Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 175


__ADS_3

"Mama!" panggil Barra yang memasuki ruangan tersebut dan langsung berlari menghampiri papanya.


"Sayang sudah pulang sekolah?" tanya Kayra dengan memegang pipi Brian.


"Iya mah," jawab Brian, " Hay Dokter cantik," ucap Brian menyapa Anggi.


"Hay sayang, Brian semakin lama semakin tampan," puji Anggi.


"Makasih Tante, Tante juga semakin cantik," sahut Brian. Anggi tersenyum saja mendengarnya.


"Papa sudah makan?" tanya Kayra.


"Sudah tadi. Kamu sendiri bagaimana?"tanya Aris.


"Mama pasti belum makan?" sahut Brian yang menduga-duga.


"Brian sok tau. Mama sudah makan kok," sahut Kayra.


"Benarkah?" tanya Brian yang tidak percaya.


"Benar sayang, tanya saja Dokter Anggi


mama sudah makan," sahut Kayra yang mengacak-acak rambut putranya. Brian langsung melihat Anggi dan Anggi mengacungkan 2 jempolnya dengan menganggukkan kepalanya.


"Baguslah kalau begitu," sahut Brian yang akhirnya percaya.


"Suster Maya mana mah?" tanya Brian.


"Lagi bertugas untuk merawat pasien," jawab Kayra.


"Hmmm, begitu. Oh iya mah. Tadi Brian ketemu dengan Om baik, om baik ada di sini," ucap Brian mengingat Davin.


"Oh iya benarkah?" tanya Kayra.


"Iya mah. Dan tadi kakek juga bertemu dengannya," ucap Brian dengan semangatnya menceritakan Davin.


"Papa bertemu dengannya?" tanya Kayra. Aris mengangguk dengan wajah datar yang sepertinya ada sesuatu yang di pikirkannya.


"Iya papa bertemu dengannya," sahut Aris wajah datarnya.


"Bagaimana kakek. Om itu tampan bukan?" tanya Brian.


"Iya Brian tampan, sangat tampan seperti Brian," sahut Aris.


"Om itu juga baik kakek," sahut Brian.


"Kakek tau itu," sahut Aris.


"Ya sudah sayang kalau begitu. Nanti semoga mama bisa bertemu dengan Om baik itu," sahut Kayra tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah. Mama kerja saja. Brian mau main-main aja di sini," sahut Brian.


"Baik sayang. Tapi ingat Brian jangan jauh-jauh ya mainnya dan jangan ganggu-ganggu Suster yang lagi kerja," ucap Kayra mengingatkan.


"Bukan Brian yang mengganggu Suster mama. Tapi mereka yang ganggu Suster dan suka cubit-cubit pipi Brian," ucap Bria mengeluh. Kayra tersenyum dengan mendengarnya.


"Makanya Brian jangan punya wajah tampan," sahut Anggika.


"Namanya anugrah Tante," sahut Brian yang selalu punya jawaban dengan pintar. Kayra hanya tersenyum saja dengan kepintaran sang anak yang semakin lama semakin pintar.


*********


Brian sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian biasanya. Dia ingin menemani sang mama yang menjalankan tugasnya menjadi seorang Dokter.


Brian memang selalu bermain-main di rumah sakit. Bahkan banyak juga teman-temannya di rumah sakit. Pasien dan pengunjung- pengunjung yang di jadikan teman. Tetapi pasti hanya sementara saja.


Seperti saat ini Brian sedang berlari-lari dengan anak-anak dari para pengunjung. Brian orang yang cukup cepat bergaul dan memang sangat ramah.


Brian yang bermain tiba-tiba melihat Davin.


"Om baik masih dirumah sakit," gumam Bria yang melihat Davin duduk dengan memijat kepalanya yang terlihat memikirkan sesuatu.


Brian tersenyum dan langsung melangkah menghampiri Davin yang sendirian. Dengan jahilnya Brian mencolek Davin membuat Davin terkejut dan langsung melihat ke arah sampingnya dan tidak ada orang.


"Dorrt!" ucap Brian mengejutkan Davin membuat jantung Davin hampir copot.


"Maaf Om baik. Soalnya Om baik melamun sih," sahut Brian dengan tertawa-tertawa dan Davin terus melihat wajah Brian yang merasa seperti ada sesuatu.


