Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Ke Bar


__ADS_3

"Miss. Damayanti, bagaimana dia bisa berselingkuh dengan wanita lain, bagaimana wanita cantik seperti Anda punya pacar yang seperti itu. Seperti kurang saja?"


Resita Damayanti menggelengkan kepalanya dan tersenyum,


"Bukankah itu yang sering dilakukan pria? "Setelah Resita Damayanti selesai mengucapkan kata-kata itu, dia mengambil wiski di depan Arsa Kenandra dan meminumnya dalam satu tegukan. Setelah dia meletakkan gelasnya, wajah Resita Damayanti memerah.


"Aku sudah mengatakan kepadanya berkali-kali kalau aku tidak akan berhubungan **** dengannya kecuali kami sudah menikah, jadi dia berhianat di belakangku. Dia tidur dengan wanita lain, dan ada satu lagi! Yang lebih konyol lagi adalah ketika aku bertanya kepadanya mengapa dia melakukannya, dia melangkah pergai menjauh dengan mengatakan, bahwa dia melakukannya demi kesenangan. Dia juga mengatakan bahwa, jika aku tidak mau tidur dengannya, maka dia akan mencari seseorang yang bersedia melakukannya. Aku bisa melihatnya dengan jelas sekarang. Dia seorang lelaki brengsek! Dia itu binatang! " kata Resita Damayanti.


"Nona Damayanti, aku tahu ini pasti berat bagimu saat ini, tapi setidaknya kamu bisa melihat dia apa adanya. Akan lebih menyakitkan lagi jika itu terjadi saat kalian berdua sudah menikah." ucap Arsa Kenandra. Resita Damayanti tersenyum sedih. dan dia menoleh ke penjaga,


"Beri aku bom Bacardi."


"Nona, apakah Anda benar-benar menginginkan bom Bacardi? " penjaga itu mau tidak mau bertanya. Penjaga merasa wanita cantik itu sedikit sudah mabuk. Jadi dia tidak ingin Resita lebih mabuk lagi. Karena, setelah meminum minuman yang bernama Bom Bacardi itu, maka yang meminumnya akan bertingkah gila. Makanya disebut bom. Bom Bacardi dibuat dari Bacardi 151, Bacardi White, dan Bacardi Black. Kemudian dicampur dengan rum yang kuat. Bahan utamanya mirip dengan koktail kopi merah, yang bisa membuat siapa pun mabuk. Bahkan banyak pria yang tidak tahan dengan minuman sekuat itu, apalagi membiarkan wanita memiumnya.


"Mau gak ini Uang? Ayo cepat ambilkan untukku!" kata Resita Damayanti sambil menepuk-nepuk uang di atas meja.

__ADS_1


"Baiklah, tunggu dulu!" Penjaga itu mengangguk. Karena tamu itu bersikeras, dia tidak punya pilihan selain mengambilkan bom Bacardi untuknya.


Tak lama kemudian, bom Bacardi pesanan sudah ditempatkan di depan Resita Damayanti. Resita Damayanti tidak berkata apa-apa, iya langsung segera meminumnya.


Ditengah-tengah minum, Resita Damayanti tersedak. Dia terbatuk-batuk sambil meletakkan tangannya di dada.


"Nona Damayanti, kamu tidak boleh minum lagi!" Arsa Kenandra segera mengambil bom Bacardi dan meminum setengah dari sisanya. Minumannya kental banget.


Setelah minum setengah gelas minuman itu, Arsa Kenandra merasakan perutnya terbakar dan tenggorokannya hampir berasap.


"Saya tidak terlalu memikirkannya, tapi saya tidak membencinya," kata Arsa Kenandra. Saat Arsa Kenandra meminum anggur tadi, dia tidak memikirkan noda lipstik di gelas yang di pegangnya. Seorang wanita cantik seperti Resita Damayanti tentu saja menarik perhatian di bar. Para pria yang datang untuk minum di bar mau tidak mau melihat ke arah Resita Damayanti beberapa kali. Bagi wanita cantik seperti dia, banyak pria yang menunjukkan nafsu di matanya.


Saat itu, seorang pria menghampiri Resita Damayanti. batang.


"Hei cantik, bolehkah aku membelikanmu minuman?" Pria itu tersenyum dan dia tampak seperti pria terhormat bagi Resita Damayanti. Laki-laki itu duduk di bangku yang lain did epan Resita, dan dengan sengaja ia menaruh kunci mobil Maseratinya di atas meja.

__ADS_1


"Kalau begitu, kamu harus tanya pacarku dulu. Aku akan izinkan kamu membelikanku minuman kalau dia bilang iya!" ucap Resita Damayanti yang mabuk dan telah meletakkan tangannya di bahu Arsa Kenandra. Pria itu melirik ke arah Arsa Kenandra dan dia berkata dengan dingin,


"Kamu beruntung bahkan bisa mendapatkan wanita cantik meskipun kamu berpakaian sangat lusuh." Rupanya pria itu iri pada Arsa Kenandra.


Arsa Kenandra menelan ludahnya.


"Mau bagaimana lagi. Aku hanya beruntung saja," kata Arsa Kenandra sambil tersenyum. Pria itu pergi dengan marah ketika mendengar perkataan Arsa Kenandra.


Saat itu, Resita Damayanti tiba-tiba mengaitkan tangan ke leher Arsa Kenandra, dia mencondongkan tubuh ke arah Arsa Kenandra, dan dia berkata dengan menawan, "Arsa, menurutmu aku cantik?" Mereka begitu dekat satu sama lain sehingga Arsa Kenandra bisa merasakan Nafas Resita Damayanti. Dia juga bisa mencium wangi di tubuhnya. Apakah Resita Damayanti menggodanya?


"Nona Damayanti, jangan bercanda seperti itu. Saya hanya seorang tukang bersih-bersih! " Meski saat itu Resita Damayanti sedang dalam keadaan mabuk, ia tetap terlihat menarik. Dan seperti hati pria lainnya, jantung Arsa Kenandra berdetak lebih cepat saat melihatnya.


"Izinkan aku bertanya, apakah aku cantik? "Resita Damayanti bertanya lagi dengan mata glamor.


"Ya, kamu cantik! " Arsa Kenandra menjawab jujur.

__ADS_1


"Lalu kenapa kamu tidak menginap bersamaku malam ini? " kata Resita Damayanti.


__ADS_2