
Brian dan Kayra ikut makan siang bersama dengan keluarga Davin dan Kayra sendiri sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian Zoy. Padahal masih ada tertinggal pakainnya di kamar Davin. Namun Kayra menolak memakainya mungkin karena tidak ingin memasuki kamar Davin yang akan mengingatkannya pada masa lalu yang pasti masih membekas sampai sekarang.
"Bagaimana Brian apa makannya enak?" tanya Oma.
"Enak Nenay," jawab Brian.
"Kalau begitu nanti Brian harus sering-sering main ke rumah kakek," sahut Altarik.
"Memang masih boleh?" tanya Brian.
"Pasti boleh dan Brian. Rumah ini kan juga adalah rumah kamu," sahut Zoy.
"Oh iya kok bisa?" tanya Brian yang harus tau alasannya kenapa rumah papanya di katakan rumahnya.
Zoy jadi terjebak sendiri dengan kata-katanya pada Brian. Karena sekarang Zoy tidak tau lagi harus mengatakan apa pada Brian yang tidak tau harus memulai jawaban dari mata.
"Hmmm, itu karena," sahut Zoy gugup yang takut salah bicara dan bisa menyinggung masalah Kayra dan Davin.
"Sudah Brian makan lagi, jangan banyak bicara saat makan. Jadi makanlah," ucap Kayra yang tidak ingin ada lanjutan dari masalah yang lain.
"Baik mah," sahut Brian mengangguk dan melanjutkan makannya. Davin dan Kayra kembali saling melihat dengan tatapan mata yang penuh arti.
"Kayra kamu juga makan yang banyak," sahut Oma.
"Iya Oma," sahut Kayra tersenyum tipis.
**********
Setelah seharian Kayra dan Brian berada di rumah Davin. Karena memang hari libur dan Kayra juga tidak ingin memisahkan Brian dari Davin dan Brian mempunyai hak untuk bersama keluarga Davin yang mana Brian adalah cucu mereka. Jadi Kayra akan menghilangkan egonya demi Brian dan bukan berati demi Brian harus kembali ke pada Davin. Hal itu perlu pertimbangan yang besar.
Davin mengantarkan Kayra dan Brian kembali ke Apartemen dan pasti Brian yang sudah tertidur karena sudah larut malam dan Brian pasti sangat lelah dan mengantuk. Begitu memasuki Apartemen tersebut Davin langsung memasuki kamar Brian dan membaringkan perlahan putranya itu di atas tempat tidur dan Kayra juga ikut ke dalam kamar.
Setelah membaringkan Brian dengan posisi aman. Davin menarik selimut dan terakhir mencium lembut kening Brian dan Kayra hanya melihat saja tanpa ada kata-kata yang keluar dari mulutnya.
__ADS_1
"Terima kasih sudah mengantar kami. Kamu pulanglah. Aku juga sudah mau istirahat," ucap Kayra.
"Baiklah aku pulang. Kamu istirahatlah dan aku juga berterima kasih dengan kamu yang memberi kesempatan membawa Brian ke rumah, memberitahu pada Oma papa dan yang lainnya jika Brian anakku dan cucu mereka. Aku benar-benar sangat berterima kasih untuk kerendahan hati kamu," ucap Davin.
"Aku melakukan itu hanya demi Brian. Jadi tidak ada yang perlu di terimah kasihkan," sahut Kayra.
"Baiklah! terserah kamu mau menanggapi seperti apa. Pada intinya. Aku benar-benar sangat berterima kasih," ucap Davin. Kayra kembali hanya mengangguk saja.
"Baiklah kalau begitu. Kayra aku pamit dulu!" ucap Davin. Kayra lagi-lagi menganggukkan kepalanya.
"Hati-hati di jalan," ucap Kayra. Davin mengangguk dengan tersenyum dan langsung keluar dari kamar Brian. Kayra menghela napasnya dengan perlahan kedepan dan menatap putranya itu.
"Kamu istirahatlah sayang. Mama juga mau istirahat," ucap Kayra tersenyum dan juga langsung keluar dari kamar untuk bersih-bersih dan langsung beristirahat.
