Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 171


__ADS_3

5 tahun kemudian


Ruangan rapat untuk semua direksi-direksi Perusahaan. Kursi-kursi itu sudah di isi dengan orang-orang tertentu yang mana hanya 1 kursi yang kosong yaitu kursi utama pemilik CEO Perusahaan dan saat ini masih di tunggu.


Tidak lama pintu ruangan rapat terbuka dan menunjukkan Pria tampan yang melangkah dengan menunjukkan kewibawaannya dengan merapikan jasnya sesaat dan langsung menduduki kursi utama yang memang menjadi miliknya.


Siapa lagi kalau bukan Davin pemilih Perusahaan Xater utama. Yang 5 tahun lalu Perusahaan itu sudah menjadi miliknya. Reyhan Asistennya tetap setia bekerja padanya dan sekarang sedang memberikan Davin dokumen yang di balut map hitam.


"Baik kita mulai!" sahut Davin dengan suara dinginnya.


Mereka semua mengangguk dan salah satu penghuni rapat langsung beri dan sepertinya akan menunjukkan presentasinya yang berhubungan dengan pembahasan rapat kali ini.


Penghuni rapat itu begitu serius mendengarnya dengan mengangguk-angguk kepala dan seakan setuju dengan apa yang di katakan Pria yang berkepala botak itu.


"Cukup!" sahut Davin dengan suaranya beratnya dan Pria itu menundukkan kepalanya lalu duduk kembali ketempatnya.


"Rapat selesai," sahut Davin merapikan jasnya dan langsung berdiri meninggalkan tempat duduknya dan langsung melangkah keluar dari ruangan itu yang di ikuti oleh Reyhan.


Yang lainnya hanya menghela napas saja dengan geleng-geleng dan mungkin ada keluar kata-kata kesal. Tetapi tidak bisa di ungkapkan. Karena memang seperti itulah Davin yang apa-apa tidak ingin ribet dan harus sesimple mungkin.


************


Davin kembali Keruangannya dan langsung menduduki bangku kerjanya dengan memijat kepalanya yang terasa berat.


"Apa jadwal selanjutnya?" tanya Davin.


Reyhan langsung memberikan agenda jadwal Davin.


"Apa kau tidak bisa membacanya," ucap Davin kesal.


Reyhan menghela napasnya. Dan harus membaca jadwal bosnya tersebut.


"Jam 10 pagi kita ada meeting dengan salah satu klien di Restaurant Nusa Lara dan di pertemuan...."


"Jangan di lanjutkan. Kau membacanya sampai bawah juga tidak akan aku ingat. Jadi cukup satu saja," sahut Davin memotong pembicaraan Reyhan.


Reyhan menghela napasnya harus sabar-sabar menghadapi bosnya yang tidak pernah berubah itu.


"Siapkan mobil. Kita langsung gerak," ucap Davin yang tidak mau buang-buang waktu. Bahkan langsung berdiri dan melangkah terlebih dahulu.


"Reyhan kau makan dari uanganya. Jadi bersabarlah Reyhan. Hidup ini memang seperti itu. Ingat kau itu sedang mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk biaya pernikahan mu," batin Reyhan yang menghela napas dengan mengusap dadanya.


"Reyhan apa aku harus menunggumu!" teriak Davin.

__ADS_1


"Iya bos aku datang," sahut Reyhan yang langsung berlari dengan buru-buru sebelum Davin nanti akan menceramahinya.


********


Restaurant Nusa Lara.


Terlihat seorang wanita yang menemani anak kecil laki-laki yang memakai seragam sekolah. yang sedang memilih-milih banyak eskrim.


"Jangan banyak-banyak diambil nanti mama marah," ucap wanita muda itu.


"Memang Bu Dokter nanti akan marah. Kalau Brian mengambil banyak eskrimnya.


"Iya benar. Nanti Bu Dokter marah. Karena tidak bagus untuk kesehatan. Nanti Brian sakit dan Suster yang di marahi," ucap wania itu membujuk anak tersebut.


"Kalau Brian sakit. Ada Bu Dokter yang ngobatin," ucap Devan.


"Iya-iya, sudah ambil satu aja," sahut wanita itu yang langsung mengambil 1 eskrim dan memberikannya pada Brian dan Brian bocah kecil yang menggemaskan itu langsung membukanya dan menikmati eskrim itu.


"Brian tunggu di mobil sama kakek,"ucap Brian yang langsung berlari.


"Brian hati-hati nanti jatuh," sahut wanita itu yang panik dan dia harus membayar membuatnya ikut tergesa-gesa dengan bocah kecil yang berlari sambil memakan eskrim tersebut.


Bruk.


