Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Ke Rumah Adit


__ADS_3

"Baiklah, aku tidak akan mengatakannya lagi.Tapi bagaimanapun juga, kamu dan aku adalah pasangan sejak saat itu. Akan kukatakan yang sebenarnya, dan kamu harus mengerti!" Arsa Kenandra, memberi Rita senyum kecut.


"Arsa, keluargamu itu miskin sekali, sampai-sampai kamu ikut pesta topeng ini. Bagaimana menurutmu dengan yang aku katakan, benar kan? Terus dari mana kamu bisa mendapatkan uang sebanyak itu untuk mendaftar? " kata Rita Maharani dengan dingin. Meski di kampus bisa dikatakan kalau Arsa Kenandra adalah generasi ketiga yang kaya raya, Rita Maharani tidak pernah mempercayainya. Itu di sebabkan karena Rita Maharani pernah ke rumah Arsa Kenandra di Citra Town sebelumnya. Jadi dia tahu betapa miskinnya keluarga Arsa Kenandra.


"Nona Rita, Arsa itu benar-benar orang kaya generani ke tiga, bukan orang miskin." kata Adit setelah iya tidak bisa menahan diri untuk tidak berkata.


"Aku tahu betapa miskinnya keluarga dia. Dia bisa membodohi orang lain, tapi aku tidak bisa ikut di bodohi." kata Rita Maharani dingin. Adit juga ingin menjelaskan kepada Rita Maharani agar dia mengerti, namun Arsa Kenandra malah melambaikan tangannya.


"Adit... Hentikan, percuma kamu memberitahu dia." kata Arsa. Adit pun menuruti kata-kata Arsa Kenandra. Itu sebabnya dia tidak melanjutkan menjelaskan.


Sedangkan Rita Maharani memandang Arsa Kenandra.


"Arsa Kenandra, aku tahu kamu hanya mengincar uang keluargaku dengan menggangguku seperti ini! Silakan. Berapa banyak uang yang kamu inginkan supaya kamu bisa berhenti menggangguku?" kata Rita Maharani seolah sudah sangat kesal.


"Kamu selalu berpikir aku melakukan itu demi uang keluarga kamu?" jawab Arsa Kenandra dengan mencibir.


"Oh, jadi bukan karena uang keluargaku? Aku bahkan curiga kamu mungkin malah ingin menjarah semua harta keluarga ku melalui aku. Bagaimanapun juga, aku adalah putri ayahku yang memiliki banyak harta! " Kata Rita Maharani. Kenapa Rita Maharani selalu menolak Arsa Kenandra? Bahkan setelah mereka berdua berhubungan layaknya suami istri saat itu meskipun karena keadaan terpaksa? Jawabannya hanya satu, karena, Rita Maharani merasa Arsa Kenandra dekat dengannya dan ingin bersamanya, punya tujuan!


Setelah terdiam beberapa saat sambil memperhatikan Arsa Kenandra, Rita Maharani melanjutkan.

__ADS_1


"Arsa Kenandra, izinkan saya menjelaskan kepada kamu hari ini. Bagaimanapun juga, aku tidak akan pernah membiarkan rencanamu berhasil! " kata Rita dengan penuh percaya diri. Setelah itu, Rita Maharani hanya berbalik dan pergi. Melihat sosok Rita Maharani yang pergi, Arsa Kenandra tak kuasa menahan gumamannya.


"Jadi, apa dia curiga aku ingin bersamanya hanya demi harta keluarganya, bukan karena benar-benar ingin bertanggung jawab padanya? Itukah sebabnya dia terus menolakku? " kata Arsa. Adit mengangguk menanggapi apa yang Arsa katakan.


"Arsa, hal itu sangat mungkin. Kalau aku pikir-pikir ya Arsa, sebaiknya kamu memperkenalkan diri saja. Cepat dan beri tahu dia siapa kamu secara resmi. Jadi setelah itu kita lihat bagaimana sikapnya." kata Adit memberi saran.


"Baiklah, mungkin sudah waktunya dia mengetahui semua." Arsa Kenandra mengangguk menerima saran darkkb sahabatnya itu. Karena Sebelumnya, Arsa Kenandra memanh belum pernah secara resmi membeberkan identitasnya kepada Rita Maharani. Bahkan Arsa Kenandra masih sengaja bersembunyi, tapi juga menhuruh ayah Rita Maharani untuk memberitahukan identitasnya kepada Rita Maharani. Dulu Arsa Kenandra selalu mengaku miskin di hadapan Rita Maharani. Namun setelah berbincang hari ini, Arsa Kenandra memutuskan sudah waktunya untuk memberi tahu Rita Maharani siapa dirinya. Dalam kasus penyamaran ini, Arsa Kenandra akan mengungkapkan identitasnya kepadanya dan memberi tahu Rita bahwa dirinya adalah ketua Kendi grub dan cucu dari Andi Sudiryo, dan bahwa dia pasti tidak melakukannya demi uang keluarganya.


Tidak lama setelah Arsa Kenandra menandatangani pendaftarannya barusan, dia menerima pesan teks dari serikat mahasiswa tentang tempat dan waktu pesta topeng. Bertempat di Resort pemandian air hangat, dan pada hari Sabtu.


"Masih ada dua hari lagi sebelum hari Sabtu." gumam Arsa. Arsa Kenandra pernah pergi ke Resort pemandian air hangat ini ketika dia berpura-pura menjadi pacar Rita Maharani. Pemilik resort pemandian air hangay ini, Arsa Kenandra juga mengenalnya. Orang-orang memanggilnya tuan Kelvin Wiguna. Tentu saja, pemilik restoran itu menyebut dirinya Kelvin, tanpa embel-embel tuan di hadapan Arsa Kenandra.


Di sisi lain, di sebuah unit perawatan intensif mewah di sebuah rumah sakit. Wasis Adiguna sedang berbaring di ranjang rumah sakitnya. Dia melihat lengan kirinya yang sudah tidak ada, dan rasa marah hinggap menghampiri.


Dan saat itu juga, Seno assistand pribadinya, berlari masuk dengan cepat, dengan senyuman di wajahnya.


"Tuan Wasis, semuanya sudah selesai. Saya membayar 80 juta rupiah untuk menyewa seorang pembunuh dari sebuah market Internet gelap. Orang ini sangat terkenal di dunia hitam di seluruh Indonesia, dan kali ini dia pasti sangat mudah untuk menyingkirkan bocah itu!" kata Seno dengan senyuman sumringah di wajahnnya.


"Berapa lama dia sampai ke kota Surabaya?" Wasis Adiguna bertanya buru-buru.

__ADS_1


"Diperkirakan tiba Sabtu ini kata dia!" jawab Seno.


"Sabtu ini? Kalau begitu biarkan anak itu hidup dua hari lagi. Sabtu ini adalah hari kematiannya! " Wasis Adiguna tertawa dengan girang mendengar apa yang di katakan oleh Seno.


Dua hari telah berlalu dalam sekejap mata. Di hari Sabtu pagi ini, Arsa Kenandra mengendarai Lamborghini miliknya dan pergi ke rumah Adit untuk menjemput sahabatnya itu. Adit dan keluarganya menjalankan bisnis kecil-kecilan, yang di beri nama 'snack bar' di rumah. Inilah sumber pendapatan keluarga Adit.


Setelah sampai, Arsa Kenandra masuk ke tempat Snack bar Adit.


"Arsa, kamu sudah datang. Adit masih ke kamar mandi. Tunggu sebentar ya." Ayah Adit, seorang pria paruh baya berkacamata, tersenyum dan menyapa Arsa Kenandra saat melihat dirinya datang. Arsa Kenandra dan Adit adalah teman baik. Dulu, dia sering datang ke rumah Adit, jadi ayahnya sudah pasti akrab dengan Arsa Kenandra.


"Selamat pagi, om Budi." Arsa Kenandra balas menyapanya sambil tersenyum. Padahal Arsa Kenandra kini menjadi generasi ketiga terkaya. Namun secara umum, Arsa Kenandra masih begitu santai. Dan hal itu membuat ayah Adit tidak mengetahui kalau Arsa Kenandra telah menjadi orang terkaya generasi ketiga di Surabaya.


"Arsa, ayo minum dulu." Ayah Adit, Budi Hartono, berdiri dengan antusias dari tempat duduknya, lalu mengambil sebuah sebotol minuman dan menyerahkannya kepada Arsa Kenandra.


"Terima kasih Om Budi." Arsa Kenandra tersenyum dan memeriksa denyut nadinya yang merasa bergetar karena kebaikan dari lelaki paruh baya di depannya itu. Dia tidak mengatakan tidak. Karena Arsa Kenandra tahu kalau misalnya dia menolak, om Budi akan memaksakannya dirinya untuk tetap minum, masih sama seperti dulu. Ayah Adit biasa memberikan minuman itu kepada Arsa Kenandra setiap kali dia datang, Budi Hartono memberikan itu sebagai hadiah untuk Arsa Kenandra.


"Arsa, kudengar dari Adit, kamu akan dan dia menghadiri pesta, pesta apa ya kalau om boleh tahu? " tanya Budi Hartono sambil tersenyum.


"Ya, om Budi. Ada acara pesta kecil-kecilan yang di adakan di kampus." Arsa Kenandra tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.

__ADS_1


__ADS_2