Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Pesona seorang Arsa


__ADS_3

Tadi saat semua orang bersulang untuk Kelvin, dia sama sekali tidak seperti ini. Dengan angkuhnya dia hanya duduk di atas kursi. Tapi sekarang, di hadapan Arsa, dia langsung berdiri dan mengajak Arsa bersulang. Bahkan dia juga meminta maaf. Semua yang hadir di sana dibuatnya heran. Mengapa sikap Kelvin benar-benar berubah. Yang awalnya mereka yakin kalau Arsa tidak akan selamat hari ini. Tapi kenyataan mampu mematahkan stigma mereka semua.


"Tuan Kelvin, apa yang anda lakukan? Dia hanyalah orang miskin. Anda harus mengusirnya." kata Andika yang penasaran. Dia benar-benar menunggu Kelvin akan mengusir Arsa. Tapi tidak tahu kenapa Kelvin malah bersikap seperti ini.


"Andika, kalau kamu bicara omong kosong lagi, segera lenyaplah dari pandanganku! " kata Kelvin sambil menggebrak meja kembali dan berteriak. Saat ini dirinya sedang mencoba mengeluarkan Arsa dari api amarah yang mungkin akan membuat dirinya menyesal. Tapi lagi-lagi Andika malah menambahkan tumpahan bensin ke dalamnya. Tentu saja Kelvin merasa sangat marah. Mendengar teriakan Kelvin, tiba-tiba saja Andika menggigil ketakutan dan wajahnya menjadi pucat. Meskipun banyak pertanyaan di benaknya, iya tak sanggup dan tak berani untuk bertanya lagi.


Dan juga, semua tamu undangan merasa bingung. Tapi tak ada satupun di antara mereka yang berani buka suatra.


"Rita, aku sakit perut. Aku mau ke toilet lagi." kata Arsa di dekat telinga Rita. Setelah mengatakan itu, Arsa berdiri. Iya menatap Kelvin dan langsung berjalan keluar dari ruangan tersebut.


Kelvin menyadari arti tatapan mata yang di berikan Arsa kepadanya.


"Kalian makan dan nikmatilah hidangan di sini terlebih dahulu. Aku akan segera kembali." setelah mengatakan ini, Kelvin segera berjalan keluar dari ruangan tersebut.


Setelah berada di luar ruangan, Kelvin melihat ke kanan dan ke kiri untuk mencari Arsa. Saat itu juga, iya melihat Arsa yang saat ini berada di ujung koridor bangunan tersebut. Dengan tangannya, Kelvin menyeka keringat dingin yang mulai menetes di dahinya. Lalu dengan cepat berlari menuju ke arah Arsa.


Kelvin berjalan ke arah ujung koridor dan melihat Arsa.

__ADS_1


"Akhirnya aku bisa melihat tuan Arsa." gumam Arsa. Setelah berada di depan Arsa, dia langsung membungkuk hormat kepada Arsa. Saat berada di dalam ruangan tadi, sebenarnya Kelvin ingin memanggil Arsa dengan embel-embel tuan. Tapi Kelvin mengurungkan niatnya karena berfikir kalau mungkin saja Arsa belum ingin menunjukkan identitas aslinya didepan publik dengan alasan yang tidak iya ketahui. Jadi, karena itu dia tidak berani memanggil tuan saat di dalam.


"Sepertinya kamu sudah tahu kalau kakekku adalah Andi Sudiryo. Bagaimana kamu bisa tahu?" Kata Arsa datar dengan tangan terlipat di depan dadanya. 


"Tadi Revano mengirimi saya pesan yang isinya memberi tahu saya bahwa Anda adalah Tuan Arsa, cucu dari tuan Andi Sudiryo." kata Kelvin dengan hati-hati. Dia dianggap sebagai generasi penerus kedua paling kaya di Surabaya. Tapi dia jauh tertinggal di belakang jika dibandingkan dengan Arsa. Kelvin tahu dengan sangat baik semua hal ini. Bahkan, meskipun jika saat ini ayahnya Kelvin ada di sini, dia juga tidak lebih baik dari Arsa. Jadi dia juga tidak akan berani menyinggung perasaan Arsa.


"Tuan Arsa. Di dalam ruangan tadi, saya sudah bertemu dengan anda. Dan saya kalu ini mau mengulangi meminta maaf kepada anda lagi. Tolong maafkan kesalahan saya." kata Kelvin sambil menurunkan badan nya hendak berlutut di depan Arsa.


