
Tidak terasa hari sudah malam saja dan kebetulan tempat wisata itu menyediakan penginapan yang unik-unik. Yang berupa vila terbuat dari kayu seperti rumah-rumah adat. Juga ada kamar-kamar yang unik. Karena kebetulan hujan dan juga Kayra dan Davin lelah seharian melakukan banyak kegiatan yang menyenangkan. Akhirnya pasangan itu memilih untuk menginap.
Sekarang Kayra dan Davin berada di depan resepsionis untuk melakukan pembayaran kamar yang mana Kayra yang pasti bertanggung jawab untuk hal itu. Karena temanya hari ini dia yang meneraktir Davin. Jadi apa-apa harus dia yang melakukan pembayaran untuk setiap apapun itu.
" Apa uangmu masih ada?" tanya Davin menyindir.
" Nih, masih banyak!" sahut Kayra kesal menunjukkan uang pecahan 50 ribuan ke wajah Davin.
" Ohhhh, aku pikir sudah habis," sahut Davin dengan santai dan membiarkan Kayra melakukan transaksi dengan karyawan cantik itu.
" Ini mbak kuncinya!" ucap wanita itu dengan ramah.
" Terima kasih mbak," sahut Kayra mengambilnya. Pelayan itu tersenyum ramah pada Kayra.
" Ya sudah ayo!" ajak Kayra pada Davin.
Davin mengangguk saja dan mengikuti kembali istrinya itu.
" Tunggu dulu!" cegah Davin membuat Kayra bingung.
" Kenapa?" tanya Kayra heran.
" Aku lapar, kita sekalian pesan makanan," ucap Davin dengan mengusap perutnya.
" Ya sudah kalau begitu kita makan di sekitar sini saja," jawab Kayra.
" Makanan apa?" tanya Davin.
Kayra mengangkat ke-2 bahunya yang juga belum tau akan memakan apa bersama Davin.
" Nanti aku akan cari kita kekamar saja dulu. Setelah itu baru aku cari makanan yang kamu mau," ucap Kayra memutuskan.
__ADS_1
" Hmmm, baiklah kalau begitu. Awas saja. Kalau kau tidak memberiku makan," sahut Davin.
" Issss, kau pikir aku sejahat itu. Uangku masih banyak dan aku bertanggung jawab jadi jangan spele padaku," tegas Kayra.
" Baiklah! kita lihat saja. Seperti apa pertanggung jawaban mu itu," sahut Davin. Kayra tidak menanggapi lagi dan langsung berjalan terlebih dahulu dan Davin mengikutinya dari belakang.
********
Tidak lama mereka akhirnya memasuki kamar yang di pesan Kayra. Kamarnya tidak terlalu besar. Berukuran sederhana yang dapat tempat tidur dengan TV di depannya dan ber AC juga terdapat kamar mandi di dalamnya.
" Kenapa kau melihat ruangan ini terus. Apa tidak sesuai dengan seleramu?" tanya Kayra.
" Tidak. Aku tidak mengatakan apa-apa, kau itu jangan berpikiran buruk. Lagian jika kau yang meneraktir aku juga mana bisa berekspetasi tinggi. Aku tau lah kemampuanmu itu hanya sampai mana," sahut Davin yang langsung duduk di pinggir ranjang.
" Terserah apa yang mau kau katakan," sahut Kayra
Kayra pun tidak bicara lagi dan berjalan menuju nakas meletakkan tasnya di atas nakas dan mengeluarkan handphonnya dari dalam tas yang langsung mengisi daya baterainya.
Namun setelah selesai melakukan itu saat ingin menutup tasnya Kayra melihat kotak kecil yang panjangnya 10 cm. Kayra teringat sesuatu dan mengambil kotak itu dari dalam tasnya dan melihat ke arah Davin yang sekarang sedang membuka sepatunya yang pasti membelakangi dirinya.
" Apa ini?" tanya Davin heran.
" Hadiah ulang tahun dariku," jawab Kayra. Davin menaikkan 1 alisnya yang pasti terkejut dengan pemberian dari Kayra. Dia pasti tidak menyangka jika Kayra sungguh menyiapkan kado ulang tahun untuknya.
