
"Tuan Arsa, jika anda tahu tentang ini, sejak pendirian Kendi Group cabang Surabaya, Kejora group telah menganggap Perusahaan kita sebagai musuh bebuyutan." Kata Fendi.
"Hanya karena kekuatan Perusahaan kita, Kejora grup tidak berani berurusan dengan Kendi group secara terang-terangan. Tapi mereka telah merancang cara yang Licik di belakang kita. Perusahaan kita telah Mengalami banyak kerugian dalam beberapa tahun terakhir karena semua yang mereka lakukan." Kata Fendi memeberitahu.
Setelah Fendi terdiam beberapa saat. Iya kembali bekata.
"Termasuk kejadian yang sedang menimpa kendi grup saat ini. Saya tidak berprasangka buruk kepada orang lain kecuali kepada Kejora grup. Perkiraan Saya cukup kuat kalau Kejadian ini adalah ulah dari mereka untuk mengacau perusahaan kita." kata Fendi kembali. dan disaat Arsa mendengar apa yang dikatakan oleh Fendi, dia pun mengerti.
"Kejora grub hanya sebuah perusahaan kecil. Apakah bisa mereka menandingi Kendi grup? Sedangkan Kendi Group adalah perusahaan terbesar di Surabaya. Tidak Bisakah kita mengalahkan mereka?" Arsa bertanya karena belum mengerti.
"Tuan Arsa. Kejora grup adalah musuh komersial terbesar kita di Surabaya. Tentu saja sudah lama kami ingin mengalahkan mereka." kata Fendi yang berkata sambil berjalan beberapa langkah.
"Namun kita belum bisa bertindak. Seperti kata pepatah. Naga yang besar, belum tentu bisa membunuh ular yang kecil. Meskipun Kendi grup kita itu sangat kuat dan besar, tapi Wasis Adiguna sebagai masyarakat asli sini sangat mengakar kuat di kota Surabaya. Dan kita tidak mudah untuk bisa menyingkirkannya." kata Fendi memberitahu Arsa.
"Selama Kendi grup bertekad kuat untuk menghancurkan semua kelicikannya, Aku yakin tidak akan ada yang tidak mungkin untuk melakukan itu semua." kata Arsa dengan nada dingin.
"Kata tuan Andi, jika kita bertekad untuk menyingkirkan Kejora grup itu bukan sebuah masalah yang besar. Tapi bisnis kendi grup terdapat di beberapa kota. Tuan Andi sendiri adalah orang yang sangat sibuk. Jadi beliau tidak punya waktu untuk berurusan dengan perusahaan kecil seperti Kejora grup. " kata Fendi.
"Bahkan, kalaupun Tuan Andi melakukannya sendiri, hanya akan merepotkan, membasmi perusahaan kecil seperti Kejora grup. Setidaknya setelah Tuan Andi bisa melakukan itu, ada sesuatu yang sangat berharga yang bisa beliau dapatkan sebagai hasil yang memuaskan." kata Fendi kembali.
__ADS_1
"Begitukah? " Arsa mengangguk. Sangat sederhana jika akan di grup Corporation ingin menghancurkan Kejora grup. Tapi di sini masalahnya mereka hanyalah perusahaan cabang dari Kendi grup yang terletak di kota Surabaya.
Di saat yang bersamaan, seseorang yang menjabat sebagai manajer pemasaran masuk dengan terburu-buru dan berkata dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Tuan Arsa, tuan Fendi, keadaan sedang tidak baik-baik saja." kata-kata yang dilontarkan oleh manajer pemasaran tersebut membuat Arsa dan Fendi merasa tidak enak hati.
"Apa sesuatu yang buruk terjadi lagi? " tanya Fendi.
"Ada apa? Kenapa kamu begitu panik? Katakan!" desak Fendi.
"Tuan Arsa, tuan Fendi. customer service kita sedang di bombardir oleh panggilan telepon. Pembeli yang telah membeli rumah di Taman Asri Garden meminta kepada kita untuk mengembalikan uang mereka." kata manajer pemasaran tersebut dengan sangat cemas.
"Mereka mengatakan kalau ada lebih dari 13 orang yang meninggal di Real Estate Asri Garden. Dan mereka tidak ingin hal itu terulang kembali. Mereka merasa takut dan mereka memutuskan untuk membatalkan semuanya." jawab manajer pemasaran.
"Berapa banyak pelanggan yang menelepon?" Fendi terus
bertanya.
"Sejauh ini, sudah ada 70 atau 80an, dan masih ada panggilan lain yangbterus masuk." Manajer pemasaran itu berkata dengan penuh ke khawatiran. Wajah Fendi terlihat lebih serius ketika mendengar berita ini. Wajah Arsa pun juga tidak terlihat ramah. Sebagai pimpinan perusahaan, Arsa tentu saja geram dan cemas akan hal semacam itu.
__ADS_1
Di saat mereka semua sedang saling diam, tiba-tiba manager proyek masuk dan langsung berkata
"Tuan Arsa, tuan Fendi, keadaan semakin buruk. Kantor pemasaran di taman Asri Garden di telepon oleh pembeli. Mereka ingin membatalkan pembelian. Mereka tidak ingin mendapatkan musibah di real estate Asri garden. Keadaan kantor pemasaran benar-benar tidak terkendali saat ini." Manajer proyek itu berkata dengan penuh kekhawatiran juga. Mendengar ini, Arsa dan Fendi merasa keadaan semakin rumit. Situasi semakin buruk dari apa yang mereka fikirkan sebelumnya.
"Bahkan belum ada sehari berita tentang kecelakaan di lokasi
konstruksi, tapi para pembeli ini sudah tahu? Bagaimana mungkin!" Tanya Arsa.
"Tuan Arsa, Anda tidak perlu memikirkannya lebih jauh. Sudah pasti ini adalah perbuatan kejora Grub. Mereka pasti telah menyampaikan berita itu kepada para pembeli." Fendi mengatupkan rahangnya geram.
"Bukankah kejora grup hanya ingin membuat kita mendapat masalah? Untuk mencapai tujuan seperti ini, dia juga
tidak ragu untuk membunuh lebih dari 13 pekerja, Benar-benar binatang
buas mereka itu." kata Arsa dengan suara garang. Arsa tidak hanya
marah dan geram pada kendi grub karena kenakalan dan kecurangannya. Tapi juga marah karena mereka benar-benar tidak manusiawi. Iya teringat akan ayahnya yang dulu adalah seorang pekerja proyek. Iya kehilangan nyawanya dalam kecelakaan di lokasi bangunan. Jadi ketika Arsa mendengar berita itu, dia sangat marah. Di balik lebih dari sepuluh nyawa ini, mereka mungkin telah meninggalkan lebih dari
10 keluarga juga.
__ADS_1