Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 274


__ADS_3

Setelah melanjutkan makan malam bersama dengan keluarga Lian. Akhirnya Pricilla dan Cika pulang. Namun dia pulang bersama dengan Lian. Lian yang mengantarkan mereka pulang dan tidak bersama Aldo yang padahal tadi mereka berangkatnya dengan Aldo.


"Akhirnya sampai juga!" ucap Lian ketika mobil itu sudah berhenti di depan ruang kontrakan Pricilla.


"Iya, apa terlalu jauh perjalanan sampai-sampai Cika harus tertidur," ucap Pricilla menoleh kebelakang dan melihat putrinya yang tertidur lelap.


"Mungkin dia sangat lelah, dia juga sangat banyak bermain dengan Brian," sahut Lian.


"Iya kamu benar," sahut Pricilla.


"Ya sudah ayo kita turun!" ajak Lian.


Pricilla mengangguk dan mereka berdua sama-sama turun. Lian sendiri mengambil alih untuk menggendong Cika dengan hati-hati tanpa ingin membangunkan Cika.


"Seharusnya tidak perlu biar aku saja yang melakukannya," ucap Pricilla yang merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa Pricilla, aku saja yang menggendongnya," sahut Lian.


"Ya sudah kalau begitu, ayo masuk!" sahut Pricilla yang mempersilahkan Lian untuk masuk ke dalam rumahnya. Pricilla membukakan pintu dan mengarahkan kian untuk masuk kedalam kamar di mana Cika beristirahat.


Setelah sampai kamar Lian langsung membaringkan Cika dengan pelan-pelan dan juga menyelimuti Cika.


"Makasih ya Lian, maaf sudah merepotkan kamu," ucap Pricilla yang merasa tidak enak dengan Lian yang harus repot-repot.


"Tidak apa-apa Pricilla itu sudah kewajiban ku. Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu. Kamu juga harus istirahat dan kamu tidak boleh capek-capek ya," ucap Lian yang begitu perhatiannya pada Pricilla.


"Iya Lian. Sekali lagi aku ucapkan terima kasih," ucap Pricilla.


"Sama-sama, aku pamit ya," ucap Lian. Pricilla menganggukkan kepalanya dan Lian langsung pergi. Pricilla menghela napas dengan mengeluarkan senyumannya yang mengandung arti. Tampak tulus yang sepertinya harus percaya jika Lian mungkin Pria yang di takdirkan untuknya dan bukan Davin yang sudah di kejar-kejarnya selama ini.

__ADS_1


************


Pagi hari Kayra yang sedang berada di dapur terlihat menyiapkan sarapan pagi seperti biasanya. Yang mana Kayra baru saja selesai mandi dan memakai piyama berbahan satin berwarna putih dengan rambutnya yang basah. Ya Kayra harus keramas pagi-pagi karena baru saja selesai beraktivitas tadi malam dengan sang suami.


Kayra hanya membuat nasi goreng saja untuk sarapan anak dan suaminya. Ya apa yang simple-simple itu yang di siapkannya. Di tengah-tengah Kayra yang memaksa tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggangnya yang memeluknya dengan erat, siapa lagi juga bukan Davin yang sekarang menempelkan pipinya pada pipi Kayra dengan Davin yang mengecup lembut pipi Kayra.


"Morning sayang," ucap Davin dengan kecupan lembutnya.


"Morning sayang," jawab Kayra.


"Kamu lagi buat apa?" tanya Davin dengan memeluk erat Kayra yang tidak mau lepas dari Kayra seakan begitu merindukan Kayra.


"Ini kamu lihat! aku sedang membuat nasi goreng, kamu mau kan?" tanya Kayra sembari mengaduk-aduk dan melihat sebentar suaminya.


"Aku maunya kamu," goda Davin membuat Kayra menyikukan perut suaminya yang di setiap waktu terus saja menggodanya.


