melihat tagihan pengeluaran dari ATM bos Davin dan banyak sekali pengeluaran selama 3 jam ini," jawab Reyhan.


" Oh, begitu. Baguslah kalau dia belanja. Paling tidak dia tau kegunaan uang itu untuk apa," ucap Davin yang memang senang istrinya foya-foya. Ya mungkin sebagian suami akan marah-marah kalau istrinya poya-poya. Kalau Davin justru senang.


" Tapi bos!" tiba-tiba Reyhan bicara lagi.


" Tapi apa?" tanya Davin.


" Bukan Nona Kayra yang belanja. Tetapi nyonya Susan," sahut Reyhan membuat Davin kaget.


" Apa kau bilang!" pekik Davin.


" Jadi dia memberikannya pada wanita matre itu!" geram Davin kesal.


" Kita cari Kayra!" titah Davin.


" Kemana bos?" tanya Reyhan.


" Kerumahnya. Aku yakin dia ada di sana dan pasti ibunya sudah memerasnya," jawab Davin yang sudah penuh dengan kekesalan.


" Baik bos," sahut Reyhan mau tidak mau menurut saja. Walau dengan terpaksa. Ya masalah rumah tangga bosnya dia yang selalu menjadi korbannya.


**********


Hari cerah kembali menjadi gelap yang sudah berubah menjadi malam hari. Kayra masih tetap di rumahnya di dalam kamarnya. Ya mungkin saja mamanya masih sibuk poya-poya dengan uang Davin. Kayra juga tidak peduli. Dia hanya mencari kedamaian sebentar untuk menata hatinya yang berantakan.


Kayra berdiri di dekat jendela dengan menatap langit malam yang indah. Dengan pandangan matanya begitu sendu. Tangannya tiba-tiba mengusap perutnya yang masih rata.


" Sampai kapan semua ini akan selesai!" hanya kata itu yang di ucapkannya.

__ADS_1


Ting.


notif ponselnya berbunyi membuat Kayra melihat ponselnya. Kayra membuka salah satu pesan yang masuk.


" Silvia mabuk kamu jemput dia di Club. Mama sedang makan dia tidak bisa menyetir. Buruan!" titah Susan.


" Haahhhhhh," Kayra membuang napas beratnya, " kenapa harus aku coba," umpatnya kesal. Dia datang kerumahnya untuk menenagkan diri dan bukannya malah tenang malah di suruh-suruh. Dan Kayra tidak punya pilihan yang akhirnya keluar dari kamarnya.


***********


Mobil Davin akhirnya sampai ke rumah Kayra. Davin dan Reyhan langsung keluar dari dalam mobil. Baru Davin yang mau masuk. Tiba-tiba taxi berhenti di depan rumah dan terlihat dia wanita yang saling merangkul bahu yang berjalan sempoyongan yang mengagetkan Davin.


Silvia dan satu lagi istrinya yang berjalan dengan sempoyongan.


" Kayra!" lirih Davin menghampiri Kayra dan mendekati istrinya dan Davin langsung mencium bau alkohol sampai mengipas hidungnya.


" Kayra kau minum!" pekik Davin terkejut. Kayra yang kehilangan kesadarannya menyipitkan matanya melihat pria di depannya.


" Siapa dia?" tanya Kayra heran melihat ke arah Silvia.


" Hey, dia itu suamimu, suami yang kita bahas tadi," ucap Silvia sembari tertawa-tawa.


" Ha-ha-ha kau benar," sahut Kayra tidak kalah tertawanya, " Dia menuduh ku minum. Bukan aku yang minum tapi dia yang minum," sahut Kayra mengelak menunjuk Silvia.


" Kau jangan bohong padanya. Kau juga minum tadi," sahut Silvia dengan tertawa-tawa yang menunjuk Kayra dengan menyipitkan matanya.


" Oh, iya aku lupa. Aku minum sedikit," sahut Kayra memperagakan jarinya.


Davin sudah merapatkan giginya benar-benar marah dengan Kayra yang beraninya minum.


" Sini kau!" Davin menarik Kayra kedekatnya dari Silvia dan membuat Silvia oleng dan jatuh terduduk di tanah.


" Auhhhh sakit apa yang kau lakukan kepadaku," rengek Silvia.


" Astaga!" sahut Kayra menutup ke-2 mulutnya, " kau jahat sekali kepadanya," ucap Kayra kesal pada Davin dan langsung menghampiri Silvia yang terduduk.


" Kau tidak apa-apa kan?" tanya Kayra.


" Pantatku terasa panas," keluh Silvia dengan rengekan manjanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2