Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Tanggungjawab yang Tertolak


__ADS_3

"Tuan Endrow, saya akan bertanggung jawab atas putri Anda, tapi dia tidak mengizinkan saya bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi." kata Arsa Kenandra. Dia merenung sejenak. Lalu kembali berkata.


"Oh iya, meskipun saya tidak pernah ada hubungan apa-apa dengan Rita, karena hal ini sudah terjadi, dan penyebabnya adalah kamu. Dan juga saya bukan tipe orang yang tidak bertanggung jawab, tolong bujuk putri Anda, selama putri Anda bersedia, saya akan bertanggung jawab untuknya." kata Arsa dengan serius.


"Baik... Baik tuan muda. Saya pasti akan membujuknya." Endrow berkata berulang kali.


"Aku pergi sekarang." kata Arsa tanpa mengucapkan apa-apa lagi. Sedangkan Endrow yang melihat kalau Arsa bersedia bertanggung jawab, dia merasa sangat lega. Selama Arsa bersedia bertanggung jawab, rencananya akan berjalan dengan baik.


Setelah Arsa selesai berbicara, dia berjalan keluar vila.


"Saya akan mengantar anda pergi Tuan Arsa. Lalu Endrow dengan cepat mengikuti Arsa di belakangnya mengirimnya keluar dari Villa.


Sekitar sepuluh menit setelah Arsa pergi.


Rita berjalan ke bawah, tetapi matanya merah dan dia terlihat sangat tidak nyaman. Endrow yang sudah kembali dari mengantarkan Arsa pun berjalan dengan cepat sambil tersenyum. Rita mengangkat kepalanya dan menatap Endrow dengan mata dengki.


"Endrow... Bajingan! Kamu tega melakukan ini pada putrimu sendiri. Kamu... Kamu sangat kejam! " Rita yang marah memukul Endrow dengan tangannya.

__ADS_1


"Rita, aku merasa ini adalah yang terbaik untuk kamu. Arsa adalah pria yang baik. Kamu bisa menikah dengannya. Kenapa kamu tidak membiarkan dia bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi? Lagi pula, kalian sudah melakukan hal itu." Kata Endrow dengan santai tanpa beban.


"Aku tidak mau mendengarkan apa pun yang kamu katakan! Aku tidak ingin melihatmu!" Rita melangkah berbalik dan berlari ke atas.


"Rita..." panggil Endrow. Tapi Rita sama sekali tak menoleh.


"Ah, biarkan saja, biarkan dia tenang terlebih dahulu." Gumam Endrow. Menurut dia, jika putrinya menenangkan diri selama beberapa hari, putrinya pasti akan setuju kalau Arsa akan bertanggung jawab.


Pov Arsa


Begitu pagi menjelang, Arsa sedang berpikir keras setelah semalaman tidak bisa tidur karena keadaannya terasa linglung. Keesokan harinya, setelah jam di kelasnya selesai di pagi hari, di pintu masuk kelas Rita, Arsa berdiri di depan pintu kelas. Teman sekelas Rita yang berada di kelas tersebut berjalan keluar secara bersamaan.


"Hei, bukankah ini konglomerat lokal yang mengendarai mobil mewah Lamborghini itu?" tanya seorang mahasiswa.


"Apa yang dia lakukan di kelas kita? Apakah dia di sini untuk mencari Rita?"


"Hmm. Sangat mungkin! Sayang sekali Rita tidak masuk dan tidak ada kabar sama sekali hari ini!" jawab yang lain.

__ADS_1


"Dia benar-benar lelaki konglomerat itu." sahut yang lain. Ketika Arsa mendengar kalau Rita tidak masuk hari ini, dia mengerutkan keningnya. Arsa melangkah maju dan menghentikan teman sekelas Rita yang mau keluar tadi.


"Ada... Ada apa? " seorang mahasiwa laki-laki di dihentikan oleh Arsa. Mahasiswa tersebut tampak sedikit gugup karena dia tahu Arsa adalah pemilik Lamborghini yang berada di dalam video itu.


"Permisi, apa Rita tidak masuk kelas hari ini?” Arsa masih sangat sopan, tanpa terluhat kearoganan dalam bentuk apapun.


"Iyah, aku dengar dia mengambil cuti selama seminggu." Kata teman sekelas Rita.


"Satu minggu?" Arsa kemudian mengerutkan keningnya karena Heran. Pada saat yang sama, Arsa memiliki firasat buruk di hatinya.


"Mungkinkah Rita tidak masuk kelas karena kejadian kemarin? Apakah dia sedang mengalami masalah psikologis? Dia tidak melakukan hal bodoh, kan? " gumam Arsa dalam hati. Ketika Arsa memikirkan yang terakhir, dia merasa lebih khawatir. Apa pun alasannya, Rita telah memberikan sesuatu yang telah di jaganya, untuk pertama kali kepada dirinya. Jika Rita memiliki masalah sekecil apapun karena hal ini, bagaimana dia bisa lepas tanggung jawab begitu saja.


Arsa dengan cepat mencari nomor telepon Rita untuk menghubunginya. Tapi, beberapa kali tersambung, Rita tak menjawab teleponnya sama sekali. Kemudian Arsa menelepon Endrow. Endrow mengatakan kalau Rita baik-baik saja saat ini. Hanya suasana hatinya yang sedang tidak baik, jadi dia mengambil cuti seminggu untuk membuat hatinya tenang kembali. Arsa ingin bertemu dengan Rita, tetapi Endrow mengatakan kalau dia harus menunggu sampai suasana hati Rita stabil selama satu atau dua hari lagi, sebelum dia berkunjung dan menemui Rita.


Arsa memikirkan kembali semuanya, dan hanya itu yang bisa iya lakukan. Menunggu Rita benar-benar tenang terlebih dahulu.


Setelah Arsa menutup telepon, toko Lamborghini tempat mobilnya di perbaiki menelepon Arsa lagi. Pihak toko mengatakan kalau mobilnya rusak parah, dan suku cadang mobil itu perlu dikirim dari luar negeri melalui transportasi udara. Dan hal itu akan memakan waktu lama dan sangat mahal. Kira-kira kan memakan waktu sekitar beberapa bulan untuk bisa memperbaikinya. Arsa segera mengatakan kalau mobil itu harus diperbaiki terlebih dahulu. Untuk sementara waktu, Arsa akan membeli satu lagi. Iya menyuruh manajer toko untuk menyelesaikan semuanya supaya Arsa siap untuk mengemudikan ketika mobil itu tiba. Arsapun langsung mentransfer uang ke manajer toko dan menyuruhnya mengurus semua.

__ADS_1


__ADS_2