
Tuan Andi kembali ke Kota Surabaya hanya untuk melihat Arsa dan juga menghadiahi uang sebanyak satu trilyun. Uang yang dimiliki Arsa pemberian dari kakeknya yang dulu saja belum banyak digunakan. Jika situasi yang mengerikan terjadi di pelelangan nanti, maka Arsa akan menggunakan uang pribadinya. Dengan banyak uang yang tersimpan di rekening banknya, Arsa yakin kalau pada pelelangan ini, ia dapat menggunakan uang tersebut untuk menghancurkan Kejora Grup.
Di Hotel Lightstar. Saat jam berdenting pukul sembilan, segala macam mobil mewah memasuki Hotel tersebut. Di tempat parkir, Mercedes Benz, Porsche, Bentley, dan segala macam mobil mewah lainnya berkumpul dan mengisi lahan parkir yang yang masih kosong. Orang-orang yang lewat dikejutkan oleh begitu banyak mobil mewah. Mereka bertanya ada acara apa sehingga begitu banyak mobil mewah berkumpul di tempat tersebut. Wajar saja kalau keadaan benar-benar tidak seperti biasanya, karena acara lelang hari ini dianggap sebagai acara besar. Hampir semua dari pemimpin bisnis kota berkumpul di sini. Mereka yang memiliki kekayaan kurang dari 1000 juta (read, 1 milyar) tidak memenuhi syarat untuk bisa masuk.
Di saat yang bersamaan, sebuah Mercedes benz hitam melaju ke tempat parkir. Bersama dengan Fendi, Arsa keluar dari mobil. Mereka memilih untuk menaiki mobil mercedes hitam milik Fendi. Setelah turun dari mobil, tiba-tiba Fendi memberitahu tuannya.
"Tuan Arsa, ketua perdagangan Kota Surabaya mengatakan kalau dia ingin bertemu dengan Anda," kata Arsa.
"Oh, dimana dia?" tanya Arsa ingin tahu.
"Dia sudah ada di hotel. Jika Anda ingin melihatnya, saya akan mengantarkan anda ke sana." Seperti seorang pelayan yang setia berbicara dengan tuannya, Fendi berkata dengan sopan dan formal.
"Baiklah, kalau begitu, ayo kita temui dia." Arsa melangkah menuju pintu masuk hotel bersama Fendi. Sejak Arsa membuat Kendi Group cabang Surabaya berkembang menjadi lebih besar, dia tahu bahwa akan lebih baik kalau mendapatkan lebih banyak teman.
"Tuan Arsa!" Pada saat yang sama, sebuah suara penuh hormat terdengar dari belakang. Arsa menoleh dan melihat kalau yang memanggilnya itu adalah Kelvin dari resort pemandian angin hangat.
__ADS_1
"Tuan Kelvin, senang bisa melihat Anda di sini." Arsa menatap Kelvin dan menyapanya.
"Tuan Arsa, karena kita bertemu di depan pintu ini tanpa sengaja, mari kita masuk bersama? " kata Kelvin.
"Oh iya tuan Arsa, panggil saja saya Kelvin. Memanggil saya dengan sebutan tuan membuat saya terlihat tua." kat Kelvin sambil tertawa.
"Maaf, ada hal lain yang harus saya lakukan, Anda bisa masuk lebih dulu." Arsa melambaikan tangannya dengan sopan. Dia harus melakukan sesuatu terlebih dahulu, yaitu bertemu dengan ketua perdagangan sebelum pelelangan di mulai.
"Baiklah tuan Arsa, saya akan mengambil kursi terlebih dulu" kata Kelvin sambil mengangguk dengan bijaksana dan lalu melangkah pergi.
Di dalam ruang VIP Starlight Hotel. Arsa berjalan mengikuti jejak Fendi. Setelah memasuki sebuah ruangan pribadi, mereka disambut oleh seorang pria berambut hampir putih semua dengan usia berkisar antara enam puluh tahunan.
"Tuan Arsa, beliau ini adalah ketua perdagangan kota Surabaya. Tuan Toni Priawan." Dengan senyum ramah, Fendi berkata kepada Arsa.
"Halo tuan Toni. Nama saya Arsa Kenandra." Dengan sopan, Arsa mengulurkan tangan kanannya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Tuan Arsa, senang bertemu denganmu!" Toni pun mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Arsa dengan cengkeraman yang kuat penuh dengan antusias. Sudah lama iya tahu kalau Arsa adalah cucu dari Andi Sudiryo. Dia sangat bersemangat.
"Tuan Toni, saya harap kita bisa lebih bisa membantu satu sama lain di masa depan." kata Arsa tersenyum.
"Tuan Arsa, sudah seharusnya kita seperti itu. Maafkan saya karena tidak terlalu memperhatikan. Itu semua karena saya sudah tua." kata Toni dengan terkekeh. Setelah itu, dia mengeluarkan sebuah kartu nama dan menyerahkannya kepada Arsa dengan hormat.
"Kalau anda membutuhkan bantuan saya kelak. Anda dapat menghubungi saya di nomor itu." kata Toni kembali. Iya tahu, sebagai cucu dari Andi Sudiryo, Arsa tidak akan hanya berada di Kota Surabaya saja. Pasti iya akan keluar untuk berkenalan dengan dunia. Sebuah masa depan yang tiada batas untuk orang-orang seperti Arsa. Karena tawaran Toni, Arsa dengan sopan menerimanya.
Di lobi di lantai dua hotel Starlight. Lelang belum resmi dimulai. Para bos dan orang kaya yang baru datang untuk ikut acara berkumpul di lantai dua. Mereka bergerombol membentuk lingkaran dan saling berbicara antara satu sama lain. Apakah mereka hanya bersosialisasi satu sama lain atau tidak, percakapan mereka berkisar tentang aset mereka.
"Saya dengar Anda baru saja membuka hotel baru dan berjalan dengan sangat lancar? "
"Anda menginvestasikan 500 juta lagi untuk proyek itu, berapa banyak keuntungannya? "
"Saya dengar kalau mitra bisnis Anda juga ada di sini. Tolong perkenalkan saya." terdengar Orang - orang kaya yang sibuk dengan obrolan mereka. Para Nona muda yang berbicara tentang topik-topik seperti merek mana yang telah merilis tas baru. Adapun para pangeran dan tuan muda, mereka juga berkumpul untuk membicarakan tentang mobil sport, kecantikan, dan hal-hal lain yang biasanya disukai pria.
__ADS_1
Mohon bersabar ya readers, author sengaja memperlama acara pelelangan. Jangan bosan ya. Semoga selalu setia.
Terima kasih