Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Kemarahan Wasis Adiguna


__ADS_3

Di saat yang bersamaan, beberapa pengawal Wasis juga mendapatkan pesan yang sama. Mereka juga sudah melihatnya secara detail.


"Bawa ke sini ponselmu! " Kata Wasis. Dan semua pengawal Wasis yang berada di sana langsung mengangkat ponsel mereka, menunjukkan sebuah oesan Video yang baru saja mereka terima. Mereka tampak malu sendiri melihat adegan demi adegan di video tersebut.


Sepertinya, ekspresi di wajah para pengawal tersebut juga salah di mata Wasis.


"Cepat bawa ke sini! " bentak Wasis kepada mereka. Mereka langsung menyerahkan ponselnya. Setelah berada di dekat Wasis, pengawal itu menunjukkan video yang berjudul Kelakuan terhormat seorang istri Wasis Adiguna.


"Sial... Sial... Sial..."umpat Wasis di depan para karyawannya.


"Tuan Wasis. Pesan ini pasti sengaja di kirimkan oleh seseorang." kata Seno.


"Bagaimana mungkin kita semua bisa menerima pesan yang sama." kata Seno dengan hati-hati.


Setelah Wasis mendengarkan apa yang di katakan oleh Seno, Wasis menendang kursi yang berada di sebelahnya. Sorot mata Wasis terlihat benar-benar menyeramkan. Dari sorot mata tersebut terkilat sebuah amarah yang sudah tak bisa terbendung lagi. Seperti seekor singa yang akan memangsa manusia. Dan semua ini berarti semua anak buahnya tahu dengan jelas kalau dirinya sudah ditipu oleh sang istri. Di mana ia akan meletakkan mukanya nanti.

__ADS_1


"Tuan Wasis." kata Seno. Sesaat kemudian, Wasis memecahkan meja kaca yang berada di depannya. Saat itu pula seluruh pengawal mendekati Wasis untuk menolongnya. Takut kalau tuannya tersebut terluka.


"Tuan Wasis, tolong kendalikan amarah anda. "Bujuk Seno.


"Cepat pergi dari sini dan Panggil wanita pembuat masalah ini!" Wasis mencengkram dadanya sendiri yang terasa begitu sakit. Wajahnya menunjukkan ekspresi tidak terima.


"Tuan, Kenapa kita tidak menyelidiki kasus ini terlebih dahulu. Semua ini dilakukan dengan sengaja. Jika anda menuruti Nafsu amarah anda tanda kurma maka anda akan dengan mudah dikalahkan oleh musuh. " kata Seno masih berusaha untuk membujuk tuannya.


"Apa kamu tidak mendengar apa yang aku katakan? Aku meminta kamu untuk memanggil wanita itu! Jadi Sekarang pergilah! " teriak Wasis dengan suara bergemuruh. Mendengar kemarahan dari bosnya, Seno benar-benar ketakutan. Bagaimana dia masih berani untuk membujuk bosnya yang sedang dilanda amarah tersebut.


Beberapa menit kemudian, seorang wanita berjalan dengan Anggun menuruni tangga di bawah pimpinan pengawal yang tadi disuruh oleh Seno. Dia adalah istri dari Wasis Adiguna.


"Wasis, apa yang terjadi sehingga kamu menyuruhku buru-buru untuk turun. " Nyonya Wasis pun bertanya.


"Seharusnya aku yang bertanya. Apa ini? Apa kamu bisa menjelaskan semuanya kepadaku? " kata Wasis Adiguna sambil melemparkan ponselnya ke depan wanita tersebut. Dengan cepat istri dari Wasis tersebut mengambil telepon dengan rasa penasaran yang tinggi. Dan di saat ia melihat video yang berada di ponsel itu, wajahnya berubah menjadi sepucat mayat. Matanya terbelalak, ada ekspresi ketakutan di wajahnya. Dia tidak bisa membayangkan konsekuensi apa yang akan ia dapatkan setelah Wasis melihat semua ini.

__ADS_1


Di saat yang bersamaan pula, Wasis menendang istrinya hingga tersungkur ke tanah tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Berani-beraninya kamu melakukan semua ini di belakangku. Aku akan membunuhmu hari ini juga." kata Wasis dengan suara marah. Iya langsung mengambil pisau yang tergeletak di dekat meja.


Berani mencuri orang di belakangku. Aku tidak membunuhmu hari ini!" Horace, yang penuh amarah, langsung mengambil pisau di dekat meja.


"Tidak, Wasis kamu salah paham. Tolong jangan lakukan ini padaku." Kata wanita tersebut yang sudah tak berdaya di atas lantai saat melihat Wasis menggerakkan pisau di tangannya. Dia sangat ketakutan dan memohon belas kasihan. Sedangkan Wasis yang sudah benar-benar dipengaruhi oleh amarahnya menikam istrinya sendiri menggunakan pisau. Istri dari Wasis tersebut berteriak saat pisau itu langsung mengenai perutnya.


Sedangkan Seno, Iya hanya bisa menggelengkan kepalanya tanpa bisa berbuat sesuatu. Ia sangat tahu seseorang yang menyebarkan video itu pasti sengaja melakukannya untuk memprovokasi Wasis. Dan apa yang sedang dilakukan oleh bosnya itu tidak bisa ia hentikan. Sejak tadi ia sudah berusaha untuk membujuk, tapi kenyataannya malah dia yang kena marah. Seno melihat Wasis yang benar-benar melampiaskan amarahnya kepada sang istri. Seolah rasa marah yang ada di hatinya itu tidak ada batasnya. Sang istri dari Wasis pun tergeletak tak berdaya di atas lantai.


"Temukan pemuda yang ada di dalam video tersebut. Hancurkan dia menjadi berkeping-keping, lalu berikan pada anjing kesayanganku! " kata Wasis dengan amarah di dalam hatinya.


"Baik tuan, baik. Saya akan segera melaksanakannya." jawab Seno.


"Tapi tuan, Anda juga harus mencari tahu tentang siapa orang yang sudah menyebarkan video ini. Orang tersebut sudah mungkin menyebarkqn video ini ke semua orang yang bekerja pada anda. Niat dari orang tersebut sudah sangat jelas bahwa ia akan mempermalukan anda. " kata Seno mengingatkan kepada tuannya.

__ADS_1


__ADS_2