
"Berhenti! " Hudoyo maju untuk menghentikan Rafa Winston
"Aku akan memberitahu dan mengingatkanmu satu hal lagi. Jika kamu ingin menyentuh Arsa, kamu harus melangkahi tubuhku terlebih dahulu." Ucap Hudoyo sambil memicingkan matanya.
Ketika Rafa Winston melihat Hudoyo menghalangi jalan, dia hanya bisa melepaskan kepalan tangannya.
"Saudaraku ini, kamu sangat baik dalam bela diri. Tapi kenapa kamu tidak keluar dari pekerjaanmu ini dan membuat sesuatu untuk mengembangkan namamu menjadi besar. Kamu malah tetap berada di sini dan bekerja sebagai pengawal untuk generasi ketiga orang kaya dan melindungi pecundang ini." Rafa menatap ke arah Hudoyo.
"Terkenal dan mengembangkan hidup maksudmu? Maaf, aku tidak tertarik sama sekali dengan hal seperti iti." Hudoyo menggelengkan kepalanya.
Ada jeda, di antara keduanya saling diam setelah mendengar apa yang di katakan oleh Hudoyo. Setelah itu, Rafa melanjutkan kalimatnya, berusaha mempengaruhi Hudoyo.
"Nah, berapa yang dibayar anak ini padamu? Aku, Rafa Winston, akan memberimu lima kali lipat... Tidak lima kali lipat, karena itu terlalu kecil. Sepuluh kali lipat. Bagaimana kalau kamu tinggalkan dia dan bekerja untukku di The Winston Family?" kata Rafa Winston berusaha mengajak Hudoyo dengan mengiming-imingi dia gaji sepuluh kali lipat.
"Untuk seorang master sepertimu, Keluarga Winston akan berusaha keras untuk melatihmu dan bergabung dengan tim Khusus militer Indonesia sebagai instruktur, memberimu pangkat militer, dan menjadikanmu terkenal dan bisa menjadi oranh kaya. Dengan keduanya, kamu akan menjadi lebih baik. Bagaimana kalau dengan itu? Hal Ini ribuan kali lebih baik daripada menjadi pengawal bagi pecundang sepertinya." Syarat yang ditawarkan Rafa sangat menggiurkan hati. Suah terlihat dengan Jelas, kalau dia sangat ingin menarik talenta orang seperti Hudoyo ke Keluarga Winston.
__ADS_1
"Maaf. Aku tidak tertarik. Kamu tidak perlu membuang-buang waktumu untuk mengurusi hidupku. Tidak peduli berapa banyak yang yang kamu katakan, aku yakin itu semua hanya omong kosong." Hudoyo menggelengkan kepalanya sambil menjawab. Dia snagat ingat dengan jelas bagaimana tuan Andi Sudiryo sudah menyelamatkan hidupnya, dan Hudoyo sudah bersumpah akan setia seumur hidup kepada Tuan Andi. Dia tidak akan pernah mengingkari sumpahnya. Dan sekarang dia sudah bersama Arsa Kenandra, dia merasa baik-baik saja. Itu adalah kehidupan yang dia inginkan saat masih menjadi pekerja bawah tanah (read, organisasi ilegal. Seperti Tinju bawah tanah.
Setelah itu, Arsa membuka mulutnya dan berkata saat Hudoyo sudah selesai.
"Rafa, jika sudah tidak ada yang kamu lakukan di sini, kamu boleh pergi. Kamu hanyalah tamu yang tak di undang di sini, kehadiranmu tidak di terima, apalagi di inginkan." kata Arsa dengan tenang.
"Kamu! Apa kamu bilang? Kamu beraninya berkata "keluar" kepadaku?" Rafa menatap Arsa Kenandra dengan marah. Tidak heran dia marah. Rafa, sebagai putra tertua di Keluarga Winston dan sangat jenius serta seorang anak yang paling membanggakan di Keluarga Winston, harus tetap di hormati, sekalipun itu adalah para tetua Keluarga Winston yang bertemu dengannya. Ditambah dengan identitas kakek dan pamannya, bahkan sang instruktur memberinya tiga poin di pasukan khusus. Namun kali ini, beraninya generasi ketiga orang kaya berani bersikap tidak hormat padanya? Jika bukan karena Hudoyo, dan dia tidak bisa mengalahkannya, dia akan bergegas dan memberi pelajaran kepada Arsa.
"Betul... Aku sudah menyuruhmu keluar. Apakah kamu ingin aku mengatakannya lagi? " Arsa mencibir.
" Ingatlah anak muda, aku akan segera membuatmu mengerti. Apa yang akan terjadi jika kamu berani menyinggung Rafa Winston." kata Rafa. Arsa tahu bahwa melawan Rafa Winston ini mungkin bukan pilihan yang bijaksana. Namun, Rafa sudah berani ngelunjak karena keadaan dirinya. Iya juga sudah berkali-kali menghina Arsa. Bagaimana mungkin Arsa bisa mentolerirnya? Apakah Arsa Kenandra akan terus merendah padanya, menyanjungnya, berpura-pura menjadi seorang penurut di hadapannya, dan menuruti apa pun yang dia maksudkan? Hal itu benar-benar mustahil. Karena ditakdirkan untuk menjadi yang benar, tidak perlu memberikan belas kasihan kepada musuh. Apa yang akan datang akan selalu datang, dan kamu tidak dapat bersembunyi.
"Aku akan menunggu dan melihatnya." kata Arsa dengan nada dingin.
" Oke, kamu tunggu saja. Aku akan membuatmu menyesal bertengkar denganku Rafa Winston." Setelah Rafa Winston pergi pergi setelah selesai mengucapkan kata-kata nya, dia segera keluar dengan rasa amarah yang tak terbendung lagi.
__ADS_1
"Rafa, aku juga akan membuatmu mengerti, kalau melawan Arsa adalah kesalahan terbesar dalam hidupmu." Arsa berkata di belakang Rafa.
"Tuan Arsa, karena anda sudah menyinggung Rafa Winston, saya takut dia akan mencari dan menemukan cara untuk membalas dendam." Fendi berkata dengan tiba-tkba karena khawatir.
"Tidak ada yang bisa dia lakukan. Jika dia ingin balas dendam, ayolah. Aku akan menerimanya." kata Arsa.
Setidaknya dari segi keselamatan pribadi, Arsa tidak perlu khawatir, karena dilindungi oleh Hudoyo.
"Hudoyo, aku sudah melihat kalau kamu benar-benar baik, Rafa adalah seseorang yang hebat, tapi melawanmu saja dia sangat mudah marah." Arsa Kenandra menatap Hudoyo dan berkata sambil tersenyum,
"Benarkah? " jawab Hudoyo.
"Jika aku tidak memiliki kekuatan, bagaimana mungkin bisa aku hidup sampai sekarang setelah bertahun-tahun menjadi seorang petinju dunia hitam?" Hudoyo tersenyum.
Di Saat itu, ponsel Arsa tiba-tiba berdering. Arsa mengangkat telepon.
__ADS_1