Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Pangeran Tampan


__ADS_3

"Arsa benar-benar keren! " gumam Adit saat iya melihat Arsa menggertak Dimas, dia berteriak kegirangan. Dia sangat senang karena Arsa bisa membalaskan dendamnya. Arsa pun saat ini terlihat berjalan dengan cepat ke depan Talita.


"Arsa, kamu... " Talita menatap Arsa dengan tatapan kosong. Dia masih sedikit bingung hingga saat itu. Dia juga tidak menyangka kalau pada saat yang paling darurat tadi, Arsa akan muncul dengan mobil super sport seperti seorang Pangeran Tampan. Ada banyak keraguan dan pertanyaan di benak gadis itu.


"Saya tahu kamu punya banyak keraguan di benak mu saat ini, jadi aku akan menjawab semua keraguan itu sekarang juga." kata Arsa sambil tersenyum. Setelah itu, Arsa mengulurkan tangannya kepada gadis cantik di depannya itu.


"Maukah kamu pergi mengendarai mobil itu denganku?" tanya Arsa kepada Talita. Talita menunduk dengan pipi yang memerah. Setelah ragu-ragu dan berfikir sejenak, dia mengulurkan tangannya menerima uluran tangan Arsa dengan malu-malu lalu mengangguk. Arsa tersenyum bahagia saat melihat ini.


"Ini punya dia kan? Berikan padaku." Arsa meraih buket bunga mawar di tangan Talita dan mengambil kartu ATM di dalamnya.


"Berapa jumlah uang dalam kartu ini?" Arsa lalu kartu tersebut lalu bertanya pada Dimas.


"Sepuluh... Eh, Seratus juta." jawab Dimas jujur ​​dengan nada gemetar.


"Ratusan juta? Apakah kamu ingin mendapatkan gadis dengan uang? Apakah kamu tidak malu? Kamu fikir semua wanita akan tunduk pada uang yang kamu miliki?" Arsa mencibir, sesaat kemudian, iya mematahkan kartu tersebut dan menghancurkan buket bunga mawar di depan mata Dimas.


Begitu selesai, Arsa berbalik dan menarik Talita, lalu berjalan menuju mobil Lamborghininya.

__ADS_1


"Talita, ayo pergi! " Dimas  melihat adegan ini, hanya bisa teridam tanpa bergerak sama sekali. Ini bukan kenyataan yang dia harapkan sejak awal. Saat melewati Adit, Arsa berhenti.


"Adit, aku harus berterima kasih banyak kepadamu! " Arsa tersenyum dan menepuk bahu Adit.


"Hei Arsa, jangan seperti itu. Apa gunanya hubungan persaudaraan kita? Kamu harus tahu, urusanmu adalah urusanku juga. Dan sudah pasti aku tidak akan membiarkan orang lain mengangganggu saudara iparku." kata Adit sambil tertawa. Di sebelah Arsa, gadis cantik itu wajahnya semakin memerah saat mendengar Adit berbicara seperti itu. Iya berkata kalau dirinya adalah iparnya.


"Arsa, kamu bisa mengajak Talita jalan-jalan sekarang. Dan cepat selesaikan urusanmu. Jangan lama-lama." kata Adit. Setelah iya selesai berbicara, Arsa langsung membawa Talita ke mobil Lamborghini-nya.


"Pantas saja si cantik bernama Talita itu tidak mau dengan cowok bermobil Audi tadi. Ternyata dia sudah di miliki oleh seseorang yang jauh lebih hebat."


"Iya, aku juga sangat iri. Coba saja aku yang ada di posisi Talita." Sebagian besar orang-orang yang ada di sana adalah teman sekelas Arsa dan Talita. Mereka melihat Talita yang duduk di dalam mobil Lamborghini itu benar-benar membuat mereka iri. Bahkan, untuk bermimpi pun, mereka tidak bisa.


Karena kejadian ini benar-benar membuat semua orang terpana, mereka mengeluarkan ponsel untuk mengambil foto dan video sang pemain utama. Foto-foto itu diposting di beranda sosmed kampus. Dan sudah pasti, berita ini akan menjadi topik hangat dan sensasi baru untuk semua warga universitas Surabaya.


Diiringi deru mesin mobil Lamborghini yang menggema, semua orang mengabadikan momen tersebut. Mereka hanya bisa memandang dari kejauhan.


"Hei tampan, mau berkenalan denganku?"

__ADS_1


"Hai cowok tampan, Follow aku di Instagram ya!" Banyak gadis yang saat ini mendekat dan mengerumuni Adit. Mereka semua meminta kontak yang bisa di hubungi. Mereka semua tahu kakau Adit adalah saudara dari Arsa, si pangeran tampan bermobil mewah tadi. Ada yang tiba-tiba langsung menempel pada Adit bagaikan perangko. Ada juga yang ingin mengenal Adit lebih jauh, dan ada pula yang mendekati Adit sekedar untuk bisa mengenal Arsa.  


"Huh, kalian ini..." Adit melihat teman-teman perempuan se universitas yang di sekelilingnya. Iya merasa seperti sedang bermimpi. Adit yang tidak pernah di kelilingi oleh begitu banyak wanita sejak dulu merasa grogi. Dan saat ini, dirinya sudah seperti seorang Artis di universitas ini.


Arsa mengendarai Lamborghini yang terus melaju perlahan keluar dari kampus. Karena jalan di kampus tidak terlalu lebar, serta banyak mahasiswanya yang berkerumun, kecepatannya mobil mewah itu tidaklah tinggi.


"Wow, Lamborghini!" gumam seseorang dengan kagum.


"Wow, mobil sport yang super keren! Aku tidak menyangka mobil sport sekeren itu ada di kampus kita!" saat Lamborghini berwarna orange hitam itulewat, para mahasiswa di sisi kanan dan kiri jalan berseru dan berteriak kegirangan. Reaksi saat melihat mobil sport itu benar-benar luar biasa. Banyak mahasiswa langsung mengeluarkan ponsel mereka untuk mengambil foto. Kebanyakan dari mereka ingin mempostingnya di media sosial.


"Talita, bajingan itu tidak menyakitimu kan? " Di dalam mobil, Arsa bertanya sambil fokus pada setir kemudi.


"Tidak, untungnya kamu datang tepat waktu." Talita tersenyum kecil merasa canggung. Setelah terdiam beberapa saat, Talita bertanya kembali.


"Arsa, apakah mobil ini milikmu? " Talita yang merasa sudah tidak bisa menahan rasa penasaran pun akhirnya bertanya. Iya benarcbenar heran karena Arsa yang tiba-tiba memiliki mobil ini.


"Iya, ini mobilku. Aku membeli mobil ini." kata Arsa sambil memngangguk. Iya tahu, jawabannya ini akan sangat mengejutkan gadis di sampingnya itu.

__ADS_1


__ADS_2