
"Arsa, ada banyak hal yang harus dilakukan hari ini. Aku masih ingin lembur. Apa ada masalah? Kamu sangat terburu-buru, kamu benar-benar membuat aku tidak tenang dalam bekerja. Atau... Jangan-jangan... Oh, kamu merindukanku? Apakah kamu mau melakukan sesuatu denganku? " Resita Damayanti tersenyum menawan.
Ketika Arsa Kenandra mendengar ini, dia terdiam.
"Ada yang harus aku lakukan. Kamu bisa mengurus pekerjaan ini nanti. Masuklah ke mobil." kata Arsa Kenandra. Ketika Resita Damayanti melihat apa yang dikatakan Arsa Kenandra, dia mengikutinya ke dalam mobil.
Dua puluh menit kemudian, mobil sampai di gerbang bar Viola. Bar Viola adalah bar terbesar dan termewah di Kota Jombang.
"Viola Bar? Kalau aku tidak salah ingat, Bar Viola itu milik perusahaan Tomi Sucipto. Apa yang kita lakukan di sini? Bernyanyi?" Resita Damayanti tampak penasaran.
"Bukan menyanyi tentunya, dan tahukah kamu bahwa Tomi Sucipto telah di kalahkan?" kata Arsa Kenandra sambil tersenyum.
"Aku dengar sedikit sih berita itu, tapi aku tidak tahu persis siapa yang melakukannya,” kata Resita Damayanti.
Setelah itu, Resita Damayanti melanjutkan.
"Nama Tomi Sucipto telah mengakar kuat di Kota Jombang selama lebih dari satu dekade. Aku tidak percaya siapa yang bisa menghancurkan Tomi Sucipto hanya dalam waktu semalam! Sungguh menakjubkan.” Arsa Kenandra menyeringai mendengar apa yang dikatakan oleh wanitanya itu.
__ADS_1
"Orang luar biasa Itu aku." kata Arsa Kenandra.
"Benarkah? Kamu benar-benar membunuh Tomi Sucipto? " Resita Damayanti menatap Arsa Kenandra dengan heran.
"Apa aku terlihat bercanda? Keluarlah dari mobil. Aku akan mengenalkanmu pada seseorang!" kata Arsa Kenandra sambil tersenyum.
Saat mereka keluar dari mobil. Ada sebuah sambutan dari orang-orang di Viola Bar itu. Yang berdiri di barisan paling depan adalah Andre Rama.
"Tuan Arsa! " Dua ratus orang sudah berdiri di gerbang Viola Bar !
"Selamat sore, Tuan Arsa!" Ketika Andre Rama melihat Arsa Kenandra keluar dari mobil, dia menyapanya dengan senyuman di wajahnya. Dua ratus orang di belakang Andre Rama membungkuk kepada Arsa Kenandra dengan penuh semangat.
"Halo, kakak Resita! " Andre Rama buru-buru memberi hormat pada Resita Damayanti dengan senyuman di wajahnya. Dua ratus orang itu juga membungkuk kepada Resita Damayanti.
Masih ada ekspresi kaget di wajah kecil Resita Damayanti. Sekarang, meskipun dia masih merasa tidak percaya, dia harus percaya bahwa, Tomi Sucipto benar-benar dihancurkan oleh Arsa Kenandra. Apa yang terjadi membuatnya harus percaya dapa kenyataan. Resita Damayanti terkejut karena Arsa Kenandra bisa sampai pada titik ini? Bisakah dengan mudah menghancurkan satu orang, sedangkan orang tersebut adalah seorang pimpinan yang juga kuat di salah satu kota?
Meskipun Arsa Kenandra adalah cucu dekat Andi Sudiryo, akan sangat sulit bagi Arsa Kenandra, sebagai pengusaha juga, untuk menghancurkan Tomi Sucipto. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana Arsa Kenandra melakukannya.
__ADS_1
Resita Damayanti lebih merasakan bahwa, Arsa Kenandra jauh lebih misterius dan kuat dari yang dia kira.
"Resita. Apakah kamu takut?" Arsa Kenandra tersenyum dan menepuk Resita Damayanti yang kebingungan. Resita Damayanti langsur sadar kembali.
"Resita, aku membawamu ke sini untuk memberitahu Andre. Saat aku tidak berada di Kota Jombang, pasukan bawah tanahku di Kota Jombang akan tetap bisa melindungimu dan memastikan keselamatanmu! " Arsa Kenandra berkata dengan serius. Kemudian, Arsa Kenandra menoleh ke Andre Rama.
"Aku tidak akan berada di sini setelah ini Andre, tapi Resita tetap akan berada di Kota Jombang, jika dia punya perintah, itu juga perintah dariku. Apakah Anda mengerti? " kata Arsa Kenandra.
"Mengerti Arsa ! " Andre Rama mengangguk dengan keras.
Arsa Kenandra memandang Resita Damayanti lagi.
"Resita, aku tahu masih banyak musuh komersial di Kota Jombang. Dengan dukungan pasukan bawah tanahku, kamu tidak usah takut pada siapa pun di Kota Jombang!" kata Arsa Kenandra lagi kepada Resita Damayanti.
"Terima kasih, Arsa!" Resita Damayanti tersenyum bahagia. dia tahu betapa hal itu akan membantunya, dengan dukungan pasukan bawah tanah, setidaknya dia akan aman tinggal di Kota Jombang. Tidak perlu takut pada musuh atau masalah apa pun.
"Kamu adalah wanitaku, jangan ucapkan terima kasih! " Resita Damayanti tersipu malu. Arsa Kenandra menyeringai dan diam-diam menepuk pantat Resita Damayanti.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong, ada hal penting lain hari ini yang aku katakan, yang ada hubungannya denganmu juga." Kata Arsa Kenandra.
Ada apa?” Resita Damayanti bertanya dengan sangat penasaran.