Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 157


__ADS_3

Kayra kerumah sakit. Karena tadi Davin menyuruh Kayra untuk menemuinya di rumah sakit sekalian Davin mau menemani Kayra untuk USG.


Kayra yang menelpon Davin tidak bisa untuk menayakan di mana Davin. Namun jelas seharusnya Kayra tau di mana Davin dan apa lagi jika bukan berada di ruangan Pricilla dan Kayra pun langsung menuju ruangan itu.


Dia selalu menyiapkan diri saat tangannya ingin memegang kenopi pintu yang membuka ruangan itu. Karena pasti ada adegan-adegan yang melukai hatinya yang terjadi di dalam sana dan benar sekarang di mana di mana saat Kayra membuka pintu di mana Kayra menyaksikan Davin yang duduk di belakang Pricilla yang Pricilla juga duduk dan Davin menyisir rambutnya.


" Makasih ya Davin kamu sudah mau membantuku menyisir rambutku. Mengingat kejadian ini membuatku jadi ingat mengenai masa-masa kita berdua. Kamu itu dulu sering melakukannya," ucap Pricilla. Davin tidak menanggapi apa-apa yang di katakan Pricilla.


" Oh iya Davin kamu mengingat apa yang aku katakan?" tanya Pricilla melihat ke arah Davin.


" Iya aku mengingatnya," jawab Davin membuat Pricilla tersenyum.


" Kalau begitu aku ingin mendengar kata-kata apa yang saku katakan saat kamu menyisir rambutku yang mana kamu sangat membenci kata-kata itu," ucap Pricilla.


" Davin yang di gulung-gulung nanti rambutku rusak. Tanganmu sangat jahil," jawab Davin membuat Pricilla tertawa bahagianya. Tawa Pricilla membuat air mata Kayra tidak di sadari nya menetes.


" Aku tidak percaya kamu mengingatnya. Banyak masa-masa yang kita lewati bersama. Kita berhubungan bertahun-tahun. Jadi jelas kamu mengingat semuanya. Aku benar-benar bahagia Davin," ucap Pricilla. Davin tidak bicara apa-apa lagi dan Kayra yang menyaksikan hal itu membuang napasnya perlahan kedepan dengan menyeka air matanya lalu menutup pintu yang lebih memilih untuk tidak mendengar hal-hal yang lebih menyakitkan lagi.


Kayra berbalik badan dan saat berbalik badan Kayra di hadapkan dengan wanita paruh baya yang tidak di kenalnya.


" Anda siapa?" tanya Kayra.


" Saya Wulan. Saya mamanya Pricilla," jawab Wulan dengan sinis.


" Oh, begitu rupanya. Mau masuk silahkan!" ucap Kayra dengan ramah.


" Mana mungkin saya masuk dan merusak kebahagian anak saya. Dia sedang bermesraan dengan pria yang di cintai di dalam sana. Lalu untuk apa saya masuk. Saya tidak ingin mengganggunya," ucap Wulan dengan sinis.

__ADS_1


" Ya sudah kalau begitu. Terserah Tante saja. Saya permisi!" ucap Kayra menundukkan kepalanya yang pergi dari hadapan Wulan. Kayra tidak mau mencari masalah. Karena jelas dari wanita itu tidak menyukainya karena dari suaranya.


" Saya tau Davin suami kamu," ucap Wulan membuat langkah Kayra terhenti, " dan kamu juga tau jika Pricilla adalah kekasihnya. Bahkan masih jadi kekasihnya saat dia menikah dengan kamu," lanjut Wulan.


" Kayra kamu hanya wanita sementara untuk Davin. Seharunya dengan apa yang kamu lihat kamu itu menyadari. Jika Davin dan Pricilla saling mencintai dan jika tidak ada cinta mana mungkin mereka seperti itu. Kamu bisa melihat dari mata Davin dia sangat tulus pada Pricilla!" tegas Wulan yang berusaha mengecoh hati Kayra.


Kayra menarik napasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan ke depan. Lalu menghadap Wulan.


" Maaf. Inti dari kata-kata anda apa!" sahut Kayra yang berusaha untuk tenang.


" Sudah jelas apa yang ingin sampaikan kepada kamu. Yang mana kamu harus melepaskan Davin. Mengembalikannya kepada Pricilla," ucap Wulan yang membuat Kayra terkejut. Namun Kayra langsung tersenyum.