"Sayang aku serius tau," sahut Davin dengan rengekan manjanya yang memegang kedua bahu istrinya dan menunduk agar searah dengan sang istri dan memegang ke-2 tengkuk Kayra dengan memiringkan kepalanya yang pasti ingin mencium bibir Kayra di pagi-pagi romantis ini.


Kayra menahan tawanya saat melihat wajah suaminya yang penuh dengan amarah, penuh dengan emosi tingkat dewa dengan wajah kesal suaminya itu.


"Morning sayang Brian sudah bangun?" sahut Kayra yang menyapa sang putra.


"Sudah mama. Apa Brian mengganggu mama dan papa?" tanya Brian dengan polosnya yang melihat kearah papanya dengan penuh tatapan seolah mengejek sang papa.


"Tidak dong sayang kenapa harus ada yang di ganggu," sahut Kayra.


"Lalu kenapa wajah papa seperti tidak senang seperti itu yang kelihatannya marah dengan Brian. Apa Brian telah merusak moment papa?" tanya Brian yang tau aja apa yang di pikirkan Davin.


"Itu hanya perasaan kamu saja. Papa tidak seperti kok. Iya kan sayang?" tanya Kayra.

__ADS_1


"Hmmm, iya," sahut Davin dengan tersenyum palsu.


"Tetapi papa pasti bohong. Lihat wajah papa tersenyum palsu dan tampak tidak senang," sahut Brian yang memang mencari masalah saja dengan Davin. Sehingga membuat ayah dan anak itu saling menatap tajam yang seolah bermusuhan. Kayra hanya tersenyum melihat anak dan suaminya yang sudah seperti musuh bebuyutan saja.


"Sudah-sudah jangan saling tatap seperti itu. Kalian berdua itu sangat menyeramkan mama lama-lama bisa takut. Ayo kita sarapan sekarang mama sudah menyiapkan sarapan," sahut Kayra.


"Baik mamah," sahut Brian yang langsung mengambil tempat duduk.


"Sayang kamu juga duduk," ucap Kayra pada Davin dan Davin pun ikut duduk di depan anaknya.


"Lihatlah mah wajah papa itu seperti tidak senang dengan kehadiran Brian," sahut Brian yang malah mengadu pada Kayra. Hal itu jelas membuat Davin bertambah kesal dengan putra semata wayangnya itu.


"Sudah Brian kamu itu jangan berpikiran yang lain-lain. Ayo kamu sarapan," sahut Kayra yang juga mengambil tempat duduk setelah menghidangkan sarapan untuk anak dan suaminya dan mereka pun mulai sarapan.


"Masakan mama sangat enak!" puji Brian dengan mulutnya yang tidak berhenti mengunyah.


"Brian bisa aja," sahut Kayra.


"Memang benar kok mamah sayang masakan mama itu sangat enak," puji Brian lagi yang membuat Kayra tersenyum, "tidak apa-apa kan papah. Kalau Brian panggil mama dengan mama sayang. Papa tidak akan marah kan?" tanya Brian yang membuat Kayra tertawa. Yang Brian tau aja Davin itu orangnya cemburuan dan sepertinya Brian memang sengaja membuat Davin kesal.


Ya lihatlah ayah dan anak itu kembali saling tatap-menatap dengan Brian yang tersenyum Kemenangan dan Kayra yang melihat hal itu hanya tersenyum saja dengan anak dan suaminya.


Sekarang saingan terberat Davin bukan laki-laki lain yang menyukai istrinya. Tetapi justru anaknya sendiri yang sengaja membuatnya panas. Padahal tadi malam Brian sudah berbaik hati dengan memberikan peluang untuk Davin dan Kayra bermesraan. Davin memang tidak bersyukur deh.


Dan Brian si anak tampan dan polos memang sengaja membuat papanya itu kesal.


"Sayang ayo kamu makan. Kenapa diam aja dari tadi?" tanya Kayra yang mencoba mencairkan hati suaminya yang rada-rada kesal itu.


"Paling merajuk," cicit Brian dengan ejekan lagi.

__ADS_1


"Brian sudah ah," sahut Kayra dengan geleng-geleng kepala.


Bersambung


__ADS_2