
" Apa maksud Oma?" tanya Davin heran dengan perkataan Omanya yang membuat perasaannya semakin tidak enak.
" Ya tidak semudah itu untuk perusahan untuk seluruhnya menjadi milik kamu," sahut Oma dengan tenang bicara.
" Oma tunggu dulu. Bukannya kemarin Oma bilang. Kalau aku menikah maka nama Perusahaan akan berpindah tangan padaku padaku. Karena aku memang pewaris perusahaan dan iya aku anak pertama seorang Pria dan juga aku Sudan mengikuti syaratnya yang mana aku sudah menikah dan aku berhak mendapatkan Perusahaan utaman," ucap Davin menegaskan yang meminta haknya.
" Davin tidak seperti itu juga konsepnya. Pernikahan kamu itu hanya untuk penetapan untuk menjadi CEO yang mana kapanpun bisa di copot kembali. Jika kamu membuat kesalahan," jelas Oma membuat Davin.
" Apa maksud Oma, jadi maksud Oma. Pernikahan ku tidak berpengaruh dalam pemindahan atas milik Perusahaan," sahut Davin yang darahnya mulai naik.
" Pernikahan kamu pasti berpengaruh. Karena dari pernikahan perusahan pelan-pelan akan jatuh pada kamu dan lebih tepatnya perusahan menjadi milik kamu sepenuhnya ketika kamu sudah memiliki seorang anak," jelas Oma.
Mendengar pernyataan itu semakin membuat Davin kaget yang mana akan ada syarat baru lagi. " Oma. Apa yang Oma katakan itu tidak mungkin, jangan mengada-ada Oma," sahut Davin dengan suara rendahnya.
" Siapa yang mengada-ada memang itulah kebenarannya," tegas Oma.
" Tapi itu tidak mungkin Oma," sahut Davin yang langsung berdiri saking schok nya semuanya di luar dugaannya dengan perkataan Omanya.
" Apa yang tidak mungkin kan kamu menikah ya pasti kamu akan punya anak dari istri kamu. Jadi tidak ada yang tidak mungkin," sahut Oma yang justru heran dengan Davin.
" Ya, bukan itu maksud aku. Tapi kan sebelumnya Oma mengatakan tidak seperti itu. Orang-orang juga tau. Kalau usiaku 30 dan sudah menikah. Maka aku akan mendapatkan hak sepenuhnya atas Perusahaan," sahut Davin menegaskan.
" Itu ketentuan yang Oma buat," sahut Oma Elisabeth.
" Keterlaluan! apa Oma sedang menjebakku," sahut Davin yang yang tampak kesal.
" Apa yang kamu katakan. Siapa yang menjebak. Kamu tidak sedang terpaksalah menikah," sahut Oma menduga-duga.
__ADS_1
" Ya tidak Oma. Tapi kan tidak seperti ini kelanjutannya Davin merasa Oma hanya mengundur-ngundur kepemilikan perusahaan," sahut Davin mulai menguatkan volume suaranya.
" Davin tidak ada yang mengundur-ngundurm Oma sudah Oma katakan tidak semudah itu. Apa lagi Oma melihat kamu dan istrimu seperti bukan suami istri," sahut Oma yang mencurigai Davin.
" Oma meragukan pernikahanku," sahut Davin.
" Insting wanita itu jauh lebih besar dari pada Pria. Oma hanya menduga-duga saja dan masalah pernikahan kamu itu hanya kamu yang tau," ucap Oma dengan santai.
" Sial, kenapa semuanya berantakan seperti ini. Sia-sia saja usaha ku selama ini. Aku sudah mengeluarkan uang yang banyak untuk mertua serakah itu dan sekarang aku tidak mendapatkan apa-apa. Sial," umpat Davin di dalam hatinya yang terlihat frustasi.
" Jangan berlebihan Davin. Lagian kamu juga menjadi CEO dan sisinya bukannya hanya tinggal menunggu waktu saja," ucap Oma dengan santai.
" Argggghhh, Oma menginkari janji," sahut Davin yang langsung pergi dengan mengacak rambutnya frustasi seperti orang gila.
