
"Siapa? Siapa yang sudah berani mempermalukan aku? " kata Wasis.
"Apa mungkin itu adalah dia lagi? " kata Wasis kembali sambil menggertakkan giginya seolah ia siap untuk memangsa seseorang.
"Kalau dugaan saya tidak salah, Ini semua pasti perbuatan Arsa. Dia pasti ingin membalas dendam kepada Anda tuan Wasis. " jawab Seno dengan hati-hati.
"Omong kosong macam apa itu? " kata Wasis dengan darahnya yang ikut naik. Dia benar-benar sangat marah dan malu. Dia tidak tahu lagi Bagaimana pendapat semua pengawalnya yang telah menerima video tersebut.
"Arsa, aku bersumpah, meskipun kamu adalah cucu dari Andi, aku akan menghancurkanmu menjadi berkeping-keping!" Mata Wasis berkilatan amarah yang tak terbendung lagi. Hatinya sangat kesal tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
Pov Arsa.
Saat ini Arsa sedang dalam perjalanan ke kampus, tiba-tiba iya menerima telepon dari Fendi.
"Tuan Arsa, videonya sudah dikirim. Saya yakin kalau Wasis pasti sangat marah," terdengar suara Fendi di seberang telepon.
__ADS_1
"Bagus sekali! Dia yang memulai semua ini. Dia sudah berani menyusahkan kita berulang kali. Apa menurutmu kita terlalu berlebihan?" tanya Arsa.
"Benar sekali tuan. Ide anda untuk menyebarkan video tersebut bukanlah ide yang buruk. Ini semua adalah metode dari anda untuk menghancurkan musuh. Hati Wasis pasti akan berkecamuk dan merasa terhukum dengan semua kejadian ini." jawab Fendi.
"Kalau orang tidak menyinggung aku, aku juga tidak akan menyinggung balik. Kalau mereka mempermalukan aku, aku akan memberikan mereka konsekuensi sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan. Wasis sudah berulang kali mengganggu aku dan bahkan ingin menyingkirkan aku dari dunia ini. Bagaimana mungkin aku tidak memberinya pelajaran. "Kata Arsa.
"Benar tuan. Saya yakin kalau Wasis pasti sangat terpukul dengan menyebarnya video tersebut. Mereka berdua pun tertawa. Dan panggilan betakhir di saat apa yang ingin Fendi sampaikan sudah di laksanakan.
Suasana hati Arsa terlihat sangat baik hari ini. Karena dia berhasil memberi pelajaran lagi kepada Wasis. Saat ini ia berjalan masuk ke dalam kampus dan masih berada di depan gerbang. Di depan gerbang tersebut berdiri sosok wanita cantik bertubuh tinggi. Wanita berkulit putih menggunakan gaun berwarna abu-abu dan rambutnya bergelombang. Seorang wanita yang sangat cantik dan begitu modis. Di tangannya ia membawa sebuah tas merk Gucci keluaran terbaru. Pahatan cantik di wajahnya membuat orang lain tak bosan untuk memandangnya. Namanya adalah Rita Maharani. Seorang wanita yang menjadi sosok bunga kampus dan sangat terkenal di Universitas Surabaya. Rita Maharani terlihat sangat memukau. Keluarganya juga orang berada sehingga kesempurnaan yang dimilikinya banyak menarik hati mahasiswa di sana.
Di samping Rita Maharani, ada seorang pemuda yang sedang berbicara dengannya. Arsa juga mengenal lelaki tersebut. Dan semua orang yang ada di kampus tersebut memanggilnya dengan sebutan tuan Andika Handoyo. Dia adalah generasi kedua dari keluarga yang kaya. Kenapa Andika disebut sebagai orang kaya? Karena keluarganya memiliki banyak restoran dan bisnisnya juga berada di beberapa tempat. Aset keluarganya lebih dari 10 triliun. Di lingkungan Kota Surabaya, ke Andika Handoyo termasuk generasi kedua yang kaya dan juga termasuk dalam keluarga yang berpengaruh. Selama ini, yang diketahui oleh Arsya adalah Kalau Andika mengejar-ngejar Rita. Dan seolah berita tersebut adalah rahasia umum.
"Andika, bisa ngga kamu berhenti menggangguku? Aku sudah punya pacar." kata Rita tampak kesal.
" Oke kalau begitu sekarang katakan Siapa pacarmu. Aku ingin melihat siapa yang berani merebut kamu dariku. " Kata Andika dengan laga yang sombong.
__ADS_1
"Itu dia." Kata Rita. Dan Arsya yang baru saja lewat di dekat mereka, saat ini mendengar percakapan kedua mahasiswa terkenal itu. Arsa tertegun mendengar apa yang dikatakan oleh Rita. Karena Rita berpikir kalau Arsa menarik perhatiannya jadi dia bilang kepada Andika kalau Arsya adalah pacarnya.
Dengan tiba-tiba Rita langsung menggandeng dan memegang lengan Arsa.
"Apa yang dia lakukan? Apa dia sedang memanfaatkan aku untuk menjadi tamengnya? " gumam arsa dalam hati.
"Dia adalah pacarku." Kata Rita kepada Andika sambil menggandeng Arsa.
"Dia? Rita, apa menurutmu aku akan percaya? " kata Andika mencibir gadis tersebut. Dengan segera, Andika menoleh untuk melihat Arsa.
"Haii... katakan padaku Apakah benar kamu adalah pacarnya Rita! " Kata Andika dengan tegas. Dan di saat yang bersamaan pula, Rita yang melihat hal ini dengan cepat melepaskan tangan Arsa hingga tergantung di udara. Dan dengan perlahan ia mencubit Arsa. Dia memberi isyarat kepada Arsa dengan mengedipkan mata padanya. Rita meminta Arsa untuk menjawab pertanyaan dari Andika.
"Jangan sekali-kali berpikir untuk berbohong kepadaku. Karena kalau tidak, kamu akan menanggung konsekuensinya. "Kata Andika dengan begitu angkuh.
"Aku memang pacarnya, apa ada masalah? " kata Arsa sambil tersenyum. Wajah Andika tiba-tiba menjadi gelap. Awalnya, Arsa tidak mau ikut campur dalam hal seperti itu. Dan bagaimanapun juga, dia tidak ada hubungannya dengan semua itu. Tapi dari sikap Andika terhadap Arsa yang terlihat sangat buruk, membuat Arsa sangat kesal. Jadi, Arsa memilih untuk menjawab.
__ADS_1