Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Tuan Arsa Yang Legend


__ADS_3

"Baiklah... Baiklah , kalau begitu aku akan mengabulkan keinginanmu. Akan kutunjukkan padamu hari ini, bagaimana menjadi pria sejati." Arsa berkata dengan suara datar. Arsa tahu bahwa dia hanya perlu menunjukkan kesabaran yang nyata dengan memperingatkan mereka bahwa mereka tidak berguna.


Arsa menyentuh ponselnya dan memanggil seseorang. Iya menoleh ke Rena. Setelah perintah singkat dia ucapkan. Setelahnya, Arsa menutup telepon.


"Wah, kamu menelepon seseorang, Kan? Oke, aku akan menunggu! " Kata pemuda kecil berambut merah itu dengan bangga. Rena tidak mengejek Arsa sesering tadi karena dia telah diintimidasi oleh pria berambut merah itu. Arsa justru berdiri dan membantunya menghentikan tamparan itu dan sangat mengejutkan hati Rena, tapi juga sedikit mengharukan.


"Om, aku tadi memang menyalahkan dan menganggapmu remeh. Aku bertindak semauku sebelumnya, tapi kamu tidak menyalahkanku untuk hal ini! " Kata Rena. Hanya karena Arsa berani memanggil orang-orangnya dan berbicara berdua dengan pria berambut merah itu, Rena tidak lagi menganggap Arsa itu orang jahat. Sebaliknya, dia justru memikirkan sikap Aldo. Kekasihnya itu malah berubah menjadi pengecut, tanpa di sangka, Aldo malah berlutut minta ampun.


Arsa tersenyum, "Seperti yang sudah kubilang, sulit menjelaskan kepadamu bagaimana sebenarnya pacarmu itu." kata Arsa. Rena kini menjadi sangat khawatir.


"Tapi Om, bisakah kamu benar-benar menghubungi seseorang? " tanya Rena dengan suara pelan.


"Aku tidak bilang kalau aku bisa, tapi aku sudah memimpin ribuan orang dalam pertempuran. Kamu pikir aku tidak bisa menelepon siapa saja?" kata Arsa sambil tertawa.


"Om, kali ini aku tanya serius. Bisakah kamu berhenti bercanda?" Rena melirik Arsa.


"Tentu saja aku tidak bercanda." jawab Arsa. Dan di saat Rena mendengar itu, dia menggelengkan kepalanya. Rena tidak punya pilihan selain menunggu.

__ADS_1


"Jadi, menurutmu aku tidak bisa memanggil seseorang seperti mereka? " Arsa tersenyum lucu di wajahnya.


"Oke. Kamu lihat saja, Nanti kamu juga akan tahu! " Arsa tidak banyak bicara lagi.


Sekitar sepuluh menit kemudian, sebuah Mercedes-Benz hitam, dengan sepuluh mobil bisnis berwarna hitam mengikuti di belakangnya, semuanya berjalan dengan lampu berkedip-kedip, melaju perlahan di jalanan tepat di mana Arsa dan yang lain berada. Plat nomor mobil mercedes-benz hitam itu pun tertulis dengan jelas menggunakan angka yang unik, yaitu 333, dan masih banyak lagi.


"Aku tidak tahu orang besar mana yang ada di sini, kehadiran mereka begitu menggemparkan!" Orang-orang muda di sekitar Arsa dikejutkan oleh kedatangab mobil-mobil tersebut.


"Nomor plat 333? Bukankah itu nomor plat Fiko Reliso?" seru pemuda berambut merah itu.


"Kenapa tuan Fiko tiba-tiba datang ke sini? Apakah dia datang ke bar untuk minum ? " Kata pemuda berambut merah itu. Rena juga kaget saat mendengar kata-kata tersebut.


"Wow. Apakah ini mobil Fiko? Tadi kubilang, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapat kesempatan melihat pria sebesar itu? Aku tidak menyangka akan segera bertemu dengannya!" Rena sangat senang.


Saat ini, seorang pria paruh baya yang menaiki mobil Mercedes itu turun. Dan Itu adalah Fiko. Di belakangnya, turun juga anak buah dari sepuluh mobil bisnis berwarna hitam yang mengikutinya tadi, jadi, total ada tujuh puluh orang. Tujuh puluh orang ini semuanya mengenakan jas hitam, kacamata hitam, dan penampilan mereka terlihat begitu menawan. kebanyakan dari mereka mempunyai bekas luka di tubuh dan bahkan di wajah mereka. Mereka berjalan dengan dipimpin oleh Fiko Reliso.


Ke-70 pria itu menyapu ke arah di mana Arsa Kenandra berada. Mereka yang ada di sana, termasuk si pemuda berambut merah itu, tidak tahu berapa kali lebih kuat momentum kedatangan Fiko dan anak buahnya dibandingkan dengan kedatangan anak-anak muda di sekitar mereka beberapa waktu lalu. Kedatangan Itu di pimpin oleh seseorang bernama Fiko Reliso! Tak lama kemudian, rombongan yang baru datang itu mendatangi Arsa. Para pemuda itu mundur dan tidak berani menghentikan langkah mereka sama sekali.

__ADS_1


"Tuan Arsa, saya datang untuk melapor!" Fiko membungkuk pada Arsa.


"Tuan Arsa?!" Di belakang Fiko, tujuh puluh pria bertubuh besar dan berbaju hitam itu sedang meletakkan tangan di bagian perut dan membungkuk kepada Arsa dengan suara tegas! Dalam sekejap, suasana sekitar sana menjadi sunyi senyap.


Rena menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan. Rena tidak pernah percaya bahwa Arsa benar-benar dapat menelepon seseorang. Dia pikir, semua Itu hanyalah omong kosong!


Pemuda berambut merah dan yang lainnya juga ketakutan, wajahnya menjadi pucat. Bahkan si Aldo, yang sedang berlutut di tanah, benar-benar tercengang. Mereka tidak pernah bermimpi bahwa Fiko pimpinan Bela diri Kota Surabaya yang terkenal itu akan dipanggil Arsa! Yang terlihat hanya sebagai pria biasa.


Arsa menoleh ke arah pemuda berambut merah itu.


"Bajingan kecil, itu adalah orang yang kutelepon. Apakah kamu puas?" kata Arsa datar.


"Anda... Anda adalah Tuan Arsa yang legendaris itu? " Pemuda berambut merah itu memandang Arsa dengan ketakutan.


Mohon bersabar ya readers. Saudara author sedang ada yang meninggal, jadi author tidak bisa hanya fokus pada menulis.


Mohon do'anya, semoga saudara saya husnul khotimah, di berikan tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin Aamiin Aamiin yaa Robbal'alamin.

__ADS_1


__ADS_2