
"Kenapa kau diam. Aku mencarimu selama bertahun-tahun dan kau malah menikah dengan laki-laki lain," ucap Davin.
"Apa yang kau bicarakan. Jika aku menikah atau tidak itu urusanku dan bukan urusanmu. Aku punya hak untuk menikah. Karena kita sudah berpisah. Kita sudah bercerai," tegas Kayra.
"Aku tidak pernah menceraikanmu," sahut Davin dengan menguatkan volume suaranya.
"Pelankan suaramu. Ini rumah sakit," tegas Kayra menekan suaranya yang tidak ingin mereka ber-2 jadi bahan tontonan.
"Kayra aku tidak pernah menceraikanmu. Aku tidak pernah mengajukan perceraian ke pengadilan sampai detik ini dan itu artinya. Kau masih sah menjadi istriku," tegas Davin.
"Apa kau gila. Aku bukan istrimu lagi dan hubungan kita sudah berakhir. Aku peringatkan kepadamu Davin. Aku bukan Kayra yang dulu dan aku minta padamu. Jangan pernah menggangguku dan juga anakku. Aku berharap kau bisa sadar. Jika kita berdua sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi," tegas Kayra dengan matanya melotot yang menekankan pada Davin yang berdiri do depannya yang sekarang mengepal ke-2 tangannya dengan wajahnya yang penuh amarah.
"Lalu di mana anakku?" tanya Davin membuat Kayra terkejut.
"Apa maksudmu?" Kayra balik bertanya.
"Jangan pura-pura tidak tau. Aku tidak peduli dengan statusmu yang mau kau menikah sudah 10 kali atau seribu kali. Aku tidak peduli. Jawab pertanyaan ku di mana anakku," ucap Davin.
"Kau berbicara anak. Apa yang kau bicarakan. Aku tidak mempunyai anak darimu," sahut Kayra menegaskan.
"Kayra kau!" geram Davin melangkah mendekati Kayra. Namun Davin berusaha untuk mengontrol emosinya di depan Kayra.
"Kayra kau pergi saat hamil dan wajar jika aku bertanya di mana anakku," ucap Davin dengan suara rendahnya.
__ADS_1
"Dan kepergian ku membawa luka. Apa kau pikir janin di rahimku masih bertahan dengan mentalku yang rusak akibat perbuatanmu. Davin aku tidak melahirkan anak dari mu," sahut Kayra menegaskan dan membuat Davin terkejut. Bahkan matanya berkaca-kaca mendengar pernyataan dari Kayra.
"Itu tidak mungkin. Kau jangan berbohong. Aku bukan Pria yang bisa kau bodohi," ucap Davin yang membantah pernyataan Kayra.
"Terserah apa katamu. Tetapi jelasnya aku tidak memiliki anak dari mu. Kau membuat anak itu lenyap dari kandungan ku," tegas Kayra.
"Kalau bicara lihat orangnya. Aku sangat mengenalmu Kayra. Kau tidak bisa berbohong. Jika kau berbicara jika tidak melihat matanya. Maka kau sedang bersandiwara," ucap Davin yang memperhatikan mimik wajah Kayra. Bahkan saat Kayra berbicara matanya sama sekali tidak bertemu dengan Davin.
"Aku tidak bersandiwara. Apa yang aku katakan adalah kebenarannya," sahut Kayra yang akhirnya melihat mata Davin di mana mereka saling melihat dengan mata Kayra berkaca-kaca.
"Brian anakku," sahut Davin mengambil kesimpulan sendiri membuat Kayra terkejut. Namun Kayra langsung tertawa saat mendengar kata-kata Davin.
"Bagaimana bisa kau menyimpulkan sendiri jika Brian adalah anakmu. Davin sudah 5 tahun dan hidupku begitu bahagia tanpa dirimu. Aku punya kehidupan baru dan kau tidak tulikan. Tadi kau mendengar sendiri jika Brian punya ayah. Dia memanggil Daddy dan aku sudah menikah. Brian tidak ada hubungannya denganmu. Aku punya keluarga sendiri. Jadi kita berdua sudah tidak terikat apa-apa lagi. Anak yang kau katakan. Juga tidak ada. Sampai sini kau paham kan. Jadi untuk yang pertama kali dan yang terakhir kali aku bicara kepadamu. Jangan pernah menggangguku lagi. Aku sudah punya keluarga dan jauhi putraku," tegas Kayra menunjuk tepat di wajah Davin dengan penuh penekanan saat bicara.