" Saya tidak mengenal anda dan tiba-tiba bicara panjang lebar kepada saya. Dan sangat mengejutkan yang menyuruh saya untuk melepaskan Davin. Hal itu tidak mungkin. Maaf saya bukan istri yang bisa di pengaruhi dan saya tidak peduli dengan Davin mantan dari putri anda," tegas Kayra dengan santai membuat Wulan mengepal ke-2 tangannya.


" Kamu itu benar-benar tidak tau diri. Wanita serakah. Kamu butuh berapa uang untuk melepaskan Davin. Saya akan memberikannya," ucap Wulan yang meremehkan Kayra.


" Apa maksud mu?" tanya Wulan menekan suaranya.


" Maaf saya memang tidak mengenal anda. Tetapi saya sangat paham dengan tujuan anda. Jadi jika menemui saya dan bicara dengan saya hanya untuk menyuruh saya melepaskan suami saya. Itu tidak mungkin terjadi. Dan saya tidak butuh uang anda," tegas Kayra yang langsung pergi dari hadapan Wulan.


" Anak saya seperti ini karena Davin!" ucap Wulan yang kembali membuat langkah Kayra terhenti.


" Dia mengalami kanker otak dan hidupnya tidak lama dan semua itu karena Davin. Kamu pikir semuanya bisa baik-baik saja. Saya tidak akan membiarkan masalah ini hanya begini saja," ucap Wulan membuat Kayra kembali menghadap Wulan.


" Apa maksud anda?" tanya Kayra.


" Anak saya celaka karena suami yang kamu banggakan itu. Saya akan membawa masalah ini ke jalur hukum. Biar Davin di proses. Karena Davin yang sudah mencelakakai Pricilla dan membuat Pricilla seperti ini," ucap Wulan yang mengagetkan Kayra.

__ADS_1


" Apa yang tante bicarakan. Tante tidak bisa melakukan itu. Pricilla yang membuat keributan dan Davin tidak sengaja mendorongnya. Davin melakukan semua itu. Hanya karena melindungi saya," ucap Kayra dengan nada bicaranya yang mulai naik.


" Bagus kalau begitu. Semua masalah terjadi gara-gara kamu. Jadi biarkan Davin menanggung semuanya di penjara. Dia akan mendapat resiko dari perbuatannya. Karena hanya kamu," sahut Wulan.


" Tante!" lirih Kayra.


" Kenapa. Kamu sekarang sadar. Bahwa kamu hanya wanita yang menyusahkan. Gara-gara kamu anak saya harus berpisah dari Davin dan sekarang lihat dia. Dia menderita di dalam sana dan hanya ingin Davin yang membuatnya semangat. Tetapi kamu lihat apa yang kamu lakukan. Kamu itu egois sangat egois. Jika Davin tidak bisa ada di sisi Pricilla dalam masa terakhir hidupnya. Maka lebih baik dia di penjara. Supaya kamu juga menyadari kesalahan kamu," tegas Wulan dengan ancaman yang besar yang membuat Kayra terkejut mendengarnya.


" Tante!" tiba-tiba terdengar suara yang tak lain adalah Aldo yang langsung menghampiri Wulan. Aldo melihat Kayra diam.


" Apa yang tante bicarakan. Jangan melebar-lebarkan masalah ini," ucap Aldo.


" Tante melakukannya hanya demi kebaikan Pricilla," jawab Wulan yang langsung pergi dari hadapan Aldo dan juga Kayra.


" Tante!" panggil Aldo dan Wulan tidak peduli sama sekali yang langsung pergi.


Aldo membuang napasnya perlahan lalu menghadap Kayra, " kamu tidak apa-apa kan Kayra?" tanya Aldo.


" Aku tidak apa-apa. Aku tidak tau bagaimana jika mama Pricilla melakukan hal itu," ucap Kayra yang menjadi kepikiran.


" Kamu jangan khawatir dia tidak akan melakukan hal itu. Sudah jangan memikirkan hal itu," ucap Aldo yang menenagkan Kayra.


" Pak Aldo ayo bicara sebentar. Aku ingin mengatakan sesuatu," ajak Kayra.


" Baiklah, ayo," sahut Aldo. Yang mana mereka berdua langsung pergi dan kebetulan Davin yang keluar dari ruangan Pricilla dan langsung melihat Kayra dan Aldo berjalan bersamaan.


" Kayra, ngapain dia sama Aldo!" batin Davin di pastikan sangat kesal.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2