
Suasana pesta terlihat begitu tegang karena adanya pengumuman dari Davin yang begitu mengejutkan semua orang. Apa lagi ke hamilan Kayra begitu mengejutkan Mesya. Sampai mata Mesya terbuka lebar.
" Mah, dia hamil!" pekik Gisella yang rasanya jantungnya akan berhenti berdetak.
" Tidak mungkin Giselle, ini pasti hanya bualan mereka berdua. Kayra tidak mungkin hamil," sahut Mesya yang tidak bisa menerima pengakuan itu.
" Jadi untuk semua yang di sini. Aku tegaskan sekali lagi. Kayra Anatasya Devi adalah istriku dan mengandung anakku. Jika dia istriku. Itu artinya kalian harus menghormatinya dan bukan mencibirnya. Karena aku tidak akan tinggal diam. Jika ada yang mengganggunya sedikitpun," tegas Davin dengan wajahnya yang menatap satu persatu orang-orang Perusahaan yang sering mengganggu Kayra dan menceritainya.
" Jika kalian sudah tau Kayra istriku. Jadi bukan laki-laki yang mempunyai perasaan padanya atau menyukainya. Sebaiknya menjauh. Karena dia sudah bersuami," tegas Davin penuh sindiran yang melihat ke arah Aldo yang masih tidak percaya dengan semua pengakuan yang di katakan Davin. Aldo malah terlihat gelisah.
Davin menghadap Kayra. Yang mana Kayra juga menunjukkan wajah shock dengan keadaannya sekarang. Davin memegang ke-2 pipi Kayra dengan tangannya sembari mengusap lembut air mata yang masih menetes di pipinya.
" Kau adalah istriku. Jangan berani-beraninya menerima lamaran orang lain," tegas Davin menatap dalam-dalam Kayra.
" Davin..."
Belum sempat Kayra bicara Davin sudah menempelkan bibirnya pada bibir Kayra dengan mencium lembut Kayra. Kayra memejamkan matanya yang menerima ciuman yang pasti sangat di rindukannya itu.
Ciuman pasangan itu membuat Pricilla mengalihkan pandangannya untuk tidak melihat Davin dan Kayra berciuman mesra. Aldo juga seperti itu yang pasti begitu cemburu melihat Davin dan Kayra.
Oma, Altarik tersenyum melihat hal itu. Sementara Mesya, Gisell dan Lian terlihat begitu kesal yang penuh kemarahan. Karena semua rencana mereka akan hancur.
Zoy melihatnya hanya mengangkat ke-2 bahunya saja, " Drama cukup menyentuh," hanya itu tanggapan Zoy melihat akhir dari Drama pernikahan Davin dan Kayra yang selama tidak di ketahui orang-orang dan sekarang orang-oranga yang menggunjing Kayra sudah tidak bisa berkutik lagi.
Kayra adalah nyonya besar. Istri Davin pemilik CEO Perusahaan utama. Siapa lagi yang akan berani padanya. Tidak akan ada yang berani kepadanya.
**********
" Argggghhh Sial!" umpat Pricilla berteriak sekerasnya karena melihat nyata bagaimana Davin mengakui Kayra dan mereka mempertontonkan ciuman mesra mereka di depan umum.
" Kenapa Davin harus mengakui pernikahannya? kenapa Davin melakukan semua ini? sia-sia pengorbanan ku selama ini. Aku membencimu Davin!" teriak Pricilla yang sudah kesetanan melihat orang yang di cintainya memliki wanita lain.
" Pricilla!" panggil Aldo menghampiri Pricilla yang melihat Pricilla begitu terluka.
" Semua ini gara-gara kamu," ucap Pricilla menyalahkan Aldo. Hal itu membuat Aldo heran.
" Apa maksud kamu. Kenapa jadi aku?" tanya Aldo.