" Apa menurutnya Perusahaan jauh lebih penting dari pada pernikahannya. Sampai dia seperti orang kebakaran jenggot hanya dengan keputusanku. Lagian hanya menunggu waktu saja. Terlalu terburu-buru," batin Elisabeth dengan geleng-geleng kepala.
*********
Davin terlihat begitu stres dengan pernyataan baru dari Omanya, dia yang berada di dekat kolam renang yang duduk di salah satu bangku yang ada di sana dengan memijat-mijat kepalanya yang terasa berat.
" Sial!" desis nya yang merasa terjebak dengan rencana mendadak yang di lakukannya. Dan pasti karena keserakahannya, " percuma aku melakukan semuanya. Apa Oma tidak yakin dengan pernikahanku. Makanya tiba-tiba dia mengubah keputusannya," batin Davin.
" Argggghhh," Davin berteriak kesal dengan mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya.
" Kamu kenapa Davin!" tiba-tiba Altarik berdiri di sampingnya dengan memegang secangkir kopi dan langsung meneguknya.
" Nggak apa-apa," jawab Davin ketus. Altarik pun diduk di samping Davin dan meletakkan kopinya di samping Davin.
__ADS_1
" Mana mungkin tidak ada apa-apa. Wajah kamu terlihat semarah itu," sahut Altarik.
" Gimana tidak marah coba pa, Oma mengingkari janjinya. Dia mengatakan ketika Davin menikah. Perusahaan utama akan menjadi milik Davin seutuhnya. Tapi apa coba yang terjadi. Oma hanya menjadikanku CEO tetap saat ulang tahun ku nanti," ucap Davin yang mengeluarkan apa yang di pendamnya pada papanya.
" Kamu ini ambisius sekali," sahut Altarik.
" Ya namanya aku sudah terlanjur menikah. Papa kan tau aku menghindari pernikahan itu dan jika hasilnya seperti ini yang ada aku yang dirugikan," sahut Davin dengan kesal.
" Maksudnya terlanjur menikah seperti apa?" tanya Altarik.
" Ya terlanjur lah, aku seharusnya tidak buru-buru menikah dengan Kayra. Tapi apa semuanya sia-sia dan perusahan tidak jadi menjadi milikku," sahut Davin kesal. Membuat Altarik geleng-geleng sambil meneguk kopinya.
" Davin- Davin kamu ini sama seperti papa waktu muda dulu, sangat ambisius dan gila kerja. Ya karena gila kerja papa menginginkan Jika papa harus memiliki perusahaan sepenuhnya harus nama papa dan iya Eyanh buyut juga memberikan saran yang sama. Yang mana Perusahaan akan menjadi milik papa. Jika papa sudah berumah tangga,"
" Dan kamu tau tidak Davin. Saat itu papa tidak memiliki kekasih. Masih mending kamu ada. Jadi kamu bisa menikahinya. Tetapi papa tidak ada sama sekali," jelas Altarik yang membuka obrolan dan membuat Davin heran.
" Jika tidak lalu bagaimana papa menikah?"tanya Davin.
" Ya papa harus mengeluarkan ide. Tapi untung saja kamu sudah menikah. Jadi tidak perlu di tiru atau mengikuti ide papa," sahut Altarik membuat Davin mengkerutkan dahinya.
" Maksud papa apa sih?" tanya Davin heran.
" Karena papa itu ambisi ingin Perusahaan menjadi milik papa. Jadi papa memaksa almarhum mamamu untuk menikah. Saat itu papa tidak mengenalnya kita kebetulan bertemu dalam kenccan buta. Di mana dia di jodohkan orang taunya dan tidak sengaja bertemu dengan papa dan akhirnya papa merayu ALM mamamu dan sepakat untuk menikah kontrak dengannya," jelas Altarik.
Davin mendengarnya sungguh kaget sampai matanya melotot. " Papa dan mama menikah kontra!" pekik Davin hampir berhenti bernapas mendengar kenyataan itu. Baru tau dia jika papanya juga dengan mendiang ibunya menikah kontrak.
Bersambung
__ADS_1