Brian terjatuh setelah menabrak seorang pria di depannya yang memasuki Restaurant itu.


Pria yang di tabrak Brian adalah Davin dan eskrim yang di makan Brian sudah mengenai celana Davin.


"Bos," lirih Reyhan yang garuk-garuk kepala dengan melihat bosnya yang setelah ini akan mengamuk. Karena lihatlah Davin yang mematung sedang menahan emosinya dengan pakainnya yang kotor.


"Ya ampun Brian kamu tidak apa-apa?" tanya wanita itu panik dan membantu Brian berdiri. Brian yang tau dirinya bersalah merasa takut dan bersembunyi di balik wanita yang di panggilnya Suster tersebut.


"Maaf tuan," ucap wanita itu langsung menunduk yang ikutan panik dengan melihat wajah datar Davin, "dia benar-benar tidak sengaja. Maafkan saya yang lalai membiarkannya berlari. Saya akan bantu bersihkan," ucap wanita itu mengambil tisu dan ingin buru-buru membersihkan. Namun Davin langsung mengangkat tangannya untuk menyuruh stop.


Davin langsung melihat ke arah anak kecil yang bersembunyi itu.


"Kamu yang bersalah. Lalu kenapa orang lain yang meminta maaf," ucap Davin menatap serius Brian dan Brian perlahan mengangkat kepalanya memberanikan diri untuk melihat Pria yang dingin itu.


Brian perlahan melepaskan tangannya dari baju wanita itu dan menghadap Brian dengan keberaniannya.


"Brian minta maaf Om. Brian tidak sengaja," ucap Brian menunduk yang mengakui kesalahannya.


Davin mendengus tersenyum dan langsung berjongkok dengan memegang ke-2 bahu Brian.

__ADS_1


"Kamu tidak sengaja?" tanya Davin.


Brian menganggukkan kepalanya.


"Baiklah Om akan memaafkan kamu," ucap Davin membuat wanita yang menemani Brian lega.


"Benar?" tanya Brian dengan semangatnya. Davin menganggukan kepalanya.


"Makasih Om," ucap Brian begitu bahagianya yang membuat Davin tersenyum.


"Eskrimnya sudah kotor dan tadi Om juga yang membuatnya. Kamu mau eskrim lagi. Biar Om beli yang banyak," ucap Davin menawarkan.


"Mau!" sahut Brian dengan semangatnya. Namun tiba-tiba semangatnya hilang membuat Davin heran.


"Tapi satu aja. Karena Bu Dokter pasti marah nanti," sahut Brian.


"Bu Dokter," sahut Davin heran.


"Maaf tuan, maksudnya adalah mamanya. Mamanya seorang Dokter dan sangat sensitif pada Brian. Makanya tidak boleh memakan eskrim banyak-banyak," sahut wanita itu menjelaskan.


"Begitu rupanya. Tapi Om akan tetap mengganti eskrim kamu. Ayo kita beli," Davin berdiri dan menggenggam tangan Brian dengan memilih eskrim tersebut.


"Bos Davin bisa manis juga kalau sama anak kecil. Alah paling dia hanya cari perhatian saja. Anak kecil kan jujur. Takut aja dia di bilang galak. Makanya sok baik," gerutu Reyhan di dalam hatinya melihat Davin yang luluh karena anak kecil.


Karena biasanya Davin memang pasti akan mengamuk dengan pakaiannya yang kotor apalagi dia akan meeting setelah itu.


*******


Suster dan Bria langsung menuju mobil. Setelah masalah mereka selesai bersama Davin. Suster membukakan pintu belakang dan Bria langsung masuk.


"Kakek sudah lama menunggu?" tanya Bria pada Pria tua di sampingnya.


"Tidak lama. Cuma lumayan lama," sahut Pria tua itu.


"Maaf kakek," sahut Brian dengan tertawa. Pria tua itu menghapus-hapus pucuk kepala Brian.


"Maaf Om Aris. Tadi di dalam ada sedikit insiden. Di mana Brian menabrak salah satu pengunjung dan untungnya tidak panjang masalahnya," jelas wanita itu.


"Lalu apa Brian sudah minta maaf?" tanya kakek Haris.


"Sudah. Sudah minta maaf," jawab Brian.


"Syukurlah kalau begitu. Lain kali hati-hati. Jangan buru-buru dan dengarkan apa kata suster Maya," ucap kakek Aris memberi masukan pada cucunya.

__ADS_1


"Baik kakek. Brian ingat. Tidak boleh bandel nanti mama marah dan tidak fokus pada orang sakit. Kan nanti mama akan sedih," ucap Brian. Aris dan Maya tersenyum mendengarnya yang mana Brian sangat patuh pada mamanya.


Bersambung


__ADS_2