__ADS_1
" Ya lalu siapa. Kamu jelas-jelas menyukai Kayra. Seharusnya kamu lebih mendekatinya. Mendesak dirinya untuk menerima kamu. Kamu harus berjuang lebih keras. Bukan malah membiarkan Kayra semakin dekat dengan Davin. Kamu seharunya mempertahankan dia di sisimu!" teriak Pricilla menunjuk-nunjuk Aldo.
" Apa maksud kamu? apa kamu mau mengatakan jika selama ini kamu itu tau Davin dan Kayra sudah menikah?" tanya Aldo menebak-nebak.
" Iya aku tau. Aku tau semuanya. Karena aku tidak bodoh-bodoh amat seperti dirimu. Dari di Dubai, di rumah sakit. Saat Davin menyewa satu kamar pribadi di sana. Aku melihat dia dan Kayra masuk kekamar itu dan mendengar semua pernikahan mereka. Namun mereka menikah hanya sementara. Aku tau semuanya. Aku sengaja pura-pura tidak tau. Agar Davin tidak kepikiran denganku dan cepat-cepat mengakhiri hubungannya dengan Kayra. Tetapi apa semua semakin tidak terkendalikan, mereka semakin dekat," jelas Pricilla.
" Mereka sering bertemu diam-diam, hubungan mereka semakin dekat. Aku juga sengaja berusaha ini itu untuk membuat Kayra melepas Davin. Aku sengaja berbicara ini itu, pura-pura tidak tau apa-apa. Agar Kayra benar-benar mengakhiri hubungannya dengan Davin. Semuanya hampir berhasil. Tetapi lihat semuanya berantakan. Davin sudah mengakui istrinya di depan semua orang," teriak Pricilla dengan penuh kemarahan.
" Jadi ini alasan kamu menyuruhku untuk mendekatinya?" tebak Aldo.
" Lalu menurut kamu apa lagi. Tapi semuanya sudah berantakan. Sudah tidak ada gunanya lagi. Semua orang sudah tau jika mereka sudah menikah!" teriak Pricilla kehilangan kendalinya.
Aldo masih schok dengan apa yang di dengarnya dan benar-benar tidak tau apa-apa dengan hubungan Kayra dan Davin. Walau Aldo mencurigai sedikit di mana Kayra dan Davin sering bersama dan bahkan cincin yang di pakai Kayra sama dengan cincin yang di pakai Davin.
**********
Acara pesta berjalan dengan lancar. Dan bahkan kabar pernikahan itu merupakan kabar bahagia dan pasti kabar buruk untuk orang-orang yang punya penyakit hati.
Sekarang Kayra dan Davin duduk di anak tangga yang berada di taman Perusahaan. Tempat itu tidak ada orang sama sekali. Hanya taman yang indah yang penuh dengan lampu-lampu yang menerangi tempat itu.
" Davin!" tegur Kayra.
" Ada apa Kayra?" tanya Davin.
" Ada berapa yang ingin aku tanyakan kepadamu!" ucap Kayra.
" Kalau begitu tanyakan, aku akan menjawabnya," ucap Davin bicara lembut yang wajahnya begitu dekat dengan Kayra. Di mana Kayra masih terlalu begitu gugup.
" Apa kamu terpaksa mengakui pernikahan ini. Karena desakan. Atau karena Oma mencurigai kamu?" tanya Kayra.
Davin tersenyum dengan mengusap-usap lembut pipi Kayra dengan jari jempolnya.
" Tidak! apapun sekarang tidak pernah bersangkutan dengan Oma. Aku merasa memang harus mengakui pernikahan ini. Aku semua orang tau, dunia tau. Jika kamu adalah istriku," jawab Davin dengan lembut bicara tanpa melepas pandangannya dari Kayra.
" Tapi itu kan....." Kayra tidak jadi melanjutkan kalimatnya saat jari Davin berada di bibirnya.
" Aku juga ingin membuat laki-laki yang menyukaimu dan melamarmu mundur. Aku tidak ingin ada yang memilikimu," ucap Davin.
