
Wasis bertanya pada dirinya sendiri tentang keberanian yang di miliki oleh Arsa. Sudah lama tidak ada orang yang berani menantangnya secara terang-terangan seperti ini. Dan Arsa, adalah orang pertama yang membuatnya benar-benar merasa marah. Semua orang yang hadir di sana dan melihat semuanya merasa terkejut dengan kejadian yang mereka lihat saat ini.
"Siapa anak muda yang tak kenal takut barusan, yang sudah berani menantang tuan Wasis sampai membuatnya begitu marah? " tanya seseorang.
"Iya. Siapa dia? Dia sangat berani." kata seseorang menambahkan. Mereka tidak mengenal Arsa. Karena nemang Arsa belum terlalu di kenal di publik. Iya masih menyembunyikan identitasnya. Dan hal itu membuat para bos dan putra putrinya merasa bingung.
"Kamu tidak tahu apa-apa kan? Yang barusan adalah pimpinan baru Kendi Grup cabang Surabaya. Apa kamu juga tahu bagaimana latar belakangnya? Kalau aku mengatakannya, pasti akan membuatmu takut setengah mati." seorang bos dengan kepala botak yang tahu siapa orang yang di maksud itu tersenyum. Dia tahu karena saat itu menghadiri pesta kecil yang diadakan oleh Arsa. Sehingga dia tahu dengan detail siapa Arsa Kenandra.
"Bagaimana latar belakangnya? " Semua orang di sekitar tampak sangat bingung.
"Pemimpin baru ini adalah cucu kandung dari Tuan Andi Sudiryo." kata bos botak itu.
"Cucu? Cucu tuan Andi Sudiryo? " tanya yang lain. Disaat semua orang mendengar ini, mereka hanya bisa menarik napas dalam-dalam. Sudah bisa di pastikan mereka semua tahu siapa Tuan Andi Sudiryo itu. Dia adalah orang terkaya di wilayah Surabaya. Dibandingkan dengan mereka semua, mereka tidak ada apa-apanya.
__ADS_1
"Pantas saja dia berani menantang tuan Wasis." kata salah satu bos.
"Pantas saja dia berani berkata kepada tuan Wasis seperti itu. Kemungkinan besar, tuan Wasis pun juga tak akan berani membalasnya." kata para bos itu sambil menyeringai. Saat ini rasa penasaran itu benar-benar telah terjawab. Mereka menatap punggung Arsa yang perlahan menjauh. Ada rasa takut yang tidak bisa mereka hindari saat itu.
"Dia memiliki eksistensi yang tidak bisa tersinggung." kata seseorang lagi. Cucu tuan Andi Sudiryo sebenarnya ada di Kota Surabaya. Mereka tidak dapat membayangkan situasi seperti apa yang akan ditimbulkan oleh pemuda yang tampaknya biasa namun sangat berpengaruh ini di acara pelelangan Kota Surabaya kali ini.
"Tuan Arsa, anda berhasil membungkam Wasis hanya dengan beberapa kata-kata. Dia terlihat sangat bergemuruh di ombang-ambingkan amarahnya. Saya yakin, hal tersebut pasti membuatnya kesulitan bernafaskarena sesak oleh amarahnya sendiri. Sangat menyenangkan melihat kejadian ini." kata Fendi dengan suara gembira.
"Dia yang meminta untuk mempermalukan dirinya sendiri." kata Arsa sambil tersenyum.
"Kamu benar." Arsa mengangguk.
"Tapi meskipun kita tidak membuatnya kesal seperti tadi, pelelangan hari ini akan menunjukkan siapa yang terkuat di antara kita. Aku akan memperjuangkan walau tetes darah membasahi bumi Indonesia tercinta ini. Demi membasmi orang-orang licik seperti Wasis." kata Arsa dengan tenang. Dan mereka berdua saat ini sudah berada di dalam ruangan. Di mana acara akan di selenggarakan.
__ADS_1
"Mengenai uang, kamu jangan khawatir. Aku punya rencana sendiri." Arsa tersenyum penuh percaya diri.
Di sisi lain dalam ruangan tersebut.
"Kudengar tadi di depan pintu, Tuan Wasis berselisih dengan pimpinan baru kendi grup dan hampir bertengkar." Gumam salah satu bos. Apa yang baru saja terjadi di pintu dengan cepat menyebar ke lingkaran dalam tempat tersebut dan ke telinga para bos dalam ruangan tersebut.
"Kendi Grup dan Kejora Grup selalu menjadi pesaing selama ini. Mereka adalah pesaing bisnis yang tak ada habisnya. Kali ini di pelelangan, mereka mungkin terlihat lebih sengit dari biasanya."
"Saat dua pejuang hebat bertarung, aku yakin pasti akan ada yang terluka."
"Iya, aku merasa kali ini persaingan keduanya pasti lebih sengit dari tahun kemarin. Kita lihat saja nanti akhirnya siapa yang akan memenangkan pertarungan ini."
"Aku merasa kalau Kendi grub bisa lebih baik dari Kejora. Karena, bagaimana pun juga, Kendi grub adalah perusahaan terbesar dan menduduki peringkat teratas di kota ini." kata seseorang.
__ADS_1
"Tapi jangan terlalu berharap. Meskipun kendi grub ada di beberapa kota, dan di Surabaya hanya ada 1. Kita tahu kalau tuan Wasis juga seorang pebisnis yang sudah berjalan lebih dari 10 tahun. Modal yang di miliki kejora grub tidak bisa di anggap remeh." jawab seseorang lagi.
"Perdebatan ini terlihat akan sangat sengit, siapa ya kira-kira yang akan memenangkannya? " kata seseorang. Mereka tidak bisa menebak karena kedua petarung itu sama-sama hebat. Yang mereka tahu, keduanya sama-sama kuat. Pemilik perusahaan lokal dan perusahaan terbesar sedang dalam persaingan. Dan siapa yang akan memenangkan pertarungan ini, tentunya memiliki modal yang sangat tinggi.