
"Sepertinya ini takdir yang Tuhan berikan kepada kita." kata Resita sambil tersenyum.
"Yah, mungkin." Arsa Kenandra tersenyum. Resita Damayanti merangkul Arsa Kenandra. Dia tersenyum.
"kamj harus yakin bahwa aku adalah wanitamu sekarang. Aku akan mencoba yang terbaik untuk membantu kamu mendapatkan bukti dalam hal penyelidikan ini." kata Resita Damayanti.
"Mau melanjutkan? " kata Resita lagi. Dari jarak dekat, Arsa Kenandra bisa dengan jelas merasakan bau wangi Resita Damayanti. Resita Damayanti tersenyum menawan lalu kembali mencium Arsa Kenandra.
"Tunggu sebentar! " Dua menit setelah keduanya berciuman. Sudah waktunya untuk mengambil langkah lebih jauh. Tapi Resita Damayanti menghentikan Arsa Kenandra.
"Ada apa?" tanya Arsa Kenandra.
"Sudah waktunya berangkat kerja, jadi sebaiknya kamu tidak terlambat atau atasanmu itu akan mengganggumu lagi, yang akan mempengaruhi penyelidikanmu. Bisakah kita membicarakannya sepulang kerja malam hari nanti?" kata Resita Damayanti.
"Tentu saja." Arsa Kenandra mengangguk. Arsa Kenandra juga dapat membedakan antara prioritas dan keinginan, dan tugas investigasi pun lebih penting. Sekarang sudah jam delapan dua puluh pagi, dan perusahaan memulai kerja pada jam sembilan.
Setelah mereka bangun dan mandi,
__ADS_1
waktu menunjukkan pukul 08.35. Setelah membeli sarapan di hotel, keduanya naik taksi ke Kendi Group cabang Jombang.
Di Sisi lain.
Mantan pacar Resita Damayanti, Leo Adesta. Setelah mereka meninggalkan hotel.
"Sialan, perempuan ****** ini, apa yang dia katakan sebelumnya? Dia harus menjaga dan harus menikah terlebih dahulu sebelum dia bisa memberikannya kepadaku untuk pertama kalinya. Kemarin, dia menolak diundang ke presiden Eipstein di Jakarta itu, tapi sekarang, Dia sekamar dengan pria lain. Sialan!" Leo Adesta membiru. Leo Adesta menghabiskan banyak waktu untuk mengejar Resita Damayanti. U Alhasil, dia tidak pernah bermain sekali pun, tapi sekarang, Resita sudah berada di pelukan pria lain. Tentu saja dia marah.
"Apakah tuan Leo ingin menyuruh seseorang dan mencari cara untuk menyingkirkan anak ini? "Tanya seorang pria di belakangnya.
"Tidak, anak ini membawa senjata terlarang. Aku takut Kalau-kalau ada seseorang dengan latar belakang yang kuat di belakangnya, periksa dulu identitas dan latar belakangnya! Lalu buat rencana!" Leo Adesta berkata.
Di sisi lain, Resita Damayanti meraih lengan Arsa Kenandra dan berkata, "Arsa, karena aku adalah wanitamu mulai sekarang, aku harus menjelaskan kepada kamu apa yang terjadi kemarin. Kenapa aku mabuk seperti itu kemarin. Aku benar-benar marah dan tidak nyaman. Aku berjanji, setelah menjadi wanitamu, aku tidak akan pergi ke bar dan mabuk lagi!"
"Biarpun pacarmu selingkuh, kamu tidak boleh merusak dirimu sendiri seperti itu." kata Arsa Kenandra ingin mencoba memberikan nasehatnya.
"Aku mungkin bisa memaafkan dia karena selingkuh, tapi tahukah kamu, Dia membuatku mabuk dan meninggalkanku bersama seorang lelaki tua demi urusan keluarga mereka! Dia menyuruh aku untuk melayani lelaki tua itu! " Kata Resita Damayanti.
__ADS_1
"Oh ya?" Arsa Kenandra terkejut. Dia langsung menoleh ke arah Resita.
"Jika aku tidak mengambil pisau buah dan mencoba untuk bunuh diri, aku pasti akan di nikmati oleh orang tua itu untuk pertama kalinya!" Resita Damayanti berkata. dalam kasus ini Resita Damayanti merasa benar-benar sangat di rugikan.
"Ketika aku sudah berhasil keluar, aku menemui Leo untuk bertanya apa maksudnya. Tahukah kamu apa yang dia katakan? Dia mengatakan bahwa aku hanya perlu mengorbankan tubuhku dan sebenarnya dia tidak menginginkan aku dalam hidupnya. Apa menurutmu aku tidak boleh marah? Tidak bisakah aku merasa kalau apa yang aku miliki sangat berharga sehingga aku harus mengorbankannya?" kata Resita Damayanti menceritakan yang sebenarnya.
"Dasar brengsek... Mengorbankan tubuh kekasihnya kepada orang lain demi urusan keluarga!" Arsa Kenandra memicingkan matanya. Arsa Kenandra akhirnya mengerti kenapa Resita Damayanti mabuk seperti itu kemarin.
"Aku tidak punya alasan lain untuk menjelaskan kepadamu, makanya ngomong kayak gitu, jadi kemarin aku bilang kalau dia selingkuh. Aku tidak mau mengatakannya karena aku malu." Kata Resita Damayanti.
Arsa Kenandra pum mengangguk mengerti maksud wanitanya itu.
"Jangan bicarakan tentang dia lagi sayang. Aku akan menyuapi kamu ntuk sarapan! " ucap Resita Damayanti sambil merobek sepotong roti dan menyuapkannya ke mulut Arsa Kenandra. Saat Ara Kenandra melihat Resita Damayanti menyuapinya makanan, wajah Arsa Kenandra terasa panas. Dia belum terbiasa bersama seorang gadis, jadi dia merasa sedikit canggung.
"Betapa bahagianya kamu, anak muda!" Sopir taksi melirik dari kaca spion dan berkata dengan nada iri. Resita Damayanti dan Arsa Kenandra hanya terdiam sambil tersenyum.
"Terima kasih! " ucap Arsa Kenandra memakan roti itu sambil tersenyum. mantan terakhir Arsa Kenandra, yang dikencaninya selama dua tahun, tidak pernah menyuapinya seperti itu.
__ADS_1
Arsa Kenandra memaksakan senyum. Karena dia saat ini memikirkan Talita Olivia. Arsa Kenandra memikirkan Talita Olivia, jadi tadi malam ketika Arsa Kenandra sadar, tidak peduli berapa banyak godaan yang dia rasakan, dia tidak menyentuh Resita Damayanti sama sekali! Tapi takdir pasti mempermainkan dirinya. Sebercanda itu Takdir yang harus dia jalan.