
"Untuk membalas kekalahan Tiger, yang sudah berkorban untuk kamu, dan untuk menghadapi Wasis Adiguna itu, bahkan jika aku melanggar sumpah, paling hal yang terburuk adalah disambar petir!" Hudoyo berbicara kasar untuk kemungkinan buruk saat iya melanggar sumpahnya, dan matanya bersinar dengan niat membunuh. Setelah mengatakan itu, Hudoyo langsung melangkah ke panggung.
"Arsa Kenandra, apa maksudmu? Apakah kamu menyuruh pengawalmu untuk naik?" Ketika Wasis Adiguna melihat pengawal Arsa Kenandra berjalan ke atas panggung, dia buru-buru membuka mulutnya.
"Benar! Aku berniat akan bertengkar lagi denganmu. Kali ini, aku yang menantangmu." kata Arsa Kenandra dengan gigi terkatup. Rasa kesal karena sikap tak berperasaan Wasis membuat dirinya berani. Dan sekarang, Hudoyo telah naik ke atas panggung dan memasuki ring, dan Arsa Kenandra tidak ragu lagi atas kemampuan sang pengawal, ayo bertarung!
"Siapa takut? " kata Wasis Adiguna sambil tersenyum. Untuk Wasis Adiguna, dia merasa senang karena semua berjalan sesuai dengan rencana apa yang dia pikirkan pada awalnya tadi.
'Tidakkah kamu tadi ingin pengawal Arsa Kenandra bermain dan membiarkan Panjol membunuh pengawal nya? Sekarang pengawal Arsa Kenandra akan naik panggung, bukankah itu adil dan rencana berjalan mulus? Tapi, sebenarnya... Apa yang dia inginkan? " gumam Wasis dalam hati.
"Wow! akan ada pertarungan lagi! Aku tidak percaya mereka akan bertarung lagi! " Para bos yang hadir melihat Arsa Kenandra dan Wasis Adiguna bertemu lagi. Seluruh penonton kembali bersemangat. Untuk hadiah bos, permainan antara Arsa Kenandra dan Wasis Adiguna benar-benar sangat luar biasa dan menarik.
__ADS_1
"Arsa Kenandra. Karena kita akan bertarung lagi, bagaimana mungkin kita tidak menaikkan taruhan? Mari kita naikkan menjadi 1 trilyun? Menurutku, Arsa Kenandra pasti tidak berani berjudi?" Wasis Adiguna tersenyum dan berkata dengan nada mencibir.
"Aku yakin, kan aku baru saja menang 500 Milyar," kata Wasis Adiguna tetap meremehkan.
"Tentu saja, aku ingin bertaruh lebih banyak kali ini. Bagaimana kalau kita naikkan 50%, jadi taruhan kita sebabyak 1 trilyun." sambung Wasis Adiguna.
"Satu Trilyun? Tentu saja tidak masalah. Hanya saja kalau uang itu terlalu membosankan. Bagaimana kalau kita bertaruh pada hal lain? " Arsa Kenandra memicingkan matanya.
"Bagaimana kalau kita mempertaruhkan lengan kita? Kalau aku kalah, aku akan potong tangan kiriku. Kalau kamu kalah, kamu potong tangan kirimu! " Arsa Kenandra memicingkan mata ke arah Wasis Adiguna.
"Apa? Bertaruh dengan lengan masing-masing? " Bos-bos yang hadir kaget ketika mendengar perkataan Arsa Kenandra.
__ADS_1
"Kamu mau bertaruhan dengan lengan? Bukankah itu taruhan yang sangat besar?" jawab Wasis. Berjudi dengan taruhan tangannya sendiri.
"Apakah dia marah pada Wasis Adiguna?" gumam salah seseorang. Semua orang datang untuk berpartisipasi dalam pertandingan tinju bawah tanah ini untuk mencari hiburan. Paling-paling, semua orang mengeluarkan sejumlah uang untuk bermain. Belum pernah ada bos yang mengatakan ingin berjudi dengan tangannya sendiri. Itu sebabnya orang-orang sangat terkejut hingga mereka bahkan tidak mengerti apa yang sebenarnya di rencanakan oleh Arsa Kenandra. Wasis Adiguna pun berubah ekspresi wajahnya. Ia tidak menyangka Arsa Kenandra akan mengajukan taruhan seperti itu, sejujurnya hatinya tidak ingin taruhan pada hal semacam ini.
"Ada apa? Wasis Adiguna, kamu tidak berani taruhan?" Arsa Kenandra berkata dingin, menyipitkan matanya.
"Omong kosong kalau aku tidak akan berani taruhan! Kamu adalah cucu Andi Sudiryo, dan harga tanganmu lebih mahal dari milikku. Kenapa aku tidak berani bertaruh! Aku harus mengambil tantanganmu ini." kata Wasis Adiguna dengan tangan terkepal. Meskipun Wasis Adiguna memiliki keengganan di dalam hatinya, hnaya karena seluruh penonton kini menatapnya. Dan dia juga berpikir, Panjol itu sakti sekali, dia pasti menang. Jadi kenapa dia tidak berani mempertaruhkan lengannya?
Usai tantangan Wasis Adiguna, suasana seluruh penonton pun heboh.
"Aku tidak percaya kalau kamu benar-benar mau taruhan dengan satu sisi tanganmu, aku rasa hal itu itu terlalu kejam! " kata Wasis. Namun Arsa hanya terdiam tak menanggapi.
__ADS_1
"Pertarungan antara mereka berdua sudah sangat luar biasa, dan sekarang mereka mempertaruhkan tangan mereka masing-masing, dan permainan ini adalah sorotan nyata hari ini!" Para bos yang hadir menantikan permainan ini.