"Om baik marah ya?" tanya Brian dengan wajah cemasnya ketika melihat Davin yang menunjukkan ekspresi datar.


"Tidak marah. Hanya terkejut saja," jawab Davin.


"Maaf ya Oma. Brian tidak sengaja," ucap Brian yang merasa bersalah.


"Tidak apa-apa," jawab Davin tersenyum dengan mengusap-usap pucuk kepala Brian dan mengajak Brian untuk duduk di sampingnya.


"Kamu sudah makan belum?" tanya Davin.


"Sudah tadi. Brian makan di sekolah," jawab Brian.


"Om belum makan. Mau tidak temani Om makan?" tanya Davin. Brian terlihat berpikir yang.


"Tidak mau temani Om?" tanya Davin melihat keraguan di wajah Brian.


"Nanti kalau Brian di cari sama Bu Dokter bagaimana?" tanya Brian.


"Memang Bu Dokter lagi di mana. Biar kita pamit dan Bu Dokter tidak akan mencari Brian," ucap Davin.


"Bu Dokter lagi ada operasi dan mana boleh di ganggu," jawab Brian.

__ADS_1


"Ya sudah kita makannya di dekat-dekat sini saja. Tidak akan lama kok. Sebelum Bu Dokter selesai Operasi kita sudah di sini," ucap Davin. Brian tampak berpikir keras.


"Bagaimana Brian mau apa tidak?" tanya Davin.


"Baik Om baik," sahut Brian yang setuju, Davin terlihat bahagia dan langsung menggendong Brian mengajaknya makan yang tidak jauh dari rumah sakit.


*********


Brian dan Davin makan berduaan dengan lahap dengan Brian yang tertawa-tawa yang sangat nyaman bersama Davin. Bahkan mereka juga tadinya sempat ke taman bermain sehingga lupa waktu yang mana seharusnya Brian sudah kembali kerumah sakit.


Brian yang bersama Davin membuat Kayra cemas. Sudah satu jama dia selesai operasi dan terus mencari putranya yang tidak kunjung di temukannya yang membuatnya kepanikan.


"Bagaimana pah, Brian sudah ketemu?" tanya Kayra pada Aris yang juga ikut mencari Brian.


"Belum Kayra. Papa sudah cari di seluruh rumah sakit dan belum menemukan Brian," jawab Aris dengan paniknya.


Kaya semakin panik dengan mengusap wajahnya dengan napasnya yang naik turun yang sangat khawatir pada putranya.


"Ya Allah nak kamu di mana. Kenapa sudah jam segini tidak ada juga. Kamu mainnya kemana. Bukannya mama mengatakan jangan main jauh-jauh," ucap Kayra yang semakin panik.


"Kayra kamu tenang ya. Papa akan cari lagi," ucap Aris.


"Kayra!" panggil Maya yang berlari-lari menghampiri Kayra.


"Bagiamana Maya kamu lihat Brian?" tanya Kayra.


"Aku dan beberapa Suster sudah mencarinya. Tetapi tidak ada di rumah sakit," jawab Maya yang ikutan panik.


" Di mana kamu Brian?" tanya Kayra semakin panik.


"Kita sebaiknya cari lagi," ucap Aris memutuskan. Kayra mengangguk-angguk dan mereka kembali mencari-cari Brian yang k


hilang sejak tadi.


Di mana sekarang Brian dan Davin sudah selesai melakukan aktivitas mereka dan kembali ke rumah sakit.


"Brian takut kalau mama nanti marah," ucap Brian yang berjalan di samping Davin dengan tangan mereka yang saling bergandengan. Brian mengakui kesalahannya dan takut dengan Kayra memarahinya. Karena main tidak bilang-bilang.


"Jangan khawatir nanti Om akan bantu bicara dengan mama kamu," ucap Davin.


"Kalau Om nanti di marahi mama bagaimana?" tanya Brian.


"Om tidak apa-apa. Yang penting jangan kamu yang di marahi," ucap Davin.


"Baiklah Om," sahut Brian.


"Ya sudah kita masuk!" ajak Davin Brian mengangguk dan langsung memasuki rumah rumah sakit. Sama dengan Kayra, Aris, Maya dan beberapa Suster lainnya yang mencari Brian.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2