" Kenapa tidak mengambilnya? Ini memang tidak mahal. Tetapi dari pada tidak ada dan kau tidak menagih terus dari ku. Jadi aku berikan saja seadanya dan semampuku," ucap Kayra. Davin menghela napasnya dan mengambil kotak itu.
Lalu Davin berdiri di hadapan Kayra dan tanpa banyak kata-kata. Davin langsung mengambil dan membuka isinya yang ternyata sebuah pulpen yang berwarna emas.
" Kenapa harus memberi pulpen?" tanya Davin.
" Aku tidak punya uang untuk membeli mu pakaian mahal, mobil, jam mahal dan lainnya aku hanya bisa memberimu benda ini," jawab Kayra dengan simple.
__ADS_1
" Aku tidak meminta itu padanya dan yang aku tanya kenapa memberikan ini kepadaku? apa kah ada arti lain?" tanya Davin lagi.
" Itu pasti berguna bukan. Kau kan seorang pengusaha. Jadi pulpen pasti sangat berguna untukmu. Jadi gunakanlah sebaiknya. Karena aku memberikannya untuk di gunakan. Bukan untuk di simpan," ucap Kayra yabg terlihat serius bicara.
" Hmmm, begitu rupanya. Baiklah akan aku gunakan hadiah yang kau berikan," ucap Davin dengan mengangkat ke-2 bahunya dan Kayra tersenyum lega.
" Aku sudah menaraktirmu dan juga memberikan hadiah. Jadi jangan menagihnya lagi denganku. Kita sudah impas," sahut Kayra yang langsung membalikkan badannya yang ingin pergi. Namun Davin menarik tangannya dan membawanya sampai kedekapannya dengan Kayra yang menabrak dada bidang Davin dengan tangan Davin berada di pinggangnya.
Wajah ke-2 semakin dekat dengan hembusan napas mereka yang saling menerpa. Dengan Kayra yang begitu gugup.
" Tetapi kau belum mengucapkan selamat ulang tahun padaku," ucap Davin dengan lembut yang menatap Kayra dalam-dalam.
" Apa semua itu masih perlu?" tanya Kayra dengan gugup.
" Aku masih menunggunya," ucap Davin dengan matanya yang menatap dalam-dalam Kayra.
" Selamat ulang tahun!" ucap Kayra yang akhirnya mengucapkan kata itu. Tidak tau kenapa Davin kelihatannya bahagia mendapatkan ucapan dari mulut Kayra langsung.
" Hanya itu saja?" tanya Davin dengan suara seraknya yang menatap intens Kayra yang kelihatannya ada maksud lain.
" Apa lagi yang kau inginkan, aku sudah mengucapkannya, sudah meneraktirmu dan sudah memberiku hadiah. Lalu apa lagi?" tanya Kayra.
" Dirimu!" jawab Davin yang menatap dalam-dalam Kayra yang langsung to the point yang menginginkan Kayra.
" Bukannya kau mengatakan ulang tahunmu itu saat malam itu kita melakukan hubungan itu. Hubungan pertama kali dalam pernikahan kita. Jadi bukannya aku sudah memberikan pertama kalinya kepadamu dan bukankah kau juga mengatakan beberapa waktu lalu jika itu hadiah terindah. Lalu kenapa menginginkan hal itu lagi," ucap Kayra yang bicara sekarang tampak begitu tenang dan rasa gugupnya semakin berkurang mungkin sudah terbiasa berjarak dekat seperti itu dengan Davin.
" Tetapi aku menginginkannya lagi. Karena baru sekarang kau mengucapkan ulang tahun kepadaku," jawab Davin dengan lembut. Kayra menelan salivanya.
" Kayra tidak boleh menolak orang yang berulang tahun," ucap Davin dengan memebelai lembut pipi Kayra.
Davin memang selalu menginginkan Kayra dalam bengongnya Kayra Davin bahkan sudah berhasil menempelkan bibirnya pada bibir Kayra dan Kayra terlihat tidak menolak dan bahkan memejamkan matanya.
__ADS_1
Dia juga tidak pernah bisa menolak Davin yang ingin menyentuhnya lagi. Karena jujur Davin bisa memberinya kenikmatan yang tidak bisa di gambarkan.
Bersambung