"Lepaskan tanganku!" berontak Kayra saat lengannya di cengkram kuat Davin.
"Kau pikir aku percaya kata-kata mu. Aku bisa melihat kau sedang berbohong. Kau sangat berani kepadaku yang menikah sementara aku masih menjadi suamimu dan oke aku tidak peduli dengan pernikahan mu itu. Sekarang aku tanya kembali kepadamu. Di mana anakku!" teriak Davin tepat di wajah Kayra membuat Kayra tersentak kaget dan air mata yang di tahannya sejak tadi akhirnya jatuh.
"Katakan Kayra di mana anakku?" teriak Davin lagi.
Plakkk.
Kayra langsung melayangkan tangannya pada wajah Davin dan Kayra langsung mendorong Davin agar menjauh darinya.
__ADS_1
"Kau jangan berani-berani meneriakiku. Aku sudah mengatakan berkali-kali kepadamu. Anak yang kau tanya itu sudah tidak ada. Terserah kau mau berpikir seperti apa. Jika kau berani sekali lagi meneriaki ku. Aku melaporkanmu ke polisi karena mengganggu kenyamanan ku dan juga keluargaku. Jadi jangan menggangu ku lagi," tegas Kayra dengan menunjuk tepat di wajah Davin dan membuat Davin hanya diam dengan merasa panas di pipinya.
"Satu lagi aku beritahu kepadamu. Luka yang kau buat kepadaku begitu besar. Sampai aku tidak ingin ada ikatan denganmu. Termasuk janin di dalam kandunganku waktu itu dan jika dia tidak ada bersamaku. Itu artinya aku benar-benar tidak ingin sedikit saja ada dirimu atau benihmu berada di rahimku," tegas Kayra membuat Davin menelan salavinanya.
"Aku berharap kau juga tidak lupa apa yang aku katakan kepadamu 5 tahun lalu. Jika kau tidak akan pernah melihat anak yang ku kandung dan sekarang terbuktikan anak itu tidak ada, saat perpisahan dia juga berpisah dari rahimku dan itu karena perbuatanmu!" tegas Kayra yang sudah cukup mengeluarkan kata-katanya dan langsung pergi dari hadapan Davin.
Davin diam di tempatnya dengan mengepal tangannya, "kau pikir aku percaya kata-kata mu," batin Davin yang melihat punggung Kayra yang semakin lama semakin jauh.
*************
Setelah perdebatan dengan Davin orang yang pernah di cintainya dan akhirnya bertemu selama 5 tahun. Kayra menenagkan dirinya di atas gedung. Di balkon yang luas di bawah langit yang mana Kayra duduk di salah satu bangku dengan beberapa kali membuang napasnya dengan kasar.
Kayra mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya menutupnya sebentar yang beberapa kali menghela napasnya.
"Apa yang kau takutkan Kayra. Pertemuan ini tidak akan pernah berati apa-apa. Jangan takut Kayra. Kau jangan takut semuanya akan baik-baik saja," batin Kayra yang nyatanya sangat gelisah dan takut sesuatu.
"Brian mama sangat menyayangimu. Maafkan mama nak," batin Kayra meneteskan air matanya.
***********
Davin sendiri berada di dalam mobil yang menyetir dengan raut wajah yang sangat menyeramkan. Wajahnya itu masih memerah dan Davin berkali-kali memukul stir mobil dengan lintasan wajah Brian yang menganggu pikirannya dan Brian saat memanggil Haykal dengan sebutan Daddy yang sangat membuat Davin terluka.
"Kenapa kau tega Kayra melakukan semua ini. Kau bahkan menikah tanpa ada perceraian di antara kita. Kau pikir aku akan membiarkan semua ini. Tidak akan Kayra. Tidak akan aku biarkan," umpat Davin dengan penuh kemarahan.
__ADS_1
Bersambung