
Di rumah sakit, "Arsa, kamu yang paling lelah sepanjang perjalanan. Sebaiknya kamu istirahat," kata Nindira.
"Aku tidak bisa beristirahat sampai aku membalas dendam saudara-saudaraku. Tetaplah di rumah sakit, dan aku akan segera mengatur rencana untuk balas dendam! " Nada suara Arsa Kenandra tegas.
Meskipun mereka kini sudah kembali ke Kota Surabaya, krisis telah terselesaikan, namun pertempuran sesungguhnya baru saja akan dimulai. Dengan itu, Arsa Kenandra langsung keluar dari bangsal dan pergi.
"Arsa, hati-hati! " teriak Nindira di belakang kepergian Arsa Kenandra. Arsa Kenandra mengatur segalanya untuk membalas dendam setelah dia meninggalkan rumah sakit.
Dia berada di perusahaan, di ruangan CEO.
"Sialan! " Arsa Kenandra mencoba menghubungi Tiger, tapi ponselnya tidak aktif. Arsa Kenandra menggebrak tinjunya ke meja karena marah. Kopi di atas meja terguncang hingga berceceran ke seluruh permukaan meja. Meskipun Arsa ragu untuk mengakuinya, dia tahu bahwa Tiger mungkin sudah mati. Arsa Kenandra merasa sakit di hatinya. Tiger mengorbankan dirinya untuk menghalangi orang-orang itu demi mereka, dan juga saudara-saudaranya yang juga berjuang demi mereka.
Saat itu, Hudoyo buru-buru pergi ke perusahaan dan masuk ke ruangan Arsa.
"Arsa, kamu baik-baik saja? " Ketika Hudoyo masuk, dia langsung bertanya penuh semangat.
"Aku"... Aku baik-baik saja. Ini hanya luka di atas kulit tetapi orang-orang yang aku bawa kemungkinan sudah terbunuh dan terluka, "Arsa Kenandra mengatupkan giginya, wajahnya membiru, dan matanya berbinar karena marah. Jika tak iya tahan, air mata itu akan menetes.
__ADS_1
"Jika aku tahu perjalanan ini sangat berbahaya, aku akan mengikuti semua yang kamu katakan!" Hudoyo menyesal. Sebelum Arsa Kenandra meninggalkan Kota Surabaya, Hudoyo masih di rumah sakit. Saat itu, Arsa Kenandra mengatakan kalau Tiger ada di sampingnya, jadi dia tidak memberi tahu Hudoyo.
Setelah terdiam beberapa saat, Hudoyo buru-buru bertanya,
"Ngomong-ngomong, bagaimana kabar Tiger?"
"Untuk Tiger, aku khawatir ini adalah hari buruknya," Arsa Kenandra tidak bisa menahan menggelengkan kepalanya.
"Kudengar Tomi Sugiono yang melakukannya. Beraninya dia! Arsa, jangan berani-berani kam mengulangi hal seperti ini lagi! " kata Hudoyo dengan marah. Hudoyo diliputi amarah yang tak ada habisnya ketika dia mengira Tiger sudah mati.
Saat itu, Fiko Reliso dan Andre Rama juga bergegas masuk ke kantor dan mereka terlihat khawatir.
"Sesuai instruksi, kami memilih seribu pasukan elit dari Perusahaan Keamanan Kendi, dan sekarang semuanya sudah siap! " Kata Andre Rama.
"Oke berikan informasi kepada semua." kata Arsa Kenandra.
"Oke, bawa semua peralatan yang aku minta, lalu kamu bisa kembali dan bersiap-siap. Kita Pergi ke Jombang jam 10:00 malam ini! " Arsa Kenandra mengedipkan matanya, dan itu bisa melihat di matanya bahwa ada niat membunuh.
__ADS_1
"Ya!" Keduanya menjawab.
"Omong-omong, Andre," Arsa Kenandra menghentikan Andre Rama.
"Apakah ada hal lain yang bisa aku bantu Arsa? " Andre Rama bertanya.
"Tiger membawa lebih dari sepuluh orang saat berangkat tadi pagi. Mereka rela berkorban demi aku, aku tidak tau apakah mereka selamat atau tidak. Jadi berikan 200 juta sebagai biaya kompensasi kepada salah satu keluarga mereka, yang harus kamu kirimkan secara pribadi ke keluarga mereka,” jelas Arsa Kenandra.
"Baiklah Arsa! " Andre Rama mengangguk. Setelah itu Andre Rama dan Fiko Reliso meninggalkan kantor.
"Arsa, apakah kamu akan membawa mereka semua ke Kota Jombang untuk membalaskan dendam kepada Tomi Sugiono itu? " tanya Hudoyo.
"Ya, hari ini adalah hari balas dendamku, aku harus membalaskan semuanya kembali! Aku ingin membalaskan dendam Tiger, dan juga membalaskan dendam saudara-saudaraku yang telah meninggal, aku ingin si brengsek Tomi Sugiono itu tahu betapa serius konsekuensinya jika dia berani melakukan sesuatu untukku!" Arsa Kenandra mengertakkan gigi dan tampak marah.
"Ya! perbuatan dia ini harus dibalas!" Hudoyo mengatupkan giginya. Hudoyo tahu betapa menderitanya hati Arsa kali ini.
"Ngomong-ngomong Hudoyo, bagaimana keadaanmu dari karena cedera kemarin? Aku mungkin membutuhkanmu kali ini! " kata Arsa Kenandra.
__ADS_1
"Arsa, jangan khawatir. Aku sudah siap dalam pertempuran ini, dan aku akan membalaskan dendam Tiger! " Mata Hudoyo memandang Arsa dengan tatapan tegas.