************
Kayra berada di ruang operasi yang sedang mengoperasi pasien dengan keseriusan. Pasti seriuslah.
Namun di meja kerjanya handphonnya yang tertinggal di atas meja terus saja berdering yang ternyata Davin yang menelpon dan tidak ada orang di ruangan itu yang tidak bisa mengangkat panggilan telpon tersebut.
"Mama!" panggil Brian dengan suara lemahnya.
"Brian kita kerumah sakit ya!" ucap Davin.
"Nggak mau pah, Brian mau nunggu mama pulang saja dan kalau Brian nanti kerumah sakit. Pasti mama cemas dan Brian tidak mau mama jadi kepikiran dengan Brian," ucap Brian dengan suaranya yang begitu lemas.
"Tapi Brian. Brian sedang panas. Nanti tubuh Brian semakin lemah," ucap Davin.
"Brian nggak apa-apa kok," ucap Brian dengan suaranya yang semakin hilang.
Davin memang mendatangi Apartemen Kayra saat malam hari yang ingin membawakan Brian makan malam. Namun ternyata Davin mendapati Brian di kamarnya yang berada di lantai yang meriang kedinginan dan tubuhnya sangat panas.
Davin mencoba menghubungi Kayra. Karena Brian yang begitu panas tidak mau di bawa kerumah sakit. Namun sampai detik ini Kayra tidak mengangkat telponnya dan padahal sudah malam hari. Bagaimana mau di angkat. Kayra juga melaksanakan tugasnya sebagai Dokter yang sekarang sedang menyelamatkan pasiennya.
__ADS_1
********
Kayra pulang ke apartemennya setelah menyelesaikan pekerjaannya di rumah sakit dan Kayra langsung memasuki Apartemennya dengan lemas dan begitu sangat lelah.
Kayra di kejutkan dengan Davin yang baru keluar dari kamar Brian.
"Ngapain kamu di sini?" tanya Kayra.
"Kamu baru pulang jam segini?" Davin balik bertanya dengan suara Davin yang tertahan dan Kayra melihat jam sudah pukul 12.
"Lalu kenapa?" tanya Kayra lagi.
"Kenapa tidak mengangkat telpon ku?" Davin balik bertanya. Kayra melihat handphonenya dan begitu banyaknya panggilan dari Davin. Kayra menghela napasnya dan melihat kearah Davin.
"Aku tidak punya kepentingan untuk mengangkat panggilan dari mu," sahut Kayra dengan ketus yang langsung berjalan dan seolah tidak peduli dengan Davin. Karena dia juga sangat lelah dan pasti melihat Davin membuatnya semakin lelah.
Kayra berjalan ke dapur untuk mengambil air putih dan Davin langsung menghampirinya.
"Jadi kamu sengaja tidak mengangkatnya?" tanya Davin.
"Apa-apaan sih Davin. Memang aku ada alasan untuk mengangkatnya. Kamu pulang sana!" usir Kayra dengan kesal.
"Aku menelponmu bukan karena main-main Kayra. Tetapi karena Brian sakit!" tegas Davin menekan suaranya yang membuat Kayra terkejut bahkan tidak jadi minum sama sekali.
"Apa kamu bilang?" tanya Kayra.
"Brian sakit apa kau puas," sahut Davin yang menahan amarahnya dan Kayra langsung buru-buru berlari kekamar Brian untuk mengecek kondisi putranya.
Di dalam kamar Brian membaringkan tubuhnya dengan keningnya yang di beri kompres dan Kayra langsung duduk di samping Brian dengan panik sembari mengecek anaknya yang memang sangat panas.
"Kenapa tidak membawanya kerumah sakit?" tanya Kayra panik.
"Dia hanya menginginkanmu. Bukan rumah sakit. Kayra bisa-bisanya kau itu meninggalkan anak sendirian di apartemen dan pulang selarut ini. Apa selama ini. Kau memang sering seperti ini," ucap Davin yang begitu marah sampai menyalahkan Kayra.
__ADS_1
"Aku tidak mengangkat telponmu. Karena aku ada Operasi dan seharusnya kau mengirim pesan dan mengatakan yang sebenarnya," sahut Kayra yang begitu panik dengan Brian yang sakit.
Bersambung