__ADS_1
Kayra tersenyum mendengarnya. Davin mencium lembut kening Kayra.
" Lalu kenapa kaku tau jika aku hamil!" tanya Kayra.
Davin tersenyum dengan memegang perut rata Kayra.
" Aku mana mungkin tidak tau. Tidak ada yang di tidak aku ketahui dari kamu. Aku melihat alat tes kehamilan di kamar mandi yang mungkin kamu lupa membuangnya. Aku juga menyuruh Reyhan untuk menyelidikinya dan Reyhan menemui Dokter yang kamu temui, Dokter kandungan kamu, tanpa kamu sadari Kayra kamu banyak memberi tanda-tanda kehamilan mu," jelas Davin m
" Kayra aku sangat menunggu kamu mengatakannya. Tetapi kamu tidak memberitahuku sama sekali dan jujur aku sangat kecewa," jelas Davin.
" Maafkan aku. Aku hanya takut. Jika kamu..."
" Meninggalkanmu!" lanjut Davin. Kayra terdiam yang pasti itu yang di takutkannya. Davin menghela napasnya dan memegang ke-2 tangan Kayra.
" Apa menurut kamu aku adalah laki-laki yang tidak punya hati nurani. Apa menurut kamu aku menginkan apa yang aku dapatkan saja. Setelah mendapatkannya akan mengembalikanmu. Kayra aku sudah mengatakan kau itu adalah milikku dan tidak akan pernah aku biarkan siapapun menyentuh milikku. Aku tidak akan pernah Kayra mengakhiri pernikahan kita. Mau kamu melahirkan seribu anak kepadaku. Aku tidak akan meninggalkanmu," ucap Davin dengan tulus yang membuat Kayra terharu dengan matanya berkaca-kaca.
Davin mencium bibir Kayra dengan lembut. Membuat Kayra memejamkan matanya dengan air matanya yang menetes. Davin mengusap kembali air mata itu setelah melepas ciuman itu.
" Jangan takut Kayra. Aku tidak pernah punya pikiran untuk mengakhirinya semuanya," tegas Davin lagi. Kayra menganggukkan kepalanya.
" Ada lagi yang ingin kamu tanyakan?" tanya Davin.
" Apa yang kamu rasakan saat berciuman denganku?" tanya Kayra dengan suara seraknya.
Davin tersenyum dengan meraih tangan Kayra. Meletakkan telapak tangan itu di dadanya.
" Ini yang aku rasakan. Apa kamu bisa mendengarnya?" tanya Davin. Kayra melihat dada Davin. Di mana dia merasakan getaran jantung Davin.
" Setiap dekat denganmu mau kita berciuman atau tidak. Aku merasakan semua ini. Debaran yang tidak pernah aku rasakan kepada wanita manapun dan hanya kamu Kayra orangnya," jelas Davin yang sekarang memegang pipi Kayra.
" Kayra bukan aku yang pergi dari kamu. Tetapi aku yang akan meminta pada kamu. Jangan pernah meninggalkanku. Jangan pernah lari dariku. Jangan pernah punya niat untuk berpisah dariku," ucap Davin yang menatap terus mata itu.
Kayra menganggukkan kepalanya. Membuat Davin tersenyum dan kembali meraih bibir Kayra dengan menciumnya lembut. Kayra memejamkan matanya perlahan. Davin semakin memperdalam ciumannya dengan semakin mendekatkan wajah Kayra padanya dengan memegang tengkuk Kayra.
Kayra memegang kuat kemeja Davin saat merasakan ciuman yang mungkin ini yang paling berbeda dari biasanya. Karena ini adalah ciuman mereka yang sama-sama tau perasaan mereka. Sama-sama sudah mengakui. Ya secara tidak langsung mereka sudah mengetahui perasaan mereka.
Bersambung.
__ADS_1