
"Panjol, aku akan menyuruhmu untuk membunuh dua orang saat ini juga." Kata Wasis Adiguna.
"Tuan Wasis, anda ingin Panjol membunuh Arsa Kenandra dan pengawalnya sekalian?" tanya Seno buru-buru.
"Omong kosong pertanyaanmu ini. Kalau bukan mereka, siapa lagi?" kata Wasis Adiguna dingin.
"Tuan Wasis, pertarungan bawah tanah di Kota Surabaya akan segera dimulai. Menurut pendapat saya, tidak perlu terburu-buru untuk memulainya sekarang. Ketika pertarungan bawah tanah tiba, kita akan mulai lagi," kata Seno. Seno melanjutkan sambil tersenyum. Setelah terdiam beberapa saat, Seno melanjutkan kalimatnya.
"Jika Arsa Kenandra ikut serta dalam pertandingan tinju bawah tanah ini, dia pasti akan menyuruh pengawalnya untuk naik ke panggung. Saat itu, kami akan mengirim Panjol ke lapangan dan langsung membunuh pengawal Arsa Kenandra di pertandingan tinju itu. Namanya ini adalah sebuah kebetulan, dan kita bisa menggunakan kesempatan ini untuk berdiri di depan sebagai bos terkuat di Kota Surabaya! " kata Seno dengan bangganya.
"Tembak saja pengawal anak itu, dan kemudian kita akan mengirim seseorang untuk membunuh anak laki-laki bajingan itu, si Arsa Kenandra. Dia sedang tidak terlindungi oleh siapapun, jadi bisa dibunuh dengan mudah." kata Seno, sedangkan Wasis masih mendengarkan dengan seksama.
__ADS_1
"Yah, itu masuk akal. Idemu benar-benar keren" Wasis Adiguna mengangguk sambil berkata. Di pelelangan terakhir, Wasis Adiguna kehilangan harga diri di depan para bos Kota Surabaya, dan dia sangat khawatir tentang bagaimana caranya menyelamatkan harga diri itu. Pertandingan tinju bawah tanah ini adalah saat yang tepat baginya untuk mendapatkan kembali harga diri yang telah hilang. Selain itu, dia juga bisa membunuh pengawal Arsa Kenandra. Ibarat kata, sekali mengayuh dayung, dua tiga pulau terlampui.
"Baiklah, sudah beres rencana kita kali ini. Tinggal besok kita harus turun ke lapangan mewujudkan semuanya." Wasis Adiguna langsung membuat keputusan dengan segera. Wasis Adiguna telah melihat kekuatan Panjol, dan dia yakin Panjol pasti akan bisa menyingkirkan pengawal Arsa Kenandra
Keesokan harinya, di Kendi Grub.
"Tuan Arsa, ini ada undangan dari Klub Tinju Bawah Tanah Kota Surabaya. Saya mengantarkan undangan ini untuk anda. Waktunya lusa." General Manager Fendi, menyerahkan sebuah undangan berlapis emas kepada Arsa Kenandra.
"Tuan Arsa, pertandingan tinju bawah tanah diselenggarakan oleh Klub Tinju Bawah Tanah Kota Surabaya, diadakan setiap dua tahun sekali, dan tahun ini adalah tahun ketujuh, banyak bos besar Kota Surabaya yang akan hadir. Bagi para bos besar, ini adalah sebuah pesta hiburan." Fendi menjelaskan. Arsa Kenandra dengan santai menyelesaikan membaca undangan itu dan meninggalkannya di atas meja.
"Aku tidak akan pergi. Aku tidak tertarik dengan hal semacam ini." Arsa Kenandra sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan hiburan kejam seperti ini.
__ADS_1
"Meskipun saya juga benci tempat seperti ini tuan Arsa, tapi ini adalah masalah lingkaran. Anda adalah cucu Tuan Andi Sudiryo. Anda sudah pasti harus mengalami datang ke tempat-tempat seperti ini di masa depan. Saya pikir akan lebih baik bagi Anda untuk mendatanginya Tuan Arsa. Lagi pula, Anda tidak akan bermain di dalam game ini bukan? " Fendi menyarankan. Dan yang lebih penting lagi, tinju bawah tanah ini mengizinkan berbagai bentuk perjudian, tanpa batasan apa pun, dan sangat populer di kalangan banyak orang kaya. Ciri lain dari tinju bawah tanah adalah tidak ada aturan. Tinju bawah tanah adalah "pertarungan tanpa batas" yang nyata. Kecuali senjata tidak dapat digunakan. kontestan dapat memukul lawan mereka dengan cara apa pun. Semakin brutal caranya, mereka semakin bersemangat, itulah sebabnya tinju pasar gelap mengizinkan adrenalin orang kaya melonjak. Korban sangat umum dalam pertarungan tinju bawah tanah ini. Di level atas. Hampir di setiap pertandingan, orang terluka parah dan angka kematian juga sangat tinggi. Makanya orang kaya sangat menyukainya." Lalu, kata Fendi kepada Arsa tentang aturan pertarungan bawah tanah lagi.
"Sederhananya, bos yang hadir bisa menyuruh petinju untuk bertarung sendiri selama mereka tertarik. Dalam proses ini, bos yang biasanya memiliki kebencian juga bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk meluncurkan tantangan bagi petarung dari kedua belah pihak untuk bertarung di atas panggung, sehingga dapat menyelesaikan perseteruan antara kedua belah pihak, dan mereka juga dapat memberikan sejumlah Chip Tinju Bawah Tanah di atas meja sebelum pertandingan. Seorang bos yang tidak dapat menemukan petinju juga dapat menyewa seorang petinju di lokasi pertandingan tinju. Tinju bawah tanah akan menyediakan banyak petinju, yang bisa disewa selama mereka mengeluarkan uang." kata Fendi.
"Aku akan memikirkannya. Kamu turun saja dulu." Arsa Kenandra melambai pada Fendi. Setelah Fendi keluar, ponsel Arsa Kenandra tiba-tiba berdering. Dan nomor yang tertera adalah sebuah angka yang aneh.
"Halo, siapa ini? " Arsa Kenandra mengangkat panggilan tersebut.
"Arsa Kenandra, kamu masih bisa mengenali suaraku kan? " Suara Wasis Adiguna terdengar dari seberang telepon.
"Wasis Adiguna. Mengapa kamu menelepon aku? Apakah ini merupakan sebuah tindakan yang berarti kalau kamu ingin aku melakukan sesuatu. Maksudku, kamu akan memohon belas kasihan dan mengakui kesalahanmu?" Arsa Kenandra berkata sambil tersenyum. Namun tak ada jawaban selalin tawa dari si tua jahat itu. Setelah beberapa kali tertawa, Wasis Adiguna berkata. Arsa Kenandra sedikit terkejut, Wasis Adiguna berkata dengan begitu percaya diri.
__ADS_1
"Memohon agar aku mengakui kesalahanku? Kamu tahu kan, kalau hal itu adalah sebuah hal yang sanhat mustahil dalam hidupku! " Wasis Adiguna di telepon tertawa terbahak-bahak.