
"Aku rasa malah kamu lah yang tidak pantas untuk berfoto denganku." Kata Arsa dengan entengnya. Setelah mengatakan hal tersebut, Arsa meraih kunci mobil Lamborghini nya yang berada di saku lalu menekan tombol buka. Sesaat kemudian, terdengar suara kunci terbuka. Flasher darurat Lamborghini menyala seakan ada sesuatu. Laki-laki dan wanita yang tadi mengakui kalau itu adalah mobilnya, melihat semuanya. Rasanya seperti disambar petir di siang bolong. Mereka tidak bisa menahan diri untuk tidak menutup mulutnya yang menganga lebar dengan kedua tangan mereka sendiri.
"Ini... Ini bener mobilmu? " tanya gadis yang tadi menghina Arsa menatap ke arahnya. Rasa percaya saat ini telah menyelimuti hatinya.
"Aku sudah memberitahumu tadi. " kata Arsa sambil tersenyum. Sepasang lelaki dan perempuan itu mau tidak mau menelan air liurnya dengan bersusah payah.
"Jadi, Apa kamu masih mau berfoto dengan mobilku dengan seijinku juga." Kata Arsa masih tersenyum penuh arti arti. Dua orang tersebut langsung saja menjadi pucat dan sangat ketakutan. Mereka tidak bisa menjawab sama sekali. Dalam pandangan 2 orang itu, pemilik Lamborghini Daniel adalah pertanda bahwa orang tersebut sangatlah kaya raya.
"Ngomong- ngomong, apakah menurutmu Sekarang aku sudah pantas untuk berfoto denganmu?" Kata Arsa sambil tersenyum dan memandang ke arah gadis tersebut.
"Pasti! Pasti saja boleh." Gadis tersebut mengangguk berulang-ulang kali.
__ADS_1
"Sayangnya Kamulah sekarang yang tidak pantas untuk berfoto denganku. " Arsa menyipitkan mata dan memandang wanita tersebut dengan penuh Ke sinisan. Dan di saat yang bersamaan Ia pun langsung berbalik ke arah mobilnya. Iya membuka pintu dan masuk lalu duduk di kursi kemudian Lamborghini mewah tersebut. Suara Deru mobil Lamborghini tersebut benar-benar Bergema. Arsa menurunkan kaca jendelanya, dia tersenyum dan berkata kepada gadis itu.
"Cantik, Apakah kamu tertarik untuk masuk ke dalam mobilku? " tanya Arsa dengan senyum di bibirnya.
"Apakah kamu berbicara dengan aku? " tanya gadis tersebut ketika mendengar apa yang diucapkan oleh Arsa. Dia benar-benar terkejut. Bukan hanya terkejut tapi ia juga Tersanjung karena ia tidak membayangkan sebelumnya.
"Iya kamu! Apakah ada wanita lain di sini? " dengan suara lemah lembut.
"Masuklah ke dalam mobil kalau kamu mau. Kamu tidak akan memiliki masa depan yang cerah kalau masih bersama dengan pria seperti itu. " kata Arsa setelah terdiam beberapa detik.
"Rena... Turun! Cepat! " kata lelaki yang tadi menjadi pasangan wanita tersebut. Wanita bernama Rena tersebut berpikir kalau ia tidak akan pernah punya kesempatan untuk menaiki mobil mewah seperti ini lagi. Tapi di saat itu juga lelaki yang tadi bersamanya melihat kekasihnya masuk ke dalam mobil tersebut, dia benar-benar sangat marah. Ingin rasanya ia menangis darah. Biasanya, siapapun yang berani merebut kekasihnya, pasti dia akan maju dan melawannya. Tapi karena dia melihat kalau Arsa mengendarai mobil Lamborghini, dia benar-benar kehilangan nyalinya untuk berani melakukan hal seperti yang pernah ia lakukan kepada orang lain. Lelaki itu tidak berani memarahi Arsa. Dan tidak ada yang bisa ia lakukan kecuali menahan amarahnya pada.
__ADS_1
"Kamu! " teriak lelaki yang merasa tertindas tersebut kepada Arsa. Sedangkan kekasihnya yang saat ini sudah berada di dalam mobil Arsa hanya menatapnya dengan Jengah.
"Bukannya kamu tadi bisa bersikap sombong? Kamu tadi juga menertawakan aku. Kamu juga tadi ingin memukulku. Tapi sayang sekali ya kamu bahkan tidak bisa menjaga wanitamu untuk tetap bertahan di sisimu. " kata Arsa mencibir lelaki tersebut. Wajah pria tersebut terlihat merah. Dia terlihat sangat marah, tapi dia tidak bisa berani untuk melakukan sesuatu kepada Arsa.
Di dalam lamborghini, setelah Arsa menyelesaikan kalimatnya untuk berkata dengan lelaki tersebut, ia menutup kaca jendela mobilnya lalu menginjak pedal gas. Suara Deru mobil Lamborghini terdengar begitu menggiurkan. Mobil Lamborghini warna orange dan hitam yang terlihat sangat keren itu Pun Menghilang dari pandangan lelaki yang merasa sakit hati itu.
"Ganteng, kita mau ke mana? Kita ke rumah kamu atau ke hotel? " wanita bernama Rena tersebut bertanya. Dan pada saat yang sama, ia sengaja mengibaskan rambutnya, ia menunjukkan sikap yang sangat genit.
"Kamu akan tahu saat kita sampai di sana nanti." Arsa menjawab sambil tersenyum.
"Aku nggak nyangka kalau aku akan bisa disukai oleh seorang pria kaya raya. Aku akan menjadi orang yang sangat kaya di masa depanku nanti. " kata Rena dalam hati yang sangat bersemangat. Selama kurang lebih 20 menit, Rena terus berkhayal tentang kehidupan yang akan ia jalani di masa depan.
__ADS_1
"Sekarang kamu boleh keluar dari mobil ini. " kata Arsa yang berhenti dan memarkir Mobilnya di pinggir jalan.
"Di sini? Di mana kita ini?" Rena yang duduk di samping Arsa itu memandang ke luar jendela dengan wajah bingung. Tempat di luar mobil Arsa terlihat sepi.