"Baiklah... Asal kamu tahu, Arsa bukanlah orang yang tidak mudah memaafkan. Karena kamu punya inisiatif untuk meminta maaf, aku sudah tidak peduli dengan apa yang terjadi tadi di ruangan. Aku memaafkan kamu." kata Arsa sambil melambaikan tangannya menyuruh Kelvin bangun. Arsa yang merasa kalau konflik antara dirinya dan Kelvin bukanlah masalah besar. Dan juga, Arsa tidak ingin mempunyai banyak musuh. Lagian, Kelvin sudah berulang kali meminta maaf. Tidak ada alasan untuk Arsa tidak memafkannya.


"Terima kasih tuan Arsa, terima kasih." kata Kelvin yang mendengar Arsa telah memaafkannya. Iya mengangguk gembira. Helaan nafas panjang menunjukkan kelegaan di hatinya.


"Saya mengerti Tuan Arsa. Anda hanya ingin berpura-pura menjadi orang biasa dan mendapatkan seseorang yang tulus bukan karena harta dan status sosial? Saya mengerti." kata Kelvin dengan sangat hormat. 


Setelah itu, Kelvin mengeluarkan kartu nama dan menyerahkannya kepada Arsa dengan kedua tangannya. 


"Tuan Arsa, ini adalah kartu nama saya, dengan nomor saya yang tertulis di atasnya. Mulai sekarang, Tuan Arsa bisa datang ke resort ini secara gratis dan bahkan bisa menikmati hidangan dan pelayanan terbaik di sini." kata Kelvin.

__ADS_1


"Oke, aku mau." Arsa tidak menolak.  Dia menerima kartu nama dari Kelvin. Ketika Kelvin melihat Arsa mengambil kartu nama yang di berikannya, dia tersenyum bahagia. Arsa bersedia mengambil kartu tersebut. Yang berarti bahwa Arsa benar-benar memaafkannya. 


"Oh iya tuan Arsa, Andika sudah berani menentang Anda dan ingin memiliki pacar Anda. Apakah Anda ingin saya menyuruh beberapa orang untuk memukulinya secara diam-diam? " kata Kelvin dengan sangat sopan. Sudah sangat jelas tujuannya adalah untuk mengabil hati Arsa.


"Tidak, kalau aku ingin memukulinya, aku bisa memukulnya secara terang-terangan. Kenapa harus diam-diam?" kata Arsa dengan entengnya. Mendengar apa yang dikatakan oleh Arsa, Kelvin pun tertawa. 


"Baiklah, Aku kembali ke dalam dulu." kata Arsa. Setelahnya iya pun berjalan menuju ke dalam ruangan pesta lagi. Begitu iya sampai di dalam, semua orang memandangnya dengan tatapan yang aneh. Sebelumnya, Kelvin meminta Arsa untuk bersulang. Masih teringat dengan jelas apa yang di lakukan oleh Kelvin tadi kepada Arsa.


Arsa yang baru saja masuk langsung menuju ke tempat duduknya tadi. Tiba-tiba saja Rita langsung bertanya karena penasaran.


"Arsa, ceritakan kepadaku apa yang terjadi. Tadi Tuan Kelvin jelas-jelas meminta kepada security untuk mengusirmu dari sini. Tapi tiba-tiba saja sikapnya berubah 360 derajat. Kenapa dengan tiba-tiba dia langsung meminta bersulang denganmu dan juga meminta maaf padamu." tanya Rita dengan cepat. Iya juga tak tahu apa yang terjadi.


"Mana saya tahu. Mungkin saja pesonaku terlalu kuat dan besar untuk meyakinkan Kelvin." jawab Arsa sambil merentangkan tangannya.


"Kamu percaya diri sekali. Mana bisa Kelvin yakin dengan pesonamu yang biasa ini." Rita memutar bola matanya jengah. Iya lebih percaya kalau hantu itu ada. Tapi tidak akan pernah percaya dengan omong kosong yang baru saja Arsa katakan.


"Aku rasa ini semua karena kesalahan Kelvin. Dia pasti salah paham dengan identitasmu. Jadi itulah sebabnya kenapa dia langsung bersikap baik kepadamu."tebak Rita.

__ADS_1


"Mungkin saja." jawab Arsa kembali menaikkan kedua bahunya. Arsa tidak ingin Rita tahu kalau sebenarnya dirinya adalah pimpinan baru kendi grub cabang Surabaya sekaligus cucu dari Sang Konglomerat, Andi Sudiryo.


__ADS_2