Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Kedatangan Arsa Dan pasukan


__ADS_3

"Ngomong-ngomong, ada hal penting lain hari ini yang ingin aku katakan, yang ada hubungannya denganmu juga." Kata Arsa Kenandra.


Ada apa?” ​​Resita Damayanti bertanya dengan sangat penasaran.


"Kita harus menemui ke Keluarga Adista, dan membalas apa yang sudah di lakukan oleh Leo Adista!" Arsa Kenandra melirik matanya. Leo Adista adalah mantan pacar Resita Damayanti.


"Menemui dia? Ayolah Arsa, Keluarga Adista juga punya pengaruh di Kota Jombang, dan semuanya sudah berakhir." Kata Resita Damayanti. Resita Damayanti tahu kalau Arsa Kenandra akan menemui ke Leo Adista demi dirinya.


"Aku datang menemuinya bukan hanya untuk melampiaskan dendammu, tapi juga karena aku merasa ada urusan yang harus di selesaikan bersamanya! " Arsa Kenandra menyipitkan mata saat mengatakan itu. Saat itu, Arsa Kenandra ada di hotel bersama Resita Damayanti, dan mereka hendak melakukan sesuatu ketika Leo Adista datang. Saat itu Leo Adista menampar wajah Resita Damayanti di depan Arsa Kenandra. Saat itu, agar identitasnya tidak terungkap, Arsa Kenandra tidak bergerak atau melakukan apa pun kepada Leo Adista. Tapi orang yang berani memukul wanitanya, Arsa Kenandra pastikan tidak akan pernah membiarkannya pergi begitu saja.


"Baiklah kalau begitu." Resita Damayanti mengangguk. Dia mengetahui maksud Arsa Kenandra. Kekasih barunya itu menemui Leo Adista, untuk menunjukkan bahwa Arsa Kenandra peduli padanya.


Arsa Kenandra memandang Andre Rama.


"Andre Rama, apakah semuanya sudah siap? " tanya Arsa Kenandra.


"Arsa, mobil, peralatan, dan orang-orangnya sudah siap berangkat kapan saja! " Jawab Andre Rama.


"Baiklah, kalau begitu ayo berangkat! " Arsa Kenandra memberi perintah.


Kemudian, dua ratus orang yang sudah siap itu menaiki bus satu per satu. Dimulai dengan mobil bisnis Arsa Kenandra yang berada di barisan paling depan. Empat bus di belakangnya berangkat menuju rumah Adista Family.


Di dalam rumah Keluarga Adista. Leo Adista sedang duduk di ruang tamu. Di ruang tamu berdiri dua penjaga berbaju hitam.

__ADS_1


"Pah, bagaimana kabar orang yang kutanyakan padamu?" Leo Adista bertanya. Orang yang ditanyakan Leo Adista tentu saja adalah Arsa Kenandra.


"Aku sudah mengirim seseorang untuk menyelidikinya, dan aku akan memberitahumu setelah aku mendapat kabar." Enda Adista berkata untuk menhawab sang putra.


Setelah itu, Enda Adista melanjutkan.


"Lihatlah kesuksesanmu, bukankah kamu selalu di kelilingi oleh banyak wanita? Jangan bodoh, wanita di dunia ini banyak sekali, bukan hanyabResita Damayanti saja." ucap Enda.


"Pah. Resita Damayanti ini adalah wanita yang berbeda. Aku berusaha keras untuk mendapatkannya. Hingga aku bahkan tidak bisa menyentuhnya sama sekali. Tapi, dia malah tidur dengan orang lain, dan saat itu aku mengatinya dengan nada yang sangat buruk dan juga menamparnya!" kata Leo Adista dengan kejam.


"Yah, itu terserah padamu." Enda Adista tidak setuju.


Saat itu juga, terdengar hantaman keras.


Setelah pintu didobrak, banyak pria berbadan besar berrompi hitam yang langsung masuk dan mengepung seisi ruang tamu, entah dengan parang atau tongkat ayun di tangan. Kedua pengawal Keluarga Adista dan putranya ditahan oleh sekelompok orang besar ini. Orang-orang itu mengarahkan pisau ke leher mereka sehingga pengawal keluarga Adista tidak berani bergerak sama sekali. Lagi pula, ada terlalu banyak orang di seberang sana.


"Siapa kamu?" Ayah dan anak Keluarga Adista di ruang tamu tiba-tiba berdiri dari sofa, dan keduanya terlonjak oleh pertarungan seperti itu.


"Orang yang pernah kamu temui dan kamu tinggalkan masalah bersamanya." cari masalah tentu saja! " Terdengar suara nyaring dari luar pintu. Kemudian, Arsa Kenandra berjalan masuk perlahan dari luar pintu bersama Resita Damayanti, Hudoyo, dan Andre Rama.


" Kamu! " Ketika Leo Adista melihat Arsa Kenandra dan Resita Damayanti, otot wajahnya bergerak-gerak. Tentu saja, dia tidak akan melupakan Arsa Kenandra.


"Ya. Ini kami! Leo Adista. Aku sudaj berkata di hotel beberapa hari yang lalu bahwa aku akan membalas dendam padamu, dan aku bersungguh-sungguh dengan apa yang aku katakan itu." Arsa Kenandra berkata sambil berjalan masuk.

__ADS_1


"Bukankah ini Tuan Andre? " Enda Adista mengenali Andre Rama. Dia tahu. Andre Rama adalah pimpinan baru pasukan bawah tanah Kota Jombang.


"Tuan Adista, saya ingin memperkenalkan Anda dengan mereka. Mereka ini adalah saudara aku, dia adalah penguasa baru pasukan bawah tanah Kota Jombang, aku hanya bekerja untuk Arsa, Tomi Sucipto juga dihancurkan oleh dia." Kata Andre Rama. Setelah mendengar kata-kata tersebut, Enda Adista memandang Arsa Kenandra dengan serius. Leo Adista juga tampak terkejut. Dia tidak berharap kalau Arsa Kenandra adalah orang yang begitu kuat.


Andre Rama, melananjutkan. "Ngomong-ngomong, tuan Arsa ini punya identitas lain. Dia adalah tua muda dari Kendi Group dan cucu dari Andi Sudiryo, orang terkaya di Surabaya." Ketika Keluarga Adista dan putranya mendengar kata-kata itu, mereka kembali terkejut.


Setelah mendengar kata-kata tersebut, wajah Resita Damayanti tiba-tiba berubah. Latar belakang identitas seperti ini jelas bukan eksistensi yang perlu mereka ragukan lagi.


"Resita Damayanti, sudah kubilangkan kenapa kamu mau tidur dengannya, jadi kamu mencari orang yang statusnya lebih tinggi dari aku! " Leo Adista berkata dengan kejam. Enda Adista memelototi putranya, memberi isyarat kepada Leo Adista untuk tutup mulut, dan kemudian menatap Arsa Kenandra. Arsa Kenandra pun berkata dengan dingin.


"Leo Adista, kamu punya keberanian yang besar, dan kamu masih berani sombong saat ini. Bukan hanya itu, sekarang kamu memfitnahku? " Resita Damayanti berkata dengan marah. "Tuan Arsa, kami tidak tahu apa tujuan Anda datang ke pintu rumahkubhari ini!" Enda Adista juga seorang pria yang pernah mengalami pasang surut, sehingga dia hampir masih bisa bersikap bijaksana.


Arsa Kenandra langsung menuju sofa di seberang Keluarga Adista dan duduk, Lalu iya mengangkat kakinya dan berkata dengan ringan. "Tujuan kedatanganku hari ini sangat sederhana, untuk membalas putramu!"


"Kamu sudah mendapatkan semuanya. Apa lagi yang kamu inginkan?" Leo Adista mengertakkan gigi dan berkata dengan kejam.


"Kamu tidak pernah melupakan tamparan di wajah Resita tempo hari, kan? Kamu sudah menyakiti Wanita Arsa Kenandra, apakah kamu pikir kamu bisa pergi tanpa harus membayar sebuah konsekuensinua?" Arsa Kenandra berkata dengan dingin.


"Tuan Arsa Kenandra, kami tidak tahu berapa harga yang harus kami bayar? " kata Enda Adista.


Arsa Kenandra pelan-pelan berkata, "Aku akan memberimu dua pilihan. Pertama, patahkan kaki Leo Adista."


"Bagaimana dengan yang kedua?" tanya Enda Adista.

__ADS_1


"Kedua, bunuh keluarga Adista!” Arsa Kenandra berkata kasar dengan mata terpaku. Saat mendengar itu, mata Enda Adistadan putranya melebar sempurna karena terkejut.


__ADS_2