
"Arsa, cepatlah bersulang dengan Kelvin untuk menghormatinya. Bersulang dengannya bukanlah hal yang memalukan."kata Rita sambil mengguncangkan punggung Arsa. Kalau saja kondisinya bukan seperti ini, pasti Rita akan membiarkannya. Seperti saat kemarin siang Arsa melawan Andika. Tapi ini adalah Kelvin, pemuda generasi kaya di kota Surabaya. Bahkan Rita saja tidak berani menyinggung perasaan Kelvin. Kelvin yang mendengar apa yang di katakan oleh Rita pun langsung menatap ke arah Arsa.
"Kamu benar... Seharusnya Kelvin lah yang mendatangi dan bersulang kepadaku." kata Arsa. Ketika semua yang hadir di sana mendengar perkataan Arsa, keadaan benar-benar gempar.
"Brengsek sekali dia. Apa dia sudah gila? Dia meminta Kelvin untuk bersulang kepadanya." kata seorang.
"Anak ini benar-benar cari mati." kata seseorang lagi. Semua orang memandang Arsa dengan asumsi kalau dia gila. Mereka tidak menyangka Arsa berani berbicara seperti itu kepada Kelvin.
Di sisi lain, Andika merasakan suatu kesenangan. Iya menyukai sikap pemberani Arsa ini.
__ADS_1
"Kamu berani menantangku. Dan sekarang kamu berani berkata kepada Kelvin seperti itu. Tunggu saja waktu yang tepat untuk menemui kesialanmu." kata Andika. Tujuannya membuat Arsa memprovokasi Kelvin sudah berhasil.
Sedangkan Rita. Dia membuka matanya lebar-lebar hingga membulat sempurna. Menatap Arsa dengan ekspresi yang sulit di artikan. Dia tidak mengerti mengapa Arsa bersikap seperti itu. Kalau dengan Andika, Rita masih bisa mentolerir. Tapi sikap Arsa kepada kelvin benar-benar tidak bisa di pahami oleh Rita. Padahal, tadi sebelum masuk ke dalam ruangan, Rita sudah mewanti-wanti kepada Arsa untuk bersikap baik dan jangan sampai menyinggung Kelvin. Iya tahu bagaimana berpengaruhnya Kelvin di kota ini. Tapi pada akhirnya, Arsa malah mengabaikan apa yang di katakan oleh Rita tadi.
Di saat pertama kali Arsa memasuki pintu masuk ruangan itu, Kelvin bertanya kepada Rita. Rita pun menjawab semua pertanyaannya. Sedangkan Kelvin, saat ini sudah mendengar semua yang di katakan oleh Arsa. Tiba-tiba saja wajah Kelvin berubah drastis.
"Dia benar-benar asal berbicara kepada Kelvin. Dan benar-benar membuat kelvin marah." kata seseorang dalam ruangan tersebut.
"Kamu tahu, kamu itu benar-benar sombong. Kalau saat ini kita berada di Amerika, dan kamu berani berbicara kepadaku seperti ini, aku pastikan kamu tidak akan pulang dengan selamat." kata Arsa. Kelvin yang mendengar ini merasa heran. Hawa dingin menyelimuti semua orang yang berada di sana.
__ADS_1
"Kelvin, Kelvin... Tolong jangan biarkan amarah menguasaimu. Pacarku ini belum pernah melihat dunia yang luas ini. Jadi dia belum bisa membedakan cara bicara yang baik dan buruk. Tolong jangan pedulikan apa yang dia katakan." kata Rita. Bagi Rita, Arsa hanyalah orang yang di sewanya untuk menjadi pacar sementaranya. Tapi, dia tidak akan membiarkan Arsa berada dalam masalah. Dengan segera, Rita langsung mengambil gelasnya dan mendekat kepada Kelvin lagi.
"Kalau begitu, dengan ini. Sebagai ganti pacarku yang tidak mau bersulang denganmu, aku menggantikannya bersulang sebagai permintaan maaf." kata Rita.
"Rita, pacarmu ini sudah mengatakan kalau dia tidak akan bersulang untuk Kelvin. Kenapa kamu malah melakukan semua ini hanya untuk meminta maaf kepada Kelvin. Seharusnya dialah yang meminta maaf, bukan kamu."kata Andika yang berada di sebelah Kelvin.
"Arsa, kalau kamu bukan lelaki pengecut, tidak akan mungkin kamu menggunakan seorang wanita untuk menjadi tamengmu kan? Kalau kamu sudah berani menabur benih, kamu harus memanen apa yang kamu tanam." Andika berharap kalau masalah ini menjadi besar, sehingga dia bisa memanfaatkan Kelvin untuk mempermalukan Arsa. Sehingga sakit hatinya sedikit terobati.
"Andika, tutup mulutmu." teriak Rita sambil menatap Andika. Dan di saat bersamaan, Kelvin menggebrak meja.
__ADS_1
"Rita, seharusnya kamu yang menutup mulutmu. Pacarmu lah yang seharusnya meminta maaf padaku saat ini. Kamu tahu, kalau bukan menyelematkan harga dirimu, aku sudah menghancurkan dia." kata Kelvin dengan Nada marah. Dan di saat Kelvin menggebrak meja tadi, suasana menjadi sangat sunyi. Keadaan benar-benar canggung. Semua yang hadir di sana menjadi terdiam. Mereka hanya berani bergumam dalam hati. Berani-beraninya bocah itu menyinggung Kelvin dan membuatnya marah. Apa dia ingin mati? Mereka juga bertanya-tanya kenapa Rita harus punya pacar yang aneh seperti itu. Andika bersikap sombong karena mendapat pembelaan dari Kelvin. Seolah-oleh iya sedang menontong drama. Sedangkan Arsa, dia masih duduk tenang di kursi seolah tak terjadi apa-apa. Seolah dia tidak terpengaruh sama sekali dengan kemarahan Kelvin.