Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Lamborghini VS AUDI A4


__ADS_3

"Tuan Dimas, aku bilang tidak, tolong ambil kembali buket bunga mawarmu ini." Talita mengernyit kan sebelah alisnya merasa heran. Iya tidak menyangka kalau Dimas masih belum menyerah. Lelaki itu malah meletakkan buket bunga mawar yang terbuat dari uang seratus ribuan itu ke tangan Talita. Pada saat yang sama, Talita mengembalikan mawar itu.


"Talita, aku tahu kamu merasa malu dan kamu juga butuh waktu. Tapi itu semua tidak masalah! Aku akan mengantarmu dengan Audiku kemanapun kamu mau. Aku akan mengajakmu jalan-jalan," kata Dimas sambil tersenyum. Setelah Lelaki itu selesai berbicara, dia langsung melangkah lebih dekat lagi ke Talita dan menyeretnya dengan paksa. Talita berteriak kaget karena apa yang di lakukan oleh Dimas. Saat itu pula iya dengan cepat berjalan mundur beberapa langkah.


"Berhenti dan jangan mengganggu dia." Saat itu, ada seseorang yang datang dan berdiri tepat di depan Talita. Lelaki itu menghalangai langkah Dimas. Dia adalah seorang pria bertubuh sedikit  gendut yang tadi menelpon Arsa. Siapa lagi kalau bukan Adit.


"Jangan takut Talita, Arsa akan segera datang. Dan sebelum Arsa datang aku akan membantu kamu menjauhkan pria ini. Aku melakukan ini untuk Arsa" kata Adit kepada Talita. Meskipun Arsa belum menjadi pasangan Talita, Adit sepertinya tahu kalau kedua teman sekelasnya itu memiliki perasaan. Jadi, dia tidak ingin melihat orang lain menganggu wanita pujaan hati sahabat yang sudah di anggapnya seperti saudara sendiri. 


"Adit, Terima kasih banyak ya." Talita menghela nafas lega saat melihat Adit membantu dirinya, temannya itu menghalangi Dimas yang mau menyentuhnya


"Talita, berterima kasih lah kepada Arsa kalau kamu mau. Aku hanya membantunya menghadang anak ini agar tidak menganggu kamu," kata Adit.


Di saat Dimas melihat Adit yang menghalanginya, wajahnya tiba-tiba berubah menjadi kesal. Sebuah hal yang tidak iya duga sebelumnya.


"Heh bocah, siapa kamu ini? Kenapa kamu usil sekali? Cepat pergi dari hadapanku." bentak Dimas dengan nada dingin. Saat melihat Adit di hadapannya, dia memperhatikan dengan detail kalau bocah itu hanya mengenakan pakaian yang sangat biasa. Dimas semakin mudah untuk meremehkan Adit. Karena di lihat dari cara berpakaiannya, sudah bisa di pastikan kalau Adit adalah orang miskin. 

__ADS_1


"Asal kamu tahu, Talita adalah wanita dari saudaraku. Dia sudah mengatakan kalau dia tidak mau dengamu, kenapa kamu masih tetap bersikeras? Keluarlah dari sini kalau kamu tidak ingin mendapat masalah." kata Adit dengan suara keras. Adit merasa memiliki Arsa sebagai pendukungnya, jadi dia tidak takut sama sekali.


Ketika Dimas mendengar Adit yang tengah memarahinya, wajahnya menjadi semakin tak karu-karuan.


"Brengsek, beraninya kamu berbicara kepadaku seperti ini? Aku akan mengatakan kepadamu satu hal. Berlututlah dan hormati aku, atau aku akan menyuruh seseorang untuk mematahkan kakimu." Dimas berkata dengan nada kejam.


Setelah melihat adegan ini, para mahasiswa yang ada di sekitar sana  juga ikut berbicara.


"Lihat pria gendut itu, dengan pakaiannya yang sangat biasa, berani-beraninya dia menghalangi pria tampan yang mengendarai mobil Audi ini? Apakah dia ingin cari mati?"


"Menyuruh seseorang untuk mematahkan kakiku? Apakah kamu tahu siapa saudara laki-lakiku yang ku maksud tadi? Apakah kamu benar-benar berpikir kamu sudah sangat kaya? Kamu hanya mengendarai Audi. Sedangkan kendaraan saudara ku saja jauh lebih baik jika di bandingkan dengan kepunyaanmu." jawab Adit tak mau kalah.


"Saudaramu? Suruh dia kesini. Aku ingin tahu siapa orang yang sudah berani mencoba merebut wanita yang ku incar." kata Dimas mencibir dengan jijik ke arah Adit. Menurut Dimas, karena pria gendut di depannya ini hanya mengenakan pakaian biasa, saudaranya pasti bukan orang yang punya pengaruh kuat.


Di saat yang bersamaan, deru mesin mobil mewah terdengar di telinga semua orang. Suara itu menggema dari kejauhan hingga akhirnya mendekat. Para mahasiswa semuanya menoleh untuk melihat suara yang menggema dan mengejutkan itu. Yang menarik perhatian semua orang adalah sebuah mobil sport mewah berwarna hitam orange dengan tampilan yang sangat keren. Yang tidak lain adalah mobil Lamborghini! "Wah! Lamborghini! Ini Lamborghini!"

__ADS_1


"Lamborghini keren!"


"Ini Lamborghini! Mobil sport super keren yanv bernilai hampir 10 milyar!"


"Di kampus kita ada seseorang yang memiliki mobil yang luar biasa?" Setelah para mahasiswa melihat Lamborghini ini, mereka mau tidak mau berteriak kegirangan. Bahkan banyak teman sekelas Talita yang juga berteriak. Melihat Lamborghini sekeren itu melintas di kampus, tentu saja reaksi mahasiswa di sana pun bermacam-macam. 


"Wah! Lamborghini ini sepertinya menuju ke arah kita." Para mahasiswa melihat Lamborghini ini tiba-tiba membelok dari jalan utama ke jalan samping menuju asrama putri.


"Ini Arsa! Arsa sudah ada di sini." kata Adit yang melihat Lamborghini itu. Dia tersenyum bahagia.


Tidak menunggu lama, Lamborghini itu melaju ke arah mereka dan semua yang ada di sana tanpa sadar mundur untuk memberi jalan mobil mewah tersebut.


Sesaat kemudian, mobil Lamborghini itu berhenti dan parkir berdampingan dengan Audi A4 berwarna silver milik Dimas.


"Audi A4 keren itu masih kalah keren berada di samping Lamborghini ya, benar-benar menakjubkan! Aura Lamborghini ini memang tak tertandingi." kata seorang mahasiswa. Saat ini, pandangan semua mahasiswa di sekitar sana tertuju pada Lamborghini berwarna Hitam orange ini. Termasuk Talita. Mereka semua melihat Lamborghini ini dengan takjub. Dia tidak tahu bahwa pemiliknya adalah Arsa. Dan pada saat semua orang memandang kagum ke arah mobil mewah tersebut, pintu Lamborghini itu terbuka, dan sosok seseorang yang masih muda keluar dari mobil. Dia adalah Arsa Kenandra. Seorang pemuda putra konglomerat yang

__ADS_